Sinar matahari dari ufuk barat lumayan membuat badan bercucuran keringat.
"Udah lah ness duduk-duduk dulu sini, nggak pegel apa berdiri terus"
Vanessa hanya menoleh sejenak ke arah Bintang dan membuang muka lagi.
10 menit kemudian datang Bimo beserta rombongannya dengan sebuah mobil Jeep tua.
"Eh ntang udah lama ya nungguin?" Sambil mengulurkan tangannya ke arah Bintang.
"Gapapa kok santai aja. Lagian lama juga betah gw kalau ada yang nemenin" Balas Bintang seraya berjabat tangan dengan Bimo dan melirik ke arah Vanessa.
"Oh ya kenalin itu Vanessa"
"Vanessa, kenalin ini yang namanya Bimo."
"Bimo" Ucap Bimo seraya mengulurkan tangan ke arah Vanessa.
"Vanessa" Ucap Vanessa yang membalas jabatan tangan dari Bimo.
"Oh ya ini temen kerja gw, ini namanya Surya, dia kameraman di team kita. Kalau ini mbak Renata ,dia baru gabung ikut penelusuran team kita hari ini , disini dia menggantikan ki Drajat yang sedang sakit. "
Mereka bersalaman dan saling mengenal satu sama lain.
"Cuma ini Bim team lu? Bukannya biasanya banyak? " Tanya Bintang.
" Iya kita cuma bertiga, yang lain lagi ada urusan. Lagian cukup aja kok cuma bawa kameraman , kan kita niatnya emang nggak bikin penelusuran seperti biasanya. Aku juga udah sediain go-pro yang nanti akan aku pasang di beberapa sudut ruangan."
"Oh gitu ya, ya udah ayo berangkat tunggu apa lagi."
Mereka bergegas menaiki kendaraan mereka masing-masing menuju lokasi rumah lama kediaman keluarga Vanessa.
*******
"Oke jadi kita sudah sampai. Kita Briefing dulu , jadi hari ini kita tidak akan melakukan penelusuran seperti biasanya. Sesuai dengan rencana kemarin kita akan bermain .... "
"Lin....? "
Vanessa memanggil Elin yang Berdiri di kejauhan rombongan mereka."Sttt Siapa ?" Tanya Bimo ke Bintang
"Temen gw juga ,sama kek Vanessa. Nggak tahu kenapa tiba-tiba udah ada disini. Katanya tadi nggak mau ikut ."
Vanessa berlari menghampiri Elin. Mereka berdua berbincang lumayan lama di kejauhan sana.
"Sorry ya jadi nggak enak gw ,bentar gw ajak mereka kesini. " Ujar Bintang ke Bimo&Kru.
Bintang berlari menghampiri Elin dan Vanessa. Bintang terlihat berbicara sebentar dan mereka langsung kembali ke romongan Bimo.
"Maaf ya kak, kenalin ini temenku. Namanya Elin."
Bimo, Surya dan Renata bergantian berjabat tangan dengan Elin.
"Kamera udah on Sur? " Bisik Bimo ke telinga Surya
"Udah Bim dari tadi"
"Ya udah nanti dipotong aja bagian ini" Bisiknya lagi.
"Oke jadi kali ini kita tidak akan melakukan penelusuran seperti vidio-vidio sebelumnya. Tapi kita akan melakukan sesuatu yang baru, yang tentunya akan terasa lebih fresh. Karena kita hari ini akan bermain Midnight Game, di tempat dimana penelusuran kita sebelumnya belum tuntas karena ada suatu kendala."
"Jadi sahabat semuanya, Sekarang kita ada di Rumah tempat Bunuh diri Bu Veronica"
"Jadi dulu kita pernah kesini sebelumnya dan saat itu kita belum mengulik tuntas rumah ini. Jadi tujuan kita bermain midnight game disini adalah untuk mencari tahu apakah benar di tempat ini menyimpan energi negatif yang sangat besar atau tidak. "
*****
"Ok sahabat lain dunia, perkenalkan ini namanya mbak Renata, beliau disini adalah pengganti dari ki Drajat yang sedang tidak bisa hadir. "
"Mbak Renata ada pesan-pesan khusus? "
"Pesan khusus sih cuma satu dari mbak. Jangan sekali-kali coba-coba permainan ini di manapun, karena mengundang makhluk gaib tanpa adanya orang yang bisa mengontrol akan menimbulkan suatu petaka." Ucap Renata dengan tatapan tajam ke kamera.
"Benar sahabat, jangan pernah coba permainan ini di rumah ataupun di tempat lainnya, karena permainan legendaris ini cukup misterius ,belum tentu juga permainan ini bisa berhasil, tapi semoga saja berhasil lah ya. "
"Selain mbak Renata gw juga mengajak beberapa temen untuk berpartisipasi hari ini. Boleh kalian perkenalkan diri. "
Kamera dialihkan ke Bintang
"Saya Bintang Pamungkas "
Kamera dialihkan ke Vanessa
"Saya Vanessa Angelica"
Kamera dialihkan lagi ke Elin
Elin hanya diam seribu bahasa
"Cut.. Cut.. " Teriak Bimo
Bimo langsung berjalan menjauh dan berunding dengan Surya dan Renata.
"Lin...? Lu nggak lagi sakit kan?" Tanya Vanessa kebingungan.
Elin masih diam dan tatapannya sangat kosong.
"Eh Ness, aneh nggak sih menurutmu Elin? " Bisik Bintang ke Vanessa.
Seketika Elin menatap sinis wajah Bintang.
"Eh nggak kok Lin, nggak lagi ngomongin lu, gw pergi dulu ya Ness mau ngomong sama Bimo. "
Bintang berlari menjauh meninggalkan Vanessa dan Elin.
"Eh kalian kerasa nggak sih pas salaman tadi tangan cewek itu dingin banget" Tanya Surya
"Kalo gw sih biasa aja, tapi aneh aja lihatnya. Nggak tau kalau mbak Renata"
"Mbak juga nggak tau Bim, Sur, tapi perasaan mbak ada yang sedang mengikuti cewek itu"
"Bim, Sur, Mbak Rihana , maaf ya soal temen gw" Ucap Bintang yang ngos-ngosan karena habis berlari.
"Renata bukan Rihana " Ucap Renata sembari menatap sinis Bintang
"Eh iya lupa, maaf mbak Renata" Ucap Bintang dengan sedikit cengengesan.
"Gapapa kok Bin. Emg temen lu kenapa? Sakit? Anter pulang aja kalau sakit."
"Aku juga nggak tau mbak ? Tapi kemaren... "
"Ehhm" Potong Vanessa yang tiba-tiba sudah ada dibelakang bersama Elin.
"Bisa kita lanjut? " Tanya Vanessa dengan nada halus.
Bersambung.
Jangan lupa Vote ya temen-temen.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Midnight Game
HorrorEnam pemuda memainkan "Midnight Game" di rumah yang sudah 10 tahun tak berpenghuni atau yang lebih dikenal dengan "Rumah Bunuh Diri Veronika". Sesuai dengan namanya ,dahulu kala ada seorang Ibu muda mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 2 r...