Menunggu lagi?

661 81 55
                                    

Apa sekarang passion ku adalah menunggu?
Menunggu sesuatu yang tidak pasti
Berulang kali

💜🧡
________________________________________


Sore itu Nuca merasa gundah perihal dirinya yang menjaga jarak akhir-akhir ini dengan Lyodra. Bukan tanpa alasan yang membuat dirinya menjaga jarak dengannya. Namun setelah kejadian saat mamanya dipecat tiba-tiba dan di pukuli oleh orang tak dikenal yang mengatasnamakan Lyodra.

"Gue kayaknya udah keterlaluan sama Lyly, gue bodoh. Gue kenal Lyly udah lama, dia gak mungkin ngelakuin ini. Gue merasa bersalah udah berusaha jaga jarak sama dia," ucap Nuca dan berniat datang ke rumah Lyodra.

Nuca berganti pakaian dan menatap dirinya sekilas di cermin merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Lelaki itu mengenakan beanie hat berwarna abu-abu dan menyambar jaketnya. Jaket yang pernah dipakaikan nya kepada Lyodra malam itu.

Nuca hendak membuka pintu kamarnya sebelum dirinya teringat bandana yang pernah dibelinya saat ke mall.

"Oh iya, gue pernah beli bandana waktu di mall," Nuca kembali mencari bandana yang pernah dibelinya di meja belajar.

Setelah mengambilnya Nuca kemudian menuruni tangga dan hendak keluar. Tak lupa dirinya berpamitan kepada mamanya yang sedang makan bersama dengan kakaknya.

"Ma, Nuca keluar sebentar ya. Mau ke rumahnya Lyly," ucapnya yang mendapat lirikan tajam dari Mahalini.

"Iya boleh kok," ucap Ani mama Nuca.

"Maaa!!" Ucap Mahalini tiba-tiba.

"Mama gak inget? Kemarin aja mama kehilangan pekerjaan terus dipukul sama orang gak dikenal gara-gara siapa?" Sergah Mahalini.

"Gak mungkin kalau Lyodra yang ngelakuin itu Lin, mama udah kenal dia lama. Dia anak baik Lin. Jangan suka suudzon, gak baik! Kalau masalah mama tiba-tiba di pecat, itu mungkin salah mama yang kurang baik waktu bekerja," jawab Ani.

"Tapi maa,"

"Linn!!!" Ucap Ani sekali lagi dengan tegas.

Mahalini hanya menatap kesal kepada mamanya yang tidak membelanya sama sekali.

"Ya udah ma, Nuca pamit dulu ya," ucap Nuca dan mencium tangan mamanya. Sebelum beranjak dari tempatnya Nuca tersenyum sekilas menatap kakaknya yang kalah telak.

***

Nuca melajukan motornya dan menuju rumah Lyodra. Di sepanjang jalan Nuca merangkai kata maaf untuk Lyodra karena perilakunya akhir-akhir ini.

Dirinya sudah sampai di depan rumah gadis itu. Nuca berkali-kali menghembuskan nafasnya kasar karena merasa nervous.

"Gila gue kok nervous sih, gue cuma mau bilang maaf bukan mau nembak," ucapnya gusar.

Diliriknya bel rumah yang berada di dekatnya. Tangannya terasa kaku untuk sekedar menekannya.

"Eh ada den Nuca," ucap bi Siti.

"Eh ada bibi, Lyly nya ada bi?" Tanya Nuca akhirnya.

"Non Lyly sekarang les den, disuruh sama mamanya,"

"Lyly pulang nya masih lama bi?"

"Gak lama lagi kok, ini kan udah sore. Ditunggu di dalam aja den!"

Nuca memasuki rumah Lyodra, rumah Lyodra masih tampak sama saat dirinya dulu sering bermain ke rumah itu atau sekadar mampir.

Rumah itu nampak sepi karena hanya ada bibi dan Nuca saja. Keluarga Lyodra belum pulang karena sedang ada acara di luar.

Terjebak dalam Friendzone (Kapal Pesawat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang