Bab 52: Kabar dari Athena

81.5K 8.9K 472
                                        

"Kita tinggalkan saja pemuram tua aneh itu dan membuat rencana kita sendiri! Zeus akan menembakkan petir ke arah kita kalau dia tahu apa yang Hades katakan pada kita tadi! Bahkan ikut mendengarnya saja kita sudah dianggap berdosa!" Apollo tampak gusar sekaligus kesal. Apa yang diungkapkan oleh Hades tadi benar-benar sulit diterima nalarnya. Apollo yang merupakan salah satu anak kesayangan Zeus memang didoktrin untuk selalu mematuhi Ayahnya.

"Tapi ... Aku merasa yang dikatakan Hades ada benarnya juga." Ares tampak berpikir serius.

"Jangan bilang kalau Hades sudah mempengaruhimu!" Apollo menuduh.

"Tidak, Ares, yang paling penting saat ini adalah menyelamatkan diri sendiri. Yang artinya termasuk mengamankan istanamu dari pemberontak. Itu prioritas kita saat ini kan?" Jill ikut memberikan pendapat pada Ares.

Ares terdiam, memikirkan ribuan jiwa yang mengabdi di Istananya dan setia melayani dirinya selama ini. Ares jelas tidak mau membiarkan mereka terlibat dalam perang yang mereka tidak sadari. Kalau mereka kalah, mereka akan dilabeli sebagai pemberontak. Kehidupan kaum pemberontak tidaklah terlalu menyenangkan. Zeus telah membatasi akses kaum pemberontak terhadap teknologi Titan. Walau mereka memiliki teknisi dan ilmuwannya sendiri, tentu tidak sepadan dengan yang dipunyai Olympus.

"Aku harus membebaskan Istanaku dari para pemberontak, itu adalah hal pertama yang harus kita lakukan," Ares akhirnya menyimpulkan.

"Syukurlah kalau kamu masih waras," kata Apollo.

"Tapi kita tetap butuh bantuan Hades untuk ini, karena saat ini kita tidak memiliki persenjataan yang cukup mumpuni," ujar Ares.

"Mana mungkin Hades bersedia?" Apollo merasa ragu.

"Jill bisa membujuknya. Bagaimanapun Hades sangat menginginkan informasi darinya tentang perjalanan lintas waktu. Kita juga harus mencari Hermes untuk membantuku melawan kemampuan hipnotis Jacinda," Ares menjelaskan rencananya.

"Oke, maaf kalau aku bilang begini. Artinya strategimu ini dilakukan berdasarkan kesaksian Putri Sparta semata?" Apollo berpendapat. Dewa ramalan itu masih meragukan cerita Jill tentang dirinya yang datang dari masa lebih dari 2000 tahun ke depan.

"Aku tidak punya alasan untuk berbohong apalagi mengarang semua ini Apollo. Aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang bisa membahayakan Ares. Aku sangat yakin kalau Hermes berperan besar dengan apa yang terjadi padaku. Entah untuk alasan apa," Jill menegaskan ketulusannya.

Jill membahas tentang Hermes kepada Ares. Jill akhirnya mengetahui ciri fisik dari Hermes yang menurutnya serupa dengan Hermes Siatrich yang ditemuinya di masa depan. Rambut pirang yang sedikit bergelombang serta mata biru dan garis wajah tampan dengan sedikit freckles di area hidungnya.

"Hades mungkin berharap kalau Zeus lengser, tapi dia pribadi yang tidak suka terlibat dalam konspirasi rumit apalagi membahayakan dirinya. Kita harus meyakinkan Hades untuk membantu kita, sambil memberi sedikit harapan untuk berencana mempengaruhi Zeus tentang kembali ke Olympia. Hades akan senang kalau dia punya sekutu dari kalangan dewa," Ares mengemukakan strateginya.

"Aku mendengar semuanya, tidak usah repot-repot membujukku. Aku memutuskan untuk ikut rencana kalian," Hades berbicara dengan suara tanpa wujudnya.

"Hades? Kau menguping?" Apollo tampak merasa sedikit tidak enak hati karena sempat memakinya.

"Ini istanaku. Tidak ada yang tidak bisa aku ketahui di sini," kata Hades dingin.

Ketika itu mereka berempat termasuk Alastair sedang berunding di kamar Apollo. Demigod bawahan Ares itu tampak lebih suka duduk diam dan menyimak saja.

"Oke, baguslah kalau kamu setuju untuk membantu kami," Ares menanggapi.

Sementara itu Jill tampak jengah dan tanpa dia sadari area pipi dan telinganya memerah. Kalau Hades memang mengetahui semua yang terjadi di Istananya, berarti mungkin saja Hades juga mendengar semua yang terjadi di kamar pribadi Jill.

Gadis cantik itu menutupi wajahnya merasa frustasi. Berharap kalau itu hanya sekedar asumsinya saja dan Hades tidak benar-benar menguping. Tapi bersamaan dengan itu Jill tiba-tiba merasa kepalanya sangat pening dan area bawah mata kirinya seperti tertusuk ketika dia menundukkan wajah. Apakah ini gejala sinusitis atau semacamnya?

"Jill? Apakah kau baik-baik saja?" Ares bertanya khawatir. Jill sudah melupakan rasa malunya dan mengalihkan fokus pada rasa sakitnya yang tidak nyaman. Sebenarnya Jill sudah berkali-kali mengalaminya sejak dia tiba di era Yunani Kuno, namun Jill lebih sering mengabaikannya.

"Dia mengalami efek samping," Hades berkomentar.

"Apa?" Jill bertanya.

"Suhu tubuh meningkat, nafas berubah lebih cepat dan rasa sakit kepala yang tiba-tiba muncul bisa jadi adalah efek samping dari perjalanan lintas waktu." Hades menjelaskan.

"Apa kau bisa menyembuhkannya? Apakah ada tabib di Istanamu?" Ares bertanya.

"Aku hanya perlu mengompresnya dengan air hangat, ini sering terjadi." Jill tidak ingin Ares mengkhawatirkannya. Sudah terlalu banyak yang harus dipikirkan oleh Dewa Perang itu.

"Sering?" Ares bertanya memastikan.

"Hmm ... Mungkin aku bisa menjelaskan sesuatu pada kalian terkait time travel yang dilakukan oleh nona Jill. Semalaman aku membaca naskah-naskah kuno yang ditulis oleh para pendeta dan filsuf agung Olympia ribuan tahun yang lalu. Mereka meneliti tentang Jiwa. Sesuatu yang dipercayai menghuni dan mengendalikan tubuh kita ini. Aku rasa Hermes telah menggunakan pengetahuan itu untuk melakukan perjalanan lintas waktu," Hades mulai bercerita.

"Apakah ada hubungannya dengan apa yang dialami Jill sekarang?" Ares mendesak Hades.

"Para pendeta itu membuat penelitian, berat jiwa ketika seorang meninggal adalah sekitar 21 gram. Dari sana mereka mulai mengembangkan riset mereka tentang jiwa sampai mereka bisa memisahkan raga dari jiwanya. Serta membuat jiwa itu memasuki raga yang berbeda. Aku tidak pernah benar-benar menganggap ini ilmiah sampai aku bertemu dengan nona Jill," Hades melanjutkan ceritanya. Kemudian dia menarik nafasnya.

"Maksudku adalah Nona Jill mungkin mengalami sebuah gejala yang dialami para pendeta itu dulu. Raganya mulai menolak jiwa Nona Jill, dan mungkin tidak lama lagi nona Jill akan kembali lagi ke tubuh aslinya yang berada di masa depan," kata Hades dengan nada datar.

***

"Apa kau bilang, Athena?! Ares bergabung dengan pemberontak katamu?" Zeus tampak murka. Dewa utama Olympus yang masih gagah dan tampak menakutkan dengan janggut lebatnya itu merasa seakan tengah ditikam dari belakang.

Ares mengkhianatinya?

Anak itu memang selalu dia pandang sebelah mata. Tapi Zeus tidak pernah meragukan kesetiaannya. Ares belakangan terlihat berusaha melakukan hal yang terbaik untuk menjaga kekuasaannya. Zeus membebankan nyaris seluruh kekuatan militer Olympus kepadanya. Zeus bahkan secara khusus memilihkan istri untuknya.

Apa itu tidak cukup membuktikan kalau dia adalah seorang ayah yang peduli?

Kekesalan dan dendam macam apa yang bisa membuat Ares berbalik melawan dirinya?

"Informanku dari istana Kairos yang mengatakannya padaku. Mereka meyakini kalau Istana Ares kini sedang menggalang tentara dalam jumlah besar dan di antara mereka ada anak buah Sigmarion dan Atlanta!" Athena sendiri tampak sama terlukanya dengan Zeus. dia tidak pernah menyangka kalau Ares akan bergabung dengan pemberontak.

"Anak sialan! dia harus dihukum mati! Dan aku akan melakukannya sendiri!" Pandangan mata Zeus berapi-api. Dia bergerak ingin mengambil senjatanya.

"Ares tidak berada di istananya. Aku sudah memastikan hal itu. Mungkin dia pergi mencari dukungan dari titan lainnya," ujar Athena berusaha mencegah amarah Zeus.

"Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan sekarang, Athena? Dengan senjata Ares di tangan mereka, mungkin kali ini para pemberontak itu akan benar-benar membunuhku!" kata Zeus dengan nada tinggi.

"Aku akan melindungimu, Zeus! Dan aku akan menangkap Ares dengan tanganku sendiri. Kau harus memberikanku izin penuh untuk itu," Athena mencoba untuk bernegosiasi.

"Baiklah. Tapi jangan bunuh dia. Ares berhak diadili dan kalaupun dia harus mati, maka aku sendiri yang akan melakukannya," Zeus berpesan pada Athena.

Athena tersenyum atas kesempatan langkanya kali ini. Dunia memang tidak butuh menyembah dua Dewa Perang. Singkirkan saja yang busuk. Pikir Dewi kebijaksanaan itu dalam hati.

The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang