Elin terjatuh pingsan dan dengan sigap Bintang pun menangkapnya . Otomatis lilin milik Elin terjatuh dan padam."Lin , cepet Lin sadar"
Tidak lama kemudian Elin tersadar dari pingsannya. Bintang melepas Elin dan mencoba mengambil Lilin Elin, tapi sosok Midnight man muncul secara tiba-tiba persis di depan mereka. Tak selang lama Midnight Man bergerak cepat ke arah Elin dan Bintang.
"Bunuh." Bisikan dari Midnight man, dan hanya Bintang yang bisa mendengarnya.
*********
02.30 WIBSetelah Bimo menelfon Renata. Bimo berusaha lagi mendobrak pintu kamar yang dimana Vanessa terkunci di dalamnya.
Duarrrrr
Akhirnya Bimo berhasil mendobrak pintu kamar tersebut.
"Ness lu gapapa?" Tanya Bimo seraya mendekati Vanessa yang terduduk gemetar di sudut ruangan.
Respon Vanessa langsung memeluk erat Bimo.
"Tenang Nes, gapapa kok, gak ada yang perlu kamu takutin" Ucap Bimo seraya mengelus-elus punggung Vanessa.
"Bim, Nes kalian gapapa" Ucap Renata yang baru datang dengan Surya. Renata meletakkan sebuah buku yang dari tadi dipegangnya di atas meja.
"Gapapa kok mbak, aman" Ucap Bimo seraya melepas pelukannya dan membantu Vanessa berdiri.
"Udah lepas aja Bim, aku gapapa kok. Maaf soal tadi." Ucap Vanessa Lirih seraya melepas tangan Bimo.
"Gapapa kok Nes, jika aku ada di posisimu ,aku juga akan melakukan hal yang sama".
"Bisa cerita sedikit apa yang tadi kamu lihat pas kamu terkunci sendiri di kamar ini?" Tanya Renata.
Vanessa terdiam sebentar lalu menatap Renata.
"Tadi aku ......
"Aaaaaaaaa" Teriak Elin terdengar dari jauh.
"Elin" Ucap Vanessa yang langsung berlari ke arah suara Elin berasal.
Renata, Bimo, dan Surya juga berlari mengikuti Vanessa dari belakang.
02.35 WIB
"Elin, kamu gapapa kan?" Ucap Vanessa seraya memeluk Elin.
Elin hanya menangis ketakutan.
"Nes" Panggil Renata.
Renata menunjuk atap-atap, mengisyaratkan Vanessa agar melihatnya.
"Bintang.." Ucap Vanessa lirih.
"Tenang, mbak akan coba yang mbak bisa lakukan"
Bintang merangkak dari atap-atap melewati dinding samping sampai turun ke bawah. Sekarang tubuhnya sepenuhnya dikuasai oleh Midnight Man.
"Bim,Sur cepet bantu mbak"
"Iya mbak"
"Mbak akan jadi umpan. Kalian harus dengan sigap menangkapnya."
"Bunuh, bunuh, bunuh, bunuh, bunuh " Ucap Bintang seraya berlari ke arah Renata dll berada. Ia mendekat dengan sebuah pisau yang di pegang nya.
Renata yang mencoba pertama kali diserangnya mengelak dan membuat mereka sama-sama terjatuh . Bimo langsung memegangi kaki Bintang dan Surya memegang tangan kirinya. Tapi Bintang masih bisa menggerakkan tangan kanannya dan berhasil menggapai pisau yang terjatuh di dekatnya, dengan cepat Bintang pun bermaksud menyerang Surya terlebih dahulu . Vanessa yang melihat itu tidak bisa tinggal diam dan menangkap tangan Bintang sebelum pisau mengenai Surya.
Karena tenaga Vanessa yang tidak begitu kuat telapak tangan Bintang masih bisa bergerak dan mengarahkan pisau ke tangan Vanessa sampai pisau itu melukainya.
Vanessa mencoba menahan rasa sakitnya, Renata yang melihat hal itu dengan cekatan langsung memukul tangan Bintang dan mengambil lalu membuang pisau tsb.
"Wahai Tuhanku! Sesungguhnya aku berlindung dengan Engkau dari syetan yang terkutuk dari gurisan-gurisannya, dari tiupan-tiupannya dan dari hembusan-hembusannya" Ucap Renata seraya meletakan tangan di atas jidat Bintang.
Renata mengajak semuanya untuk membaca itu berkali-kali dan sampai akhirnya Iblis itu bisa keluar dari tubuh Bintang.
"Diem Ness nggak akan sakit kok" Ucap Bimo yang dengan cepat mendekati Vanessa dan menghentikan pendarahan di tangannya.
"Makasih ya Bim" Ucap Vanessa
"Ini belum selesai. Lin kamu mau terus menangis dan diem ditempat saja? Cepet bantu mbak taburin garam" Ucap Renata yang masih merasakan keberadaan Midnight Man di sekitar nya.
Mereka baru sadar bahwa hanya ada satu lilin yang masih menyala, yaitu lilin Vanessa yang di letakkan di sebelah Elin.
Bersambung.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Midnight Game
HorrorEnam pemuda memainkan "Midnight Game" di rumah yang sudah 10 tahun tak berpenghuni atau yang lebih dikenal dengan "Rumah Bunuh Diri Veronika". Sesuai dengan namanya ,dahulu kala ada seorang Ibu muda mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 2 r...