Bab 72: Their Last Day on Earth

98K 9.8K 762
                                        

"Kau tahu, aku seorang aktris yang cukup populer di tempat asalku. Semua orang mengenalku dan aku terbiasa dengan situasi dimana mereka melihat padaku dengan mulut menganga, kemudian beberapa mengajakku berpose demi konten di sosial media mereka," Jill berkisah sambil menyandarkan kepalanya yang jelita di bahu suaminya.

"Apa kau semacam dewi di tempat asalmu berada?" tanggap Ares dengan mata menerawang ke depan.

"Tidak. Aku hanyalah seorang penghibur. Aku menapaki karirku selama belasan tahun sebelum bisa seperti sekarang. Hidupku kesepian namun cukup berwarna. Aku seorang profesional yang telah kehilangan sebagian besar masa remajaku. Namun aku tidak menyesalinya," Jill melanjutkan ceritanya sambil mengulas senyum.

"Kamu menyukai hidupmu sebagai Jill Adelaide?" Ares bertanya lemah.

"Ya," jawab Jill pendek.

"Namun beberapa bulan yang kuhabiskan bersamamu juga adalah sesuatu yang kuanggap spesial dan tidak tergantikan," Jill melanjutkan sambil memandang kedua netra Ares dalam.

Ares menghela nafasnya. Tangannya merengkuh wajah Jill yang tampak mulai kesulitan membendung air mata yang mulai menggenang. Ares cukup mengenal karakter istrinya Jill yang tegar dan keras kepala. Jill nyaris tidak pernah mau menunjukkan kelemahannya dan bersikap seakan bisa menaklukkan dunia.

"Dengar, Jill. Aku sudah cukup lama bernafas di alam semesta ini. Aku bukanlah pria lemah yang harus kau khawatirkan. Kehilanganmu mungkin bakal membuat sebagian jiwaku seakan tercabik. Semua tidak akan pernah sama lagi. Aku tahu aku akan menghabiskan tahun-tahun penuh kerinduan dan penyesalan. Namun aku tidak akan sampai gila karenanya," ujar Ares.

"Aku tahu itu, Ares. Kau makhluk abadi dan dianugerahi waktu yang tidak terbatas untuk menyembuhkan lukamu. Kau akan baik-baik saja," Jill menanggapi dengan mata sendu.

"Maksudku adalah, apapun keputusanmu nanti, Jill, lakukanlah untuk dirimu sendiri," suara Ares sedikit bergetar ketika menyampaikannya.

Ares menggenggam tangan Jill kemudian memberikan kecupan pada punggung tangan kanan wanitanya dengan perasaan sendu. Ares tidak berani melakukan interaksi apapun dengan istrinya yang mungkin akan menambah kenangan di otak abadinya.

Ares menahan diri, khawatir kalau Jill terlalu banyak menyisakan jejak pada jiwanya dan Ares tidak akan bisa sembuh dari rasa rindunya yang menyesakkan. Jill berada dalam jangkauan tangannya saat ini. Dia hanyalah wanita lemah yang tidak bisa melawan seandainya dia memaksanya ikut menaiki pesawat Hades. Tapi Ares tidak mau Jill melihatnya sebagai orang yang egois.

Memikirkan kemungkinan berpisah dengan Jill telah memberikan serangan menyakitkan bagi Jiwa Ares. Rasa tercekat yang menyesakkan menguasai area dadanya bahkan hanya dengan memikirkannya. Sejak kapan Jill menjadi eksistensi yang begitu signifikan baginya? Ares tidak tahu.

Kendati pria itu mempertimbangkan serius untuk memaksa Jill ikut, akhirnya nalarnya menang. Dia tidak bisa menghadapi ekspresi Jill yang penuh sesal karena rasa terpaksa ke depannya. Ares begitu memujanya dan Jill telah mengajari makhluk egois sepertinya tentang rasa empati.

Hades memberikan waktu sampai matahari terbit bagi para Titan untuk berkemas. Ares dan para ksatrianya juga membantu untuk memusnahkan jejak peradaban di sekitar pegunungan Olympus. Para Titan berusaha menghapus sejarah tentang mereka bagi para manusia. Mereka memutuskan untuk menyisakan sedikit kenangan tentang mereka bagi dunia manusia melalui cerita para oracle dan penyair; yang akan disampaikan turun menurun.

Para Oracle itu, tentunya akan menyambut ajal mereka dalam waktu yang tidak lama lagi. Karena para dewa tidak lagi bisa memberikan mereka ramuan untuk memanjangkan umur mereka.

The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang