Promise

514 81 41
                                    

Aku janji gak akan buat kamu nangis lagi 🕊

___________

Malam itu Lyodra merebahkan tubuhnya yang sudah lelah sembari mengingat-ingat kejadian demi kejadian yang telah dilewatinya tadi mulai dari Nuca yang tiba-tiba merusak pentas sampe Sam ikut terlibat dengan masalah itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam itu Lyodra merebahkan tubuhnya yang sudah lelah sembari mengingat-ingat kejadian demi kejadian yang telah dilewatinya tadi mulai dari Nuca yang tiba-tiba merusak pentas sampe Sam ikut terlibat dengan masalah itu. Sudahlah satu kata yang dirasakannya saat itu hanya lelah.

Lyodra menatap jam dinding tepat di depannya. Menunjukkan pukul 23.00 sedangkan besok masih sekolah, gadis itu memutuskan untuk tidur melepaskan semua penat yang ada.

***

Baru saja satu langkah saat dirinya memasuki kelas Keisya dan Ziva sudah menghampirinya dan mengajaknya ke taman belakang mumpung masih ada beberapa waktu sebelum jam masuk.

"Apaan sih tarik-tarik? Dikira layang-layang apa gimana?" Hardik lyodra menatap kedua temannya yang masih menariknya bak mengulur layang-layang.

"Bentaran doang," ucap Keisya yang sudah mendudukkan diri di bangku taman.

"Ngapain si Kei?" Lyodra yang masih menenteng tasnya ikut mendudukkan dirinya di bagku taman.

Ziva masih celingak celinguk menatap sekitar menjaga ada orang atau tidak.

"Kalian ngapain sih? Kek mau malak orang aja," dengus Lyodra.

"Lo gak tau?" tanya Ziva intens.

"Ya enggak lah, lo aja belum ngomong. Gue bukan cenayang kali!"

"Ya intuisi gitu gak ada?" heran Ziva sambil bergaya ala-ala detektif.

"Udah cepetan sebelum masuk!"

"Masalah Nuca, Ly!" Ucap Keisya menatap Lyodra.

"Kak Nuca kenapa?" tanya Lyodra acuh tak acuh sambil memainkan ponselnya. Jujur mendengar kata Nuca, dirinya seperti muak dengan semua perilakunya akhir-akhir ini.

"Gak usah bahas kak Nuca!" Lyodra meninggalkan kedua temannya dan menuju kelas. Tidak peduli Ziva dan Keisya yang masih meminta tinggal untuk mendengarkan mereka berbicara.

Lyodra tetap mengabaikan mereka berdua samar-samar didengarnya kata Nuca dan bully selebihnya Lyodra mengabaikannya.

Tepat saat Lyodra duduk di bangku kelas saat itu juga bel masuk berdering. Apalagi sekolahnya tergolong elite baru saja bel berdering guru pengajar sudah memasuki kelas.

Terjebak dalam Friendzone (Kapal Pesawat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang