Kadang kala airmata saja tak cukup untuk membalut kelukaan. Bahkan kadang kala kelukaan jauh dari kenyataan yang ada.
Tapi biarlah....
Kan kucoba tuk bertahan meski sakit namun mungkin itulah yang kauinginkan. Walau ku akui aku tak kan pernah bisa. Meski telah kucoba dan mencoba lagi...
Mungkinkah aku bisa...
Mungkinkah??"Emu...kau banyak berubah akhir-akhir ini..." teguran itu mbuat Emu seketika mendongakan kepala untuk melihat siapa yang berbicara padanya kini. Ia mengenal suara bas itu.
"Sento sensei...." desisnya.
"Emu...kalau kau punya masalah jangan segan-segan crita padaku. Aku pasti akan membantumu. Kan kau juga akan menjadi adikku nantinya." tawar Sento manis. Sento sebelumnya tak pernah semanis dan seperhatian ini pada adik-adik pacarnya yang lain. Bahkan ia tidak begitu dekat dengan mereka karna memang Sento itu sangat pemalu dan juga kaku orangnya. Adik-adik kekasihnya sudah paham mengenai hal itu.
Emu hanya terdiam. "Tidak ada yang bisa aku ceritakan, sensei! Setidaknya untuk sekarang ini karna aku juga tidak begitu mengerti apa masalahku. Hanya aku yang tau dan menyadari bahwa sesungguhnya aku sendirilah biang masalah itu." bisik hatinya.
"Emu...hei Emu!!" Sento mengibaskan jemari tangannya didepan mata pemuda itu.
"Hei...kau melamun?"
Emu mengangkat wajahnya dan menatap gurunya yang juga berstatus sebagai tunangan kakak tertuanya saat ini.
"Sensei.....bolehkah aku tau kenapa sensei bisa mencintai Ryu neesan? Apa sich yang sensei lihat darinya? Dia memang wanita. Tapi tidak ada cantik-cantiknya dan hanya terkesan polesan saja. Kakakku itu sama sekali tak ada seksi-seksinya. Tidak bisa berdandan apalagi memasak. Dia juga sangat kasar dan urakan. Apa sich yang sensei harapkan dari gorilla seperti itu?"
Sento tersenyum geli mendengar pernyataan Emu tentang kakak tertuanya itu. Iapun berpikiran tak jauh dari itu. Ryuga memang tidak ada menariknya sama sekali. Namun Sento mencintainya, itu yang penting. Ryuga adalah wanita pertama yang mengenalkannya tentang arti cinta dan ketulusan. Wanita yang sudi menyediakan bahunya untuk bersandar ketika semua orang menjauhinya terkait dengan kasus manipulasi terhadap Negara yang dilakukan ayah kandungnya dulu. Ia satu-satunya yang menyemangati dan mendukungnya ketika semua orang bahkan keluarganya tak lagi peduli padanya. Meskipun Ryuga terlihat kasar dan urakan tapi hatinya yang tulus itulah yang membuat Sento jatuh hati padanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Butterfly paper (End)
FanfictionEmu : "Aku tidak mengerti, seberapa banyakpun perbedaan diantara kita, sebanyak apapun luka dan cobaan yang mengelilingi langkah kita, aku tetap tak bisa jauh darimu dan selalu ingin berada didekatmu." parad : "Akupun ingin kau tau, meski sayapku ak...