Aku datang dari jauh menuju sebuah tempat yang terkenal di kota itu untuk bertemu dengan seorang ahli yang katanya bisa meramal masa depan.
Kubayar karcis dan masuk kedalam ruangan.
Seseorang tengah duduk di kursi kayu menungguku.
Didepannya ada bola kaca,
kelap kelip seperti petir. Peramal.
Kuberikan telapak tangan.
Dia ramal "suatu saat kau dan dia akan..."
Peramal itu mati sebelum kalimatnya usai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jika Kau Tidak Keberatan
Randomisinya tentang kamu saja. kamu yang terlewati. kamu yang sedang bersamaku. dan kita kedepannya.
