"Jadi kau benar-benar jadian dengannya?" pekik Anastasia ketika aku selesai bercerita padanya tentang kejadian kemarin . Seperti biasa, toko sepi. Akhir-akhir ini entah kenapa toko jadi sepi ....
"Iya. Tetapi hanya satu bulan saja." Ucapku sambil membuka handphone Alex, aku jadi penasaran apa isinya, hehehe bilang saja aku ini kepo dan itu kenyataan.
"Itu kan jika kau tidak jatuh cinta padanya, jika kau jatuh cinta padanya, ceritanya lain lagi." Ucapnya.
"Ciee .... Handphone nya baru ya?" ucap Anastasia lagi, aku menggeleng.
"Bukan, ini milik Alex." Ucapku . dan dia menatapku kaget.
"Wow! Kau dan Alex sudah seperti pasangan pada umumnya tau! Kalian saling bertukar ponsel, si cewek memeriksa ponsel pacarnya, lalu---"
"Stop, Anastasia! Itu terdengar sangat menggelikan tau. Lagipula dia memberikan handphone nya hanya agar dia mudah menghubungiku, itu artinya agar dia bisa menggangguku 24 jam nonstop." Ucapku. Anastasia hanya terkikik kecil.
"Betapa romantisnya Alex .... Aku jadi penasaran padanya .... Aku pernah melihat Dylan dan Xavier tapi tidak pernah melihat yang tiga orang lagi..." ucap Anastasia, bertepatan dengan ucapannya itu, pintu toko terbuka , aku pun bersiap menyambut pelanggan , tapi tak jadi ketika aku melihat bocah berkepala batu itu yang datang ke toko. Dan di belakangnya ,ada Blake.
"Mau apa kau kesini?" ucapku sebal padanya. Anastasia menatapku bingung.
"Hey, itu pembeli loh ..." bisik Anastasia ,sekarang aku yang menatapnya.
"Dia Alex, Anastasia." Gumamku. Seketika itu dia menjadi diam, mungkin mengerti.
"Aku mau menjemputmu." Ucap Alex.
"Shift kerjaku baru berakhir jam Sembilan, Alex ." jawabku, berusaha sabar. Ia melihat jam nya yang pasti saat ini menunjukkan pukul setengah delapan malam.
"Tidak bisa dipercepat kah? Aku mau mengajakmu pergi." Ucapnya sambil kembali menatapku.
"Aku tidak ingin pergi. Aku sedang lelah, besok juga harus sekolah." Tolakku, Alex memutar matanya.
"Besok Sabtu, for your information." Ucap Blake sambil terkekeh kecil. Aku mendengus.
"Terimakasih untuk informasinya, mister Blake whatever your last name is." Ucapku sarkas.
"Hey! Don't sassy me, I'm the sass masta." Ucapnya keras, aku hanya memutar mata sedangkan kulihat Anastasia yang tertawa kecil melihat tingkahnya.
"Btw, kenalkan ini Anastasia , ia teman kerjaku. Umurnya seperti kita tapi dia tidak pergi ke sekolah yang sama dengan kita." Ucapku sambil merangkul Anastasia .
"Hello, love. My name is Blake." Ucap Blake sambil menjabat tangan Anastasia ramah . I like Blake already, dia tidak membedakan teman.
"Aku Anastasia ... senang bertemu denganmu."Ucap Anastasia manis. Aku menatap Alex yang bersedekap dengan angkuhnya.
"Alex. Kenalkan, ini Anastasia. Sahabatku." Ucapku dengan penekanan di kata sahabat. Alex terdiam menatapku, kami saling menatap selama beberapa saat, hingga akhirnya ia kalah dan akhirnya dia mau menjabat tangan Anastasia.
"Aku Alex." Ucapnya sambil menjabat tangan Anastasia . Temanku itu tersenyum kecil.
"Aku tau. Sky sering bercerita tentangmu." Ucapnya, aku melototi Anastasia sedangkan Alex tersenyum lebar.
"Really? Yang baik-baik atau yang jelek-jelek?" Tanya Alex.
"Yang jelek tentu saja." Ucapku langsung sebelum Anastasia berkata yang tidak-tidak. Alex mendengus dan menatapku.
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY
Fiksi RemajaSky Vanilla Princessa White mempunyai segala sesuatu yang diidamkan seluruh gadis di dunia ini. Ia cantik, kaya, pandai, hidupnya sangat sempurna. Tapi,Sky merasa bahwa hidupnya malah tidak enak karena selama ini ia selalu dikelilingi oleh orang y...
