Beberapa hari lalu, cinta meregang nyawa disela-sela percakapan yang terbakar.
Kini, ia sudah terbaring di dalam kuburannya sendiri. Entah akan di gali atau tidak, yang jelas, pun jika cinta kembali hidup, ia akan hidup dengan sosok yang berbeda.
Tidak ada yang datang berziarah ke pusara itu. Pusara hanya monumen. Dan cinta tidak pernah abadi. Seperti sebutir dosa yang merusak segenggam kebaikan. Seperti sehelai daun yang di gugurkan dengan sengaja oleh sebatang ranting. Seperti setangkai bunga yang patah namun menyalahkan kumbang.
Cinta sudah mati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jika Kau Tidak Keberatan
De Todoisinya tentang kamu saja. kamu yang terlewati. kamu yang sedang bersamaku. dan kita kedepannya.
