Selalu ada alasan buatmu:
untuk sekadar membenci atau mencintai
untuk sekadar datang atau memilih pergi
untuk sekadar menghilangkan penat atau diam dan menetap
untuk sekadar mengisi atau melenyapkan
untuk sekadar bergandengan atau berbeda tujuan
untuk sekadar mendoakan atau memilih mengacuhkan
untuk sekadar menatap atau siap membulatkan tekad
Bagi beberapa orang, alasan itu sakral. Mereka butuh beberapa alasan agar tetap hidup.
Mereka butuh beberapa alasan agar mereka dapat mencintai diri mereka sendiri dan si pemberi alasan.
Karena alasan bukan hanya sekadar apa-apa.
Bukan hanya sekadar perjalanan memilih dan menetapkan.
Bukan hanya perihal janji atau pengingkaran.
Ada banyak orang yang memilih hidup karena alasan dan ada banyak orang yang memilih mati karena alasan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jika Kau Tidak Keberatan
Ngẫu nhiênisinya tentang kamu saja. kamu yang terlewati. kamu yang sedang bersamaku. dan kita kedepannya.
