Bab 33: Hadiah Untuk Jill

87.8K 9.2K 342
                                        

"Apa lagi kali ini? Untuk apa kamu mengatakan hal-hal seperti itu? Apa di matamu aku ini terlihat seperti pria kejam dan tidak berperasaan?" Ares mengeluhkan pertanyaan Jill yang menurutnya absurd.

"Kau membunuh menteri Thebes itu dengan entengnya," Jill berkomentar.

"Karena dia mencoba menyakitimu," Ares menanggapi dingin.

"Kau berkali-kali pernah bilang akan membunuh Nimfa, Satyr atau pengawalku kalau mereka menyakitiku bahkan hanya karena membuatku tidak nyaman," Jill menambahkan dengan nada datar.

"Karena mereka pantas mendapatkan itu, kamu itu istriku, kamu harus dihormati dan dilayani sama sepertiku," Ares mengelak.

"Bagaimana dengan para pengkhianat dan tawanan perang, kabarnya kau tidak mau repot-repot memenjarakan mereka. Kau menyayat kulit mereka sampai meneteskan darah kemudian kau tinggalkan mereka di hutan Olympus agar mudah disantap monster yang kelaparan." Jill merasa merinding ketika mengatakannya.

"Hukuman itu terlalu ringan sebenarnya, aku memberikan mereka kesempatan untuk membela diri kan? lalu ... hei! darimana kamu bisa tahu hal itu?!" sergah Ares.

"Aku menghabiskan banyak waktu di area latihan para ksatriamu, tentunya aku banyak mendengar tentang dirimu," kata Jill enteng.

"Siapa yang bilang? berani sekali mereka membicarakan Dewa mereka seperti itu?" Ares tampak kesal.

"Itu tidak penting kan, lagipula apa yang akan kamu lakukan pada mereka? membuang mereka ke hutan juga?" selidik Jill.

"Sesuai aturan, bicara buruk tentang Dewa mereka akan dikurung selama tiga hari."

"Itu agak berlebihan."

"Di sini mereka menyebutnya sebagai 'ketegasan'," Ares tidak mau kalah.

"Di tempat asalku, itu namanya pelanggaran demokrasi. Setahuku Yunani adalah peradaban terkuno yang memelopori sistem demokrasi. Tapi sepertinya para Dewa Olympus tidak mengenal sistem itu," Jill menceracau.

"Apa yang kamu bicarakan? Aku tidak paham sama sekali."

Pembicaraan itu mereka berdua lakukan di atas punggung Herion yang berderap dalam kecepatan sedang. Ares bilang ingin menunjukkan sesuatu pada istrinya. Istana Ares memang sangat luas, saat ini mereka sedang menuju sebuah tempat yang tidak pernah dipijak oleh Jill. Lokasinya cukup jauh sehingga hanya dapat dicapai dengan berkuda.

"Jadi Ares, apakah ada kemungkinan kalau suatu saat nanti kau membunuhku?" Jill bertanya lagi.

"Tidak mungkin, aku tidak akan membunuhmu."

"Apa kau yakin? bagaimana kalau aku seorang mata-mata?" Jill memberikan pertanyaan memancing yang membuat Ares berpikir sedikit lebih lama.

Di awal kedatangannya, Ares sudah memperhitungkan seandainya Jill adalah seorang mata-mata pemberontak atau semacamnya. Dulu dia bisa dengan mudah mengeksekusinya, tapi kalau sekarang rasanya tidak mungkin dia bisa melakukannya.

"Tidak, aku tidak akan membunuhmu. Tapi aku akan mengurungmu di kamarmu," kata Ares menyimpulkan.

"Seandainya aku berselingkuh dengan laki-laki lain dan tidur dengannya bagaimana?" Jill bertanya setengah takut.

"Tentu aku tidak mungkin melakukannya! tapi bagaimana kalau seandainya itu terjadi?" Jill cepat-cepat mengklarifikasi menyadari aura suaminya berubah gelap.

Ares mengenang masa mudanya, mengingat hari-harinya yang penuh gairah dan cinta bersama Aphrodite. Dewi kecantikan itu mengumbar kasihnya kepada banyak pria dan tidur dengan mereka. Ares yang dulu memiliki perasaan mendalam pada Aphrodite menjadi cemburu dan membunuh selingkuhannya.

The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang