Part 16 (Akhir dan Awal)

47 11 0
                                    

03.30 WIB

"Dasar cerewet" Ucap Vanessa.

Vanessa langsung mengalihkan niatnya dan ingin membunuh Elin.
Tapi belum sempat Vanessa menusuk Elin , ia tiba-tiba berhenti lalu pingsan.

"Jam 03.33 lewat dan sekarang semua sudah selesai." Ucap Elin seraya melihat jam yang melingkari tangannya.

"Bagaimana dengan mayat Bimo?"Tanya Surya.

" Kita telepon polisi saja." Ucap Renata seraya mengeluarkan HP nya.

Bintang, Elin, dan Surya yang mendengar itu langsung menatap tajam Renata.

"Tenang, Vanessa Bisa kita nyatakan sebagai korban pelecehan seksual dan sedang dalam keadaan membela dirinya."

Setelah semua sepakat dengan Renata. Renata melanjutkan niatnya dan menelpon polisi.

Tidak lama kemudian Vanessa tersadar dari pingsan dan langsung menangis mengetahui apa yang dilakukannya.

Ia bercerita ke semuanya bahwa sejak ia mendapat luka di kejadian sebelumnya , ia sudah mendapat bisikan-bisikan untuk membunuh dari Midnight Man tapi dia mengabaikannya.

"Bisikan itu semakin menjadi-jadi setelah Bimo memanfaatkan situasi dan berusaha memperkosa ku , lalu aku tenggelam di pengaruhnya." Ucap Vanessa seraya menangis tersedak-sedak.

05.00 WIB beberapa polisi datang dan langsung menangkap Vanessa dan membawanya ke kantor polisi.

Bintang dan lainya mengikuti polisi sebagai saksi.

Setelah sampai kantor polisi, polisi melayangkan beberapa pertanyaan ke Vanessa (sebagai tersangka) dan yang lainnya (sebagai saksi mata).

Singkat cerita Vanessa dibebaskan setelah pengadilan cukup bukti dan menyatakan Vanessa sebagai Korban dan Bimo ditetapkan sebagai tersangka.

3 Hari kemudian.......

Vanessa sedang makan bersama Pak Marko.

"Mbak.. Mbak tahu rumahku dari mana? Kenapa gak bilang dulu kalau mau ke sini?"

Renata hanya diam lalu berjalan ke luar rumah mengabaikan Vanessa. Vanessa langsung meletakan sendok nya dan mengikuti Renata dari belakang.

"Mama?" Ucap Vanessa yang melihat Veronika berdiri membelakanginya.

Kepala veronika memutar 360 derajat hingga membuat vanessa ketakutan dan histeris.

Vanessa berteriak histeris disergai nafasnya yang sangat memburu. Setelah sadar ia menelan nafas lega karena itu semua cuma mimpi buruk.

********

"Tugas numpuk gini enak ya kalau punya uang bisa sewa jasa joki." Ucap Bintang seraya duduk memandangi laptop nya.

Tok.... Tok... Tok
(Suara pintu diketuk)

"Siapa yang maen malem-malem begini?" Tanya Bintang penasaran.

Tok... Tok... Tok

Ketukan pintu itu mengejutkannya lagi.

"Iya sebentar." Teriak Bintang seraya beranjak dari duduknya untuk membuka pintu.

Saat Bintang membuka Pintu ia sangat heran karena tidak ada seorangpun diluar.

Tiba-tiba Bintang merasakan sebuah angin berhembus melewati nya yang membuat seluruh bulu kuduknya berdiri.

Aneh , seperti ada sesuatu yang masuk kedalam rumah (pikirnya).

"Ah, cuma perasaan gue kali" Ucap Bintang.

Bintang mengabaikan apa yang dirasakannya dan berencana mengerjakan kembali tugas kuliah. Tapi saat melihat laptop

'Apa kalian masih ingin bermain?'

Spontan tulisan merah yang tiba-tiba terpampang besar itu membuatnya terkejut dan ketakutan.

Bersambung.

The Midnight GameTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang