Bab 69: The War of Titans 4

67.6K 8.6K 148
                                        

Usaha Zeus untuk menghindari pertumpahan darah sepertinya tidak sepenuhnya berhasil. Para pemberontak, yang menyadari pergerakan besar-besaran kaum Titan dari segala penjuru; akhirnya memutuskan untuk memblokir akses mereka.

Para pasukan Sigmarion bertugas untuk mencegah lebih banyak lagi warga sipil mendekati Istana Zeus. Mereka mengacungkan senjata mereka dan memaksa mereka mundur. Setidaknya mereka membuat para warga sipil itu berdiam saja di tempat yang terlanjur mereka pijak agar terhindar dari lontaran peluru api atau sengatan petir Zeus.

Apollo juga memiliki pemikiran yang serupa dengan para pemberontak. Karena dia kini tengah dicurigai oleh Zeus; maka dia menganggap dirinya sudah tidak berada dalam lingkup internal kelompok Zeus. Apollo pun bertindak sendiri, berusaha sebisanya untuk memberikan perlindungan pada para warga sipil Titan yang tampak kebingungan. Apollo memandu mereka untuk berdiam di sebuah bukit lapang yang tidak terlalu jauh dari zona pertempuran namun terbilang cukup aman.

Zeus mungkin memiliki rencananya sendiri, namun kemungkinan jatuhnya korban warga sipil juga masih ada. Apollo tidak menghendaki populasi Titan yang sedikit itu semakin berkurang sia-sia hanya karena hasrat perebutan kekuasaan.

Melihat situasi kediaman Zeus yang mulai lapang dan terbebas dari warga sipil, sebagian besar pasukan Atlanta dan Sigmarion pun tampak merangsek mendekat.

"Turunlah, Zeus! Tidak perlu membuat para ksatria Titan bertempur satu sama lain! Bertarunglah satu lawan satu denganku!" Atlanta, seorang Titan yang dulu juga turut bertempur di sisi Zeus pada perang besar melawan Kronos di masa lampau berteriak dengan semangat membara.

Atlanta, sebagaimana para Titan lain; berpenampilan muda dan gagah. Kendati usianya tentu sudah lebih dari 4000 tahun. Atlanta memiliki postur tubuh kekar dan besar serta rambut perak sebahu. Tubuhnya dilapisi baju zirah berbahan khusus yang tidak bisa menghantarkan listrik. Tangannya memegang sebilah pedang yang ditempa dari meteorit sehingga ada gurat-gurat kilauan perak bermotif tetesan air di sisi tajamnya.

Tentu saja bukan hanya Zeus dan para Dewa Olympus yang menguasai teknologi modern. Para pemberontak juga memiliki ilmuwan dan pembuat senjata terbaik; walaupun tidak sepadan dengan Hades dan Hephaestus. Mereka tidak memiliki akses untuk reaktor nuklir dan tidak memiliki kemampuan untuk menambang uranium sebagai sumber energi mereka; sehingga secara teknologi mereka kalah jauh.

Mengalahkan seluruh Dewa Olympus apalagi berhadapan dengan Hades dan Poseidon adalah tindakan bunuh diri bagi para pemberontak. Karena itu mereka hanya akan fokus pada satu orang yaitu Zeus.

Zeus yang perkasa melompat dari atas balkon Istananya dengan sorot mata tajam. Ketika kakinya yang beralaskan kulit banteng itu menjejak ke tanah, terasa ada dentuman ringan serta hembusan angin yang menerpa sekitarnya. Zeus menunjukkan sedikit kekuatannya, dia adalah Raja para Titan serta Dewa utama Olympus. Bahkan hanya dengan melangkah saja mampu membuat kebanyakan orang gentar.

Senjata yang digunakan Zeus adalah belati pendek yang memiliki kekuatan petir. Zeus bisa menyengat siapa saja yang berada di Olympus. Dia bisa mengendalikan awan petir dan menghujani sebuah wilayah dengan hujan badai kalau dia ingin. Kemampuannya untuk mengendalikan cuaca adalah berkat bantuan Hades dan beberapa ilmuwan Titan tentu saja.

Zeus mengayunkan belati petirnya dan secara misterius belati tersebut berubah menjadi pedang yang bercahaya kuning terang karena aliran listrik ratusan ribu volt mengalir di sana dan menimbulkan suara bising yang cukup mengganggu. Senjata Zeus menggunakan energi nuklir yang ditempa di bintang yang merupakan bagian dari tata surya mereka.

Bulu dan rambut yang tumbuh di lengan Zeus tampak meremang karena radiasi senjata andalannya. Belatinya siap meminum darah. Namun biasanya mereka yang tersabet petir Zeus tidak akan sempat melihat darah mereka menetes karena darahnya akan menguap dengan cepat.

The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang