Sorry for typos~
Happy reading 💞🍀 Story That Won't End 🍀
Once again I'm left alone
"Save me"°°°
Taehyun membuka matanya perlahan, mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia melihat ke sekitarnya, ternyata ia berada di sebuah kamar. Setelah terdiam beberapa saat, ia baru menyadari bahwa ini adalah kamar Beomgyu dan Soobin.
Tunggu, bukankah tadi dia tertidur di mobil dalam perjalanan menuju agensi. Lalu kenapa sekarang ia bisa berada disini?
Pintu kamar terbuka menampilkan sosok Beomgyu. Begitu melihat mata Taehyun yang terbuka, buru-buru dia menghampiri adiknya itu.
"Akhirnya kau bangun juga, apa yang kau rasakan? Pusing? Haus?" Beomgyu membantu Taehyun untuk duduk. Taehyun hanya mengangguk karena ia merasakan keduanya.
Beomgyu pun mengambilkan gelas berisi air yang sudah tersedia di nakas lalu membantu Taehyun meminumnya. Setelah itu ia meletakkan kembali gelas itu di nakas.
"Hyung" panggil Taehyun, membuat Beomgyu menoleh.
"Kenapa aku bisa disini? Bukankah tadi kita dalam perjalanan menuju agensi?" akhirnya Taehyun mengutarakan pertanyaan di kepalanya.
Beomgyu menghela napas, "Ya, tadinya kita sudah sampai di agensi, tapi kau benar-benar tidak bisa dibangunkan. Dan juga, ada sesuatu yang membuat kami panik tadi" Beomgyu meraih sesuatu yang tersampir di kursi dan menunjukkannya pada Taehyun.
Seketika Taehyun membulatkan mata, itu adalah kemeja seragamnya yang terkena darah tadi. Lalu dia melirik ke bawah, ternyata pakaiannya sudah berganti dengan pakaian rumah. Taehyun tertangkap basah sekarang.
"Saat berusaha membangunkanmu, tiba-tiba ada darah yang mengalir dari tanganmu, tentu saja kami terkejut. Yeonjun hyung segera melepas jasmu, dan ternyata seragammu sudah dipenuhi darah yang berasal dari luka di lenganmu" tutur Beomgyu. Taehyun melirik lengannya, sekarang sudah terbungkus rapi oleh perban tapi terasa kaku untuk digerakkan.
"Kau tidak memasang plesternya dengan benar, jadi lukanya terbuka lagi. Karena kami sudah sangat panik, kami buru-buru membawamu ke klinik kesehatan agensi untuk diobati. Kata dokter lukamu tidak terlalu dalam, jadi tidak perlu dijahit. Tapi jangan terlalu banyak bergerak dulu atau lukamu akan terbuka lagi" Beomgyu berucap dengan raut sendu.
Beomgyu pun duduk di tepian kasur, ia menatap dalam pada yang lebih muda, "Apa yang hyung katakan tentang menyembunyikan sesuatu?"
Taehyun menggigit bibir bawahnya, ia sadar ia tidak menaati perkataannya sendiri.
"Hyung sudah bilang, jangan sembunyikan apapun, apalagi masalah seserius ini. Beruntung lukamu tidak infeksi, dan segera diobati. Tapi jika tidak segera diobati? Banyak kemungkinan buruk yang akan terjadi dan hyung tidak mau jika itu sampai terjadi padamu" Beomgyu menarik napas dan menghembuskannya perlahan, berusaha meredam emosinya supaya tidak meledak.
"Aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, hyung hanya sangat khawatir padamu, jadi tolong bilang pada hyung, hal sekecil apapun itu, ya?" Beomgyu menatap Taehyun penuh harap. Ketika Beomgyu sudah memanggil dirinya sendiri dengan 'hyung' di hadapan Taehyun, itu artinya dia sedang dalam mode seorang kakak yang bertanggung jawab menjaga adiknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Story That Won't End || TXT
Fanfiction"Soulmate?" "Iya, kita berdua kan soulmate, kita selalu ada untuk satu sama lain saat kita saling membutuhkan" ================================== Perjuangan yang harus TXT lalui menjelang peringatan satu tahun debut mereka. Saat dimana persahabatan...