BAB 16

23.9K 948 2
                                        

Sinar matahari menembus dedaunan rindang yang berjajar di sepanjang jalan kampus. Suasana pagi masih cukup tenang, hanya beberapa mahasiswa yang lalu-lalang membawa buku dan kopi.

Leon memarkir mobilnya, lalu berjalan ke sisi penumpang untuk membuka pintu bagi Alana.

"Princess turun dari kereta kencan," ucap Leon sambil membungkuk seolah menjadi pengawal kerajaan.

Alana tertawa pelan dan menepuk pundaknya. "Udah-udah, nanti dikira cosplay Beauty and the Beast."

Leon menyeringai, lalu menggandeng tangan Alana saat mereka berjalan masuk ke area fakultas. Mahasiswa lain yang mengenal mereka melirik, beberapa menyapa dengan senyum, sudah terbiasa dengan pasangan ini.



Kayla dan Riko sudah menunggu di depan kelas, duduk santai di bangku panjang.

"Lama banget sih," keluh Riko sambil menyeruput es kopi yang sudah hampir habis.

"Maaf ya, kami pacaran dulu di jalan," jawab Alana sambil menjulurkan lidah ke arah mereka.

Kayla menyikut Riko. "Liat tuh, couple goals. Kita kapan bisa kayak gitu?"

Riko menoleh dengan ekspresi datar. "Mau juga dianter naik mobil Leon? Bisa, asal lo rela duduk di boncengan motor gue tiap hari dulu."

Semua tertawa, termasuk Alana dan Leon. Tak lama kemudian dosen masuk dan mereka berpencar masuk kelas.

Kayla dan Riko sudah menunggu di depan kelas, duduk santai di bangku panjang.

"Lama banget sih," keluh Riko sambil menyeruput es kopi yang sudah hampir habis.

"Maaf ya, kami pacaran dulu di jalan," jawab Alana sambil menjulurkan lidah ke arah mereka.

Kayla menyikut Riko. "Liat tuh, couple goals. Kita kapan bisa kayak gitu?"

Riko menoleh dengan ekspresi datar. "Mau juga dianter naik mobil Leon? Bisa, asal kamu rela duduk di boncengan motor gue tiap hari dulu."

Semua tertawa, termasuk Alana dan Leon. Tak lama kemudian dosen masuk dan mereka berpencar masuk kelas.

Alana duduk di bangku tengah bersama Kayla, sedangkan Leon dan Riko di barisan belakang. Tapi sesekali Leon melemparkan pesawat kertas kecil ke arah Alana. Salah satunya jatuh di meja Kayla.

"Leonnn!" bisik Alana sambil memutar bola matanya, lalu membuka pesawat kertas itu.

Tertulis:

"Can't concentrate. Your side profile is distracting."

Alana menggigit bibir menahan senyum, lalu membalas dengan catatan kecil di sobekan kertas:

"Focus on the lecture or I'll sit far from you next class 😜"

Leon membaca balasan itu lalu pura-pura menepuk jidat, membuat Riko nyengir dan bergumam, "Dasar bucin."

Saat ini mereka duduk di bawah pohon rindang. Alana membuka bekal kecil yang dibawanya dari rumah. Di dalamnya ada potongan buah dan dua roti isi tuna.

"Tau nggak, aku kayaknya lebih semangat ke kampus bukan karena kuliahnya," ujar Leon sambil menggigit roti.

"Karena aku?" tebak Alana sambil pura-pura malu.

Leon mengangguk mantap. "Dan juga... karena bekalmu. Tapi kamu tetap nomor satu kok."

Alana tertawa, lalu menyuapi Leon potongan semangka. "Manis, kan?"

love, Alana (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang