Seperti daun-daun mapel yang berserakan dimusim gugur, terbiar ditiup angin hingga terlepas dari ranting yang rapuh. Luruh...layu tak berdaya. Tapi enggan menampakan kelemahannya sampai ia tersapu oleh angin terbang jauh tak kembali lagi.
Akankah hidup juga seperti itu? Satu keputusan terucap akan merubah seluruh hidupmu. Menenggelamkan apa yang sudah kau rencanakan. Hingga akhirnya kau ragu apakah semua jalan yang kau ambil itu sudah tepat?
Resah...hanya itu yang bermain dibenakmu saat ini.....
..........................................................
"Yokatta...." ucap Hiro. Emu memasang wajah bingung. Tapi Hiro hanya tersenyum mengusak rambutnya."Ikou, masih banyak yang harus kota lihat!" ucapnya ikut bersemangat. Emu tidak mengerti, tapi ia mengangguk semangat juga.
"Un!"
Mereka berdua kemudian meneruskan langkah mereka karna mereka sudah terpisah jauh dari Amuchi dan Parad yang entah berada dimana. Tapi Hiro dan Emu tak terlalu memperdulikannya karna yah...rasanya menghabiskan waktu melihat ikan-ikan berenang diatasmu tak ada salahnya. Mereka bahkan sempat melihat pertunjukan lumba-lumbanya, yang membuat Emu tak berhenti terkagum-kagum.
"Kau bisa mati karna senang." kata Hiro terkekeh. Mereka baru saja keluar dari wahana food court hanya untuk Emu yang ingin sekali es krim vanilla. Pemuda manis itu kemudian memakannya tampa menghilangkan senyum dibibirnya. Ia terlihat sangat bahagia hingga ia melupakan sejenak beban pikiran dan juga penyakitnya.
Bahkan sekarang, dia masih tersenyum menengok kearah Hiro dengan wajah bertanya. Hiro kembali terkekeh karna ternyata Emu benar-benar tak mendengarkan ucapannya barusan. Tangannya terulur mengacak rambut Emu sampai pemiliknya mengeluh kesal.
"Hiro nii!" Emu akhirnya berteriak, membuat Hiro tak bisa menahan tawanya. Emu terlihat sangat manis sekarang. Dia menggembungkan pipinya dengan masih menggenggam es krim vanilla ditangannya.
"Kau terlihat lebih baik, otouto!" katanya kemudian. Emu tersenyum tipis. Dia menatap sekitar mereka untuk sesaat.
"Aku lebih senang melihat wajahmu yang seperti ini, tampa beban dan ceria! Aku menyukaimu yang seperti ini. Teruslah tersenyum Emu karna kau akan semakin manis bila tersenyum!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Butterfly paper (End)
FanfikceEmu : "Aku tidak mengerti, seberapa banyakpun perbedaan diantara kita, sebanyak apapun luka dan cobaan yang mengelilingi langkah kita, aku tetap tak bisa jauh darimu dan selalu ingin berada didekatmu." parad : "Akupun ingin kau tau, meski sayapku ak...