Bab 16: Aegean Memories

147K 14.4K 238
                                        

Jill kini berada di sebuah ruangan yang terbilang cukup asing baginya, itu adalah sebuah kabin kapal pesiar yang tengah berlayar di sekitar lautan Aegea Yunani. Jill pun mengingat-ingat apa yang dia lakukan di sana? Kemudian dia menyadari kalau dia sedang melakukan syuting film terbarunya di sekitar perairan Yunani.

Sebagai salah satu aktris pemeran utama, Jill mendapatkan kamar terbaik dan cukup luas. Dindingnya dilapisi dengan kayu sehingga memberikan nuansa klasik. Jendelanya cukup besar dan berkaca tebal. Walaupun sedikit berkabut, Jill masih bisa melihat pemandangan di luar. Ketika itu sudah malam, Jill hanya melihat lautan gelap dengan gelombang yang tenang. Sedikit menakutkan baginya karena itu dia segera memalingkan matanya ke area lain.

Jill biasanya tidak menerima tamu, hanya orang-orang yang menurutnya berkualitas dan cocok diajak bicara olehnya yang pernah ke apartemennya. Tapi saat ini, Jill melihat kamarnya cukup ramai.

Ada Matthew asistennya, yang lebih suka disebut manajer. Linda, lawan mainnya dalam film terbaru Jill, serta Hermes Siatrich, seorang produser sukses Hollywood yang sedang mencoba membuat Jill menandatangani kontrak baru dengannya.

Gadis itu berulang kali memastikan, apakah dia sedang bermimpi? Atau dia sungguh telah kembali ke masanya? Kembali sebagai Jill Adelaide?

Namun tidak lama setelah itu, Jill melihat dirinya sendiri memasuki kabin sambil membawa sebotol sampanye. Dirinya sedang menjamu para tamunya. Ketika itulah Jill sadar kalau dia sedang melihat ingatannya sekitar bulan lalu. Hari dimana Jill secara misterius terbangun sebagai Portia.

Jill awalnya bingung mengapa dia tidak bisa mengingat apapun di hari dia terbangun sebagai Portia. Dan malam ini, ketika Jill tertidur di kamarnya yang berada di Istana Ares. Dia pun bermimpi tentang kejadian yang mungkin bisa menjawab pertanyaannya.

Walaupun dibilang mimpi, Jill merasa punya kendali penuh atas dirinya. Jill bisa menelusuri ruangan dalam mimpinya serta mengamati satu persatu wajah yang duduk di sana. Apakah ini yang disebut sebagai lucid dream?

"Anda serius tidak punya pengalaman berkencan nona Adelaide?" Hermes Siatrich bertanya sok akrab. Jill belum lama mengenalnya, dia hanya bertemu beberapa kali ketika menjajaki kontrak kerjasama dengan perusahaannya. Hermes ikut dalam perjalanan ke Yunani dalam rangka pembuatan Film yang melibatkan Jill—hal yang biasanya tidak dilakukan oleh seorang produser.

"Tidak, memangnya aku punya waktu untuk itu?" Jill menganggapi tak acuh kemudian menyesap sedikit sampanye di gelas kristalnya.

"Lalu bagaimana Anda bisa berperan baik di film-film Anda yang hampir semuanya bertema cinta?" kata Hermes lagi.

"Memangnya yang seperti itu perlu pengalaman ya? Aku kan hanya cukup berakting saja," Jill menanggapi percaya diri.

Hermes Siatrich tertawa.

"Bagaimana kalau denganku? Ingin coba pacaran?" Hermes bercanda.

"Ha? Tidak ah, Anda bukan tipe saya." Jill merasa mulai mabuk. Hermes Siatrich sukses dan tampan, sepadan dengan dirinya. Tapi Jill tidak suka dengan pembawaannya yang terlalu ceria seperti tidak punya masalah.

Jill menjajaki dunia seni peran sejak remaja, dia sangat sibuk sampai tidak terpikir untuk pacaran. Sebenarnya bukan hanya karena kesibukan, Jill tidak punya dorongan kuat untuk menjalin hubungan.

"Apa Anda mau mencoba?"

"Coba apa?"

"Mencoba rasanya menjalin hubungan, memiliki kekasih, Jatuh cinta dan melakukan banyak hal. Pengalaman seperti itu bagus untuk karir Anda, dan Anda cukup melakukannya semalam saja walau rasanya seperti berbulan-bulan." Hermes memberitahu. Jill yang setengah mabuk mulai menghidupkan logika di otaknya.

"Apa? Bagaimana caranya? Itu tidak mungkin." Jill menggeleng. Ketika itu Matthew dan Linda sudah mendengkur di sofanya, sudah pukul dua dini hari dan sudah tiba waktunya tidur.

"Nona Adelaide, saya bisa membantu Anda. Saya menemukan metode ini belum lama ini dan berhasil. Sebut saja tipe pria kesukaan Anda. Saya akan mengatur acara kencan untuk Anda." Hermes Siatrich mengerling seperti sales menawarkan produknya.

Jill tertawa.

"Apa-apaan Anda ini? Anda germo atau apa?" Jill merasa terhibur dan menenggak sampanyenya lagi.

"Oke, coba Anda lakukan. Pria yang kusukai kira-kira seperti ini. Saya tidak suka pria berambut pirang dan terlalu putih, terlalu feminim bagiku. Lalu saya juga suka seseorang yang berkuasa dan tangguh. Saya tidak keberatan kalau dia sedikit kasar." Jill tertawa.

"Saya kenal seseorang yang mungkin cocok dengan Anda. Mungkin Anda juga sekalian bisa membantu kami. " Hermes bergumam pelan. Sepintas raut wajahnya berubah menjadi agak serius.

"Anda bilang apa tadi?" Jill bertanya.

"Bukan apa-apa, sekarang berbaringlah Nona Adelaide," Siatrich memberikan perintah. Jill langsung menurut seakan tengah dihipnotis.

"Nona Adelaide, tahukah Anda kalau manusia adalah makhluk multi dimensional? Anda yang sekarang adalah wujud yang eksis di dimensi ke tiga. Namun sebenarnya ada entitas dimensi ke empat yang menghuni tubuh kita. Sesuatu yang Anda biasa sebut sebagai Jiwa atau roh." Hermes menjelaskan. Jill sama sekali tidak mengerti, dirinya sangat mengantuk karena mabuk.

"Yeah ... apapun itu, aku hanya ingin tidur." Jill menguap.

"Dunia dimensi ke empat adalah dunia dimana kita dapat melihat waktu dan menjelajahinya." Hermes melanjutkan kembali. Dia tampak mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya, semacam rerumputan kering berbau khas. Dia meletakkannya dalam sebuah mangkok kemudian membakarnya.

"Ini semacam ganja, yang bisa membantumu rileks berhalusinasi. Pegang tangan saya, saya akan pandu Anda menjelajahi waktu. Sekarang pejamkan mata Anda nona Adelaide. Semoga Anda berhasil menemukan cinta." Seketika setelah Hermes mengatakannya, kepala Jill terasa berat dan sangat mengantuk.

Jill pun terbangun dari mimpinya dan menemukan dirinya sebagai Portia lagi. Tidur di ranjang besar bersama Ares suaminya di sampingnya.

Gadis itu akhirnya sedikit demi sedikit mengetahui teka-teki bagaimana jiwanya bisa berada di tubuh Portia.

Hermes Siatrich, apakah dia ada hubungannya dengan Hermes si dewa Olympus? Jill berpikir untuk segera bertemu dengan Hermes demi mendapatkan jawaban.

The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang