03 : Setitik Cahaya

232 52 55
                                        


Satu kesalahan menjadi amat besar, melainkan banyaknya kebenaran bahkan terlupakan. Setitik coretan hitam membuat kertas putih itu ternodai, seperti itu perumpamaannya.

Happy Reading❤


Tamparan melayang tepat di pipi kanan Ratu yang mencoba menyelamati putri kesayangannya itu dari amukan Raja yang membabi buta. Pengawal yang tadi menyelamatkan Jieun membantu Ratu berdiri setelah tersungkur ke lantai kayu kecokelatan itu.

"Ayahanda ini kesalahanku, mengapa kau menampar Ibunda?" tanya gadis itu yang mulai menangis tersendu-sendu.

Putri Jieun melangkah mendekati Ratu, dan membopongnya keluar dari kamar yang dipenuhi rasa pengap dan aura hitam. Sebelum melangkah lebih jauh, gadis itu menatapi Raja yang notabena berperan sebagai Ayahnya dalam kehidupan ini menunduk seakan merasa rapuh akan tindakannya, bagi Putri Jieun sungguh berlebihan.

Kau memang lelaki kejam, pantas saja Ibu Soo memilih menikahi Ayah Jung. Ucapnya membatin dengan sorot mata yang menimbulkan kebencian teramat besar.

_

Langit menandakkan akan turunnya hujan, membuat gadis itu mengajak Ratu Yeohwan ke kamarnya. Untuk pertama kalinya, Ratu diperlakukan sebagai seorang Ibu bagi putri sulungnya. Walau Putri Jieun tak ia lahirkan dari rahimnya, namun baginya hanya dengan mencintainya mampu menebus semua kesalahannya di masa lalu pada Hae Soo.

"Ibunda aku akan mengobati pipi yang lebam itu, duduklah disini!" pintanya, lalu mengambil es batu dari dalam tengku pembekuan dan meletakkan beberapa ke dalam sebuah kain lalu diikatnya erat.

"Ku mohon tahan sedikit saja!" pintanya untuk kedua kalinya, yang mulai mengompres dari sudut bibir beralih ke pipi tembam bagian kanan itu.

Pria yang sendari tadi mengawali Ibu dan Anaknya itu, kini berdiri di sudut ranjang dengan menatap haru. Pikirannya tadi begitu tak mampu menangkap apa yang terjadi di kediaman Raja tadi, karena itu seolah-olah terjadi dengan sangat cepat.

"Maafkan aku karena pelanggaran yang aku lakukan, Ibunda harus menerima semua ini." ucap Putri Jieun menyesali semua tindakannya.

"Kau berbicara apa? Ini sudah tanggungjawabku menjagamu, putriku!" Ungkap Ratu, membuat badan yang tadinya tegak mengobatinya kini beralih memeluknya sangat erat dengan isakan yang berusaha ditutupinya sejak tadi.

Suasana hening untuk beberapa saat menyelimuti mereka, lalu Ratu teringat akan pemuda yang kini berdiri diantara mereka berdua sendari tadi. Pelukan hangat itu lepas dengan ketenangan yang mulai merasuki kedua insan yang kini saling menatap dan tersenyum.

"Aku hampir lupa. Kenalkan dia Jeon Jungkook, yang mulai hari ini akan menjagamu." Jelas Ratu, membuat gadis itu terdiam dengan senyum berubah dingin.

"Maksud Ibunda, dia akan menggantikan Soobin?" tanyanya dengan tatapan yang berbeda dan seakan menahan nyala api dalam dirinya.

"Tidak begitu maksudku, dia akan menjagamu dari sikap Raja padamu." Jawab Ratu, seakan telah mempersiapkan pengawasan terhadap Putri Sulungnya itu.

Putri Jieun yang mendengar lalu merasa terharu, selama ini Ratu diam-diam memahami dirinya yang sangat ingin kebebasan. Terkadang sesekali dia pernah berpikir untuk kabur dari Istana, namun akan terlihat mustahil. Karena dibalik kebisuan Soobin, dia sendiri sudah tahu tentang rumor-rumor yang beredar tentangnya di kediaman ternyamannya. Bisa dikatakan begitu, walau pada kenyataannya tempat yang kini ia diami adalah tempat yang seolah-olah akan menyerangnya kapanpun itu.

"Kamu itu mirip dengan ibumu," ungkap Ratu, yang kini memegang lembut pipi Putri Jieun.

"Sasil-ingayo? (Benarkah?)" tanyanya, yang kini mulai penasaran akan topik pembicaraan malam ini, dan mengabaikan Jungkook yang kini telah duduk di anak tangga dekat pintu kamar itu.

TRUE LOVE (KOOKU)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang