Berhenti sebentar saja,

558 86 31
                                    


Jangan dilupaa streamm gengzzzzzzz!!! Ga ada penolakan 💋
____________________


Mengapa harus bertingkah seolah semua tak akan berakhir jika akhirnya kamu sendiri yang berusaha mengakhiri 🍂

Senyuman itu

Hanyalah menunda luka

Yang tak pernah kuduga

Dan bila akhirnya

Kau harus dengannya

Mengapa kau dekati aku

Kau membuat semuanya indah

Seolah takkan terpisah

Lyodra menyanyikan sepenggal lagu kesukaannya di sela isakan tangisnya. Tak pernah terbayang oleh dirinya Sam membuatnya menangis seperti ini. Selama dirinya taken dengannya tak pernah sedikitpun Sam membiarkannya mengeluarkan setetes air matanya. Tapi nyatanya semua tak lagi sama bahkan sekarang Sam lah yang membuatnya menangis sesenggukan.

Gadis itu masih ditempat yang sama, didekapnya bunga yang dibelinya beberapa waktu lalu yang sudah basah terkena air hujan. Dingin menyeruak menusuk tubuhnya di riuhnya hujan malam. Bahkan hujan pun enggan untuk memberhentikan airnya yang terus menerjang bumi.

Detik demi detik berlalu sangat cepat, air sudah tak lagi menetes hujan telah berhenti dan hanya meninggalkan genangan di beberapa titik. Kalian pernah melihat Frozen 2? Dimana ada pepatah kalau air menyimpan kenangan? Sama, mungkin saat ini bukan hanya genangan saja tapi juga kenangan gadis itu tentang apa yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu. Everything has changed.

Semua bisa berubah kapanpun, hati manusia tiada yang tau. Bahkan kita sendiri tidak pernah tau, mungkin saja hari ini sangat mencintai bisa jadi besok adalah hal yang paling kita benci.

Lyodra tersadar dari lamunannya saat rok nya tertiup angin malam. Ditatapnya ponsel miliknya, keberuntungan sedang berpihak padanya kakaknya dapat menjemput dirinya tanpa perlu lagi susah-susah mencari tumpangan. Alih-alih senang, Lyodra teringat lagi saat dirinya menelepon Sam untuk menjemputnya namun jawaban yang diperoleh hanyalah makian.

***

Cowok itu menarik selimutnya rapat-rapat mencoba memejamkan matanya yang tak bisa tertidur. Bahkan rasa kantuknya sudah hilang dipenuhi bayang-bayang rasa bersalahnya kepada gadisnya.

"Iya otak, gue tau gue bodoh jangan salahin gue terus. Elu juga sih gak kasih saran kan jadi gue mikirnya gak pake otak," ucap Sam membolak-balikkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal.

"BODOHHHHHH!" Teriak Sam meluapkan emosinya.

Tante Ersya selaku mamanya Sam yang saat itu sedang mengambil air mineral di dapur kaget karena anak laki-lakinya itu berteriak keras di malam hari.

Ersya memutuskan melihat keadaan anaknya itu, dibukanya pelan-pelan gagang pintu kamar anaknya.

Krekkkk

Pintu kamar Sam memang tidak pernah dikunci, entah karena apa dari kecil Sam memang telah terbiasa seperti itu. Dilihatnya anak semata wayangnya yang sudah tertidur dengan tengkurap dengan tampilan yang menurutnya aneh. Sejak sepulang dari dari luar dirinya uring-uringan sendiri dan tidak mengganti pakaiannya sama sekali.

Terjebak dalam Friendzone (Kapal Pesawat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang