Awal bertemu denganmu

715 100 48
                                    

Terimakasih telah mau
memberikanku pelangi di antara
Pekatnya awan kelabu 🌈
__________________________________

"JOAAAA!!!!!" Teriak Sam dan berlari memeluk gadis yang dicarinya itu.

Gadis itu masih tersadar walaupun sudah merasa mati rasa, dirinya terlalu lemah untuk bisa bergerak bahkan untuk sekadar menggerakkan mulutnya pun terasa sangat susah.

"Sammm..." Lirihnya dengan susah payah.

"Jangan bicara Joa! Nanti semakin sakit, lo yang sabar ya Ambulans gak lama lagi pasti sampe" ucap Sam berusaha tegar agar tidak membuat gadis didepannya khawatir.

"Gu-e gak ku-at Sam" paraunya dengan terbata-bata.

"Lo pasti kuat Jo! Sebentar lagi, jangan nyerah!" Ucap Sam dengan suara yang sudah bergetar tak tahan.

"Eng-gak Sam, sa-lam bu-at se-mu-anya ya. Ka-lian se-mua ha-rus hi-dup ba-hagia" ucap gadis itu sesaat sebelum jiwa dan raganya benar-benar terpisah.

"Joaaaa!!" Teriak Sam dan pertahanan dirinya mulai runtuh. Cowok itu menangis di hadapan gadis yang dicintainya itu.

Joa meninggal di tempat kejadian, lelaki itu masih belum menerima kenyataan yang ada. Dirinya semakin brutal, baginya buat apa tersenyum kalau sesuatu yang membuatnya tersenyum sudah tidak ada lagi.

Hari-hari dilalui Sam dengan berat, dirinya sering melakukan balap liar, ikut tawuran bahkan bisa dikatakan kehidupan lelaki itu sudah sangat hancur. Bahkan dirinya tidak segan-segan sengaja membuat dirinya sendiri terluka agar bisa menyusul gadis yang dicintainya.

Pertemuan pertama

1 tahun setelah kematian Joa🍂

Seorang lelaki sedang berdiri di bukit dengan dimanjakan pemandangan yang indah. Kota yang ramai terlihat dari atas bukit itu, pemandangan senja dengan lampu yang mulai dinyalakan di sana-sini menambah keindahan tempat itu. Namun bukan keindahan yang dilihat lelaki itu melainkan di depannya merupakan jurang yang bisa saja membuatnya kehilangan nyawa.

Dirinya sudah tidak tau lagi akan melakukan apa. Hingga ia berpikir untuk mengakhiri hidupnya saat itu juga.

"Joa lo jangan takut, gue akan temenin lo!" Teriaknya sekuat tenaga. Lelaki itu sudah akan melangkahkan kaki menuju jurang hingga ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.

"Mas bisa geser dikit nggak? Saya mau foto disini!" Ucap seseorang itu dengan lembut.

"Jangan ganggu gu.." Sam membalikkan tubuhnya kesal, belum sempat dirinya menyelesaikan kalimatnya dia terpaku melihat sesosok gadis di depannya.

Gadis itu tersenyum manis dengan membawa kamera di tangannya.

"Joa?" Ucap Sam tiba-tiba dengan memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.

Gadis di hadapannya masih tersenyum menatapnya. Lelaki itu semakin merasa pusing dan berlari meninggalkan gadis yang ditemuinya tanpa mengucap sepatah kata apapun.

"Gue gila, gila, gila, gak mungkin Joa hidup lagi. Fiks gue pasti udah gak waras" ucap Sam masih dengan menghindari gadis itu.

Lelaki itu memutuskan untuk menunda rencana mengakhiri hidupnya dan melajukan motornya pulang, namun dirinya menyempatkan untuk berkunjung ke makam seseorang yang sangat dirindukannya.

Pertemuan kedua

Hari berganti hari, bulan pun berganti, hingga tepat satu tahun kemudian setelah kejadian itu. Lelaki itu masih berencana untuk mengakhiri hidupnya. Walaupun semesta seakan menolaknya, setiap dirinya mencoba untuk mengakhiri selalu ada saja sesuatu yang dapat menggagallan rencananya.

Terjebak dalam Friendzone (Kapal Pesawat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang