Akhirnya, mencintai tidak lebih dari sekadar kata sepakat yang rela mengiringi lenyapnya rindu yang tidak lebih beku dari rintik hujan sore tadi.
Akhirnya, mencintai tidak lebih keras dari kepalamu. Ia bersedia mengantar janji ke pemakaman terakhir, menenteng sekantong bunga mawar dan sekantong air mata.
Lalu,
setelah cukup lama dan jauh, tibalah kita pada proses pemakaman mayat kita sendiri.
Detik berhenti sejenak.
memberikan ruang pada kita berdua untuk berpamitan.
Kemudian kita terbaring di kuburan kita masing-masing seperti dua orang yang dahulunya saling mengenal, kini malah terlihat asing, tanpa kata, tanpa kata-kata cinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jika Kau Tidak Keberatan
Casualeisinya tentang kamu saja. kamu yang terlewati. kamu yang sedang bersamaku. dan kita kedepannya.
