Malam ini, Jaehyun dihubungi oleh pihak bengkel tempat mobil Yeona diperbaiki. Mobil putih milik Yeona sudah benar, namun mereka bilang jika Yeona sama sekali tidak bisa dihubungi.
Karena itu lah Jaehyun memutuskan untuk mengambilkannya.
"Berapa totalnya?" tanya Jaehyun pada sang pemilik bengkel yang berdiri di depannya. Ia sudah bersiap untuk mengeluarkan dompet dari saku celananya.
"Eh? Semuanya sudah lunas, Pak."
Gerakan Jaehyun mengambil dompet itu terhenti. Pria itu mengernyit kemudian mengalihkan pandangannya ke arah mobil milik Yeona di sampingnya. "Lunas? Yeona sudah melunasi semuanya?"
"Saya tidak tahu siapa yang melunasinya, yang pasti bukan pemilik mobil ini. Baru pagi ini dia membayarnya," ujar pria yang terlihat lebih tua beberapa tahun dari Jaehyun itu.
Pagi ini? Mark bilang sejak pagi Yeona maupun Boa sama sekali tidak keluar rumah –pasca kedatangan Johnny pagi tadi. Jadi, siapa yang membayar semua biaya perbaikan mobil Yeona?
"Boleh saya tahu ciri-cirinya?"
"Tentu. Pria itu tinggi, mungkin lebih tinggi beberapa centi darimu. Ah! Dia kemari bersama seorang wanita cantik. Sepertinya mereka sepasang kekasih."
Pria bersama dengan seorang wanita. Ya, tentu saja pikiran Jaehyun langsung mengarah pada Johnny. Ia yakin tidak ada seorang lelaki pun yang sudah memiliki kekasih mau membayar mobil milik perempuan lain.
Kecuali pria itu masih berstatus suami.
Well, ia sangat yakin pria itu adalah Johnny berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan oleh sang pemilik bengkel. Tapi pertanyaannya, untuk apa pria itu masih mau membayar biaya perbaikan mobil Yeona setelah dirinya mencampakkan wanita itu?
Jaehyun akhirnya membawa Hyundai Grandeur putih itu dengan pelan kembali ke rumah Boa. Jarak antara rumah mereka dengan bengkel tidak lah jauh sehingga ia tidak perlu mengemudikan mobil itu terlalu cepat.
Sesampainya di depan rumah Boa, ia melihat sosok Yeona baru saja keluar dari gerbang lengkap dengan mantel cokelat miliknya. Gadis itu sedikit terkejut saat melihat mobilnya melaju pelan mendekatinya.
Jaehyun menghentikan mobil itu di samping Yeona kemudian membuka kaca jendela di sampingnya.
"Kenapa kau mengambilkan mobilku? Baru saja aku akan mengambilnya," pekik Yeona dengan cepat.
"Sama-sama."
Yeona mengernyit lantas berdecih. Pria di hadapannya itu terlihat menampakkan ekspresi yang menyebalkan. "Terima kasih, Jaehyun," tukasnya. "Padahal kau tidak perlu repot."
Jaehyun meletakkan lengannya di jendela yang terbuka lantas menepuk pelan kemudi di depannya. "Pemilik bengkelnya menghubungiku. Dia bilang kau tidak meresponnya sejak pagi sehingga memutuskan untuk menelponku."
Yeona meringis kecil. "Ah, itu. Aku memang mematikan ponselku. Jadi, berapa totalnya?" tanyanya seraya mengeluarkan dompet dari tas kecilnya.
"Tidak perlu menggantinya," seru Jaehyun cepat. Ia menggeleng cepat melihat Yeona menelengkan kepalanya heran.
Ia menghela napas panjang. "Johnny sudah membayar semuanya," lirihnya begitu kecil hingga tersamarkan oleh suara desingan mesin mobil.
"Huh, kau bilang apa?"
"Tidak. Aku bilang kau tidak perlu menggantinya."
Bibir Yeona menjebik. Jika seperti itu, ia tidak bisa memaksa. Lagipula, kapan lagi dirinya bisa menghemat uang servis mobilnya sendiri? Ia mengendikkan bahunya kemudian kembali memasukkan dompetnya ke dalam tas selempangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REMINISCENCE - Jung Jaehyun✔
Fanfiction[Finished - Bahasa Baku] -a sequel of (UN)BROKEN VOWS ⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️ Sebelum membaca REMINISCENCE sangat disarankan untuk membaca (UN)BROKEN VOWS terlebih dahulu ⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️ Jangan kira semuanya telah berakhir dengan perpisahan. Jaehyun dan Y...
