Selamat membaca kisah ini!
Jangan lupa vote dan komen.***
Pagi yang cerah membuat sebagian dari mereka mendesah kecewa. Bagaimana tidak, hari ini jadwal pelajaran olahraga untuk 3A5. Mereka benar-benar ditimpa musibah, terutama kaum perempuan.
Sekolah ini memiliki bangunan yang bisa dibilang paling rapi di antara sekolah-sekolah lainnya. Susunannya benar-benar terlihat seperti telah direncankan. Padahal sudah banyak kali direnovasi oleh pemerintah. Salah satu ruangan yang mereka butuhkan sampai sekarang belum terbuat adalah ruang ganti pakaian. Ya, sekolah ini tidak pernah membuatnya. Pihak sekolah pasti akan menyarankan agar mereka berganti pakaian di toilet, ruang PMR, atau bahkan mushola.
Tapi bagi 3A5, mereka kecewa. Bukan, bukan karena tidak ada ruang pakaian. Tapi letak kelas mereka yang jauh membuat mereka malas untuk bepergian. Lantai dua dan kelas paling pojok membuat mereka benar-benar malas untuk turun jika bukan suatu hal yang mendesak. Mereka ganti pakaian di ruang kelas. Ruang tempat mereka belajar, makan, mengaji, bergosip, atau bahkan toilet jika saja mempunyai saluran air.
"Yang cowok buruan keluar! Cewek mau ganti baju nih!" teriak Ila.
"Kalian ganti aja ya, gue mau tidur. Serius, gak bakalan ngintip deh," ucap Pram dengan membentuk huruf v pada jarinya.
"Heh! lo pikir kita bakalan percaya. Tampang playboy kayak lo yang ada nyari kesempatan!" teriak Melisa yang ikut kesal.
"Iya-iya, gue keluar. Gak usah ngecap playboy juga kali," keluh Pram dengan berjalan sempoyongan. Nyawanya belum terkumpul.
"KALIAN YANG DI LUAR AWAS AJA KALO NGINTIP!" teriak Sasa yang mampu membuat beberapa dari mereka menutup telinga.
"ALAH, BADAN LO GAK BAKAL BIKIN KITA-KITA NGILER!" balas salah satu cowok di luar kelas, Andra.
"GUE GAK PAKE BAJU JUGA LO GAK BAKAL KEDIP, NDRA. GAK USAH MUNA!" teriak Sasa.
Well, seburuk apa pun badan kalian, jika tidak ditutupi sehelai benang. Mana mungkin pria dapat menolak. Emang dasar cowo ya, meresahkan banget.
"POKOKNYA KALO SAMPE NGINTIP, GUE CONGKEL MATA KALIAN!" teriak Melisa yang mampu membuat mereka- cowok merasa kesal.
"Tuh cewek kelas kita gak bisa apa ya lembut gimana gitu. Kayaknya mereka salah gen semuanya deh," tutur Satya.
"Gue malah nambah aneh kalo mereka jadi lembut. Ngeri, Bro," jelas Aksa.
"Heran deh. Pita suara mereka kok tahan gitu tiap hari teriak-teriak. Gak sakit atau udah kebal," duga Firman dengan gelengan kepala.
"WOI, JANGAN LAMA-LAMA GANTINYA. COWOK JUGA MAU GANTI!" teriak Ilham.
Dia tidak pernah bosan untuk mengucapkan kalimat ini. Bukannya apa, cewek kalo ganti lama banget. Seperti mau pergi acara, harus tampil secantik mungkin. Padahal wajahnya juga segitu saja.
"MAKANYA JADI CEWEK BIAR NGERASAIN REPOTNYA TIAP MAU GANTI BAJU!" teriak Sari mewakili yang lainnya.
"Emang apa sih yang repot dari sekedar ganti baju?" tanya Ilham. "Tinggal ganti baju loh, bukan buat baju. Heran dah gue," gerutu Ilham dengan berjalan menuju tiang di koridor.
"Kita gak bakal tau, Bro. Cuman kaum cewek yang paling ngerti," cecar Wahyu dengan mimik wajah seolah paling mengerti.
"Ubah raut wajah lo. Beneran gak cocok lo ngomong gituan," hardik Rio.
"Dibilangin juga!" kesal Wahyu.
"Udah ni, buruan kalian ganti baju. Jangan lelet, kita mau olahraga. Kasian gurunya ntar nunggu," pinta Yena sambil berjalan keluar dengan memegang cermin.

KAMU SEDANG MEMBACA
My (Idiot) Classroom
HumorRuangan persegi yang sering disebut dengan 3A5 selalu memiliki kisah. Tiap tahun akan berganti generasi yang didatangi oleh siswa-siswi. Di sana, di dalamnya terdapat banyak spesies manusia yang selalu terlihat kompak. Bahkan orang-orang yang meliha...