Lelaki itu merangkak melewati dimensi batas antara tidak tahu dan perasa. Mencari ingatan yang sudah tertinggal di bawah koling meja.
Kali ini hidup hanyalah sebatang lilin dan korek adalah harapan.
Tidak ada gema.
Tidak ada rintik.
Tidak ada riuh.
Tidak ada gembira.
Ketupat, sayur, opor ayam, dan lainnya boleh jadi sudah terhidang di atas meja. Tapi cinta tidak pernah ada disitu.
Tidak ada hari raya.
Dunia hanya kungkungan dan kekangan. Bintang tidak lebih dari takhayul.
ia menunggu kekasihnya yang tidak kunjung tiba dari perantauan. Sementara anak kecil sudah tertidur kelelahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jika Kau Tidak Keberatan
Randomisinya tentang kamu saja. kamu yang terlewati. kamu yang sedang bersamaku. dan kita kedepannya.
