Dibawah cerita ini bakalan ada kejutan buat para pembaca setia My (Idiot) Classroom.
Spesial part 10 dari Viona buat kalian semua!!!
Selamat membaca kisah ini!
Jangan lupa vote dan komen.***
Selamat hari rabu untuk kamu yang selalu merindu. Hari rabu harusnya menjadi hari yang manis untuk setiap orang, tapi tidak berlaku untuk 3A5. Kenapa harus setiap rabu mereka merasa mau mati.
Dulu sekali saat kelas satu dan dua mereka belajar sejarah setiap hari rabu. Dimana harus mati-matian nyatat banyak dan dikumpulin hari itu juga. Kebayang dong tangan yang sudah mati rasa dan muncul benjolan di jari. Hampir semua cewek di 3A5 memiliki benjolan. Bukan benjolan seperti hal yang berbahaya. Hanya saja itu tanda kalau mereka sering mencatat lalu menyebabkan letih.
Sekarang mereka terlepas dari yang namanya pelajaran sejarah di hari rabu, karena sejarah muncul di hari senin. Tapi kenapa rabu menjadi hari sial kembali. Di dalamnya semua pelajaran berat-berat. Mulai dari matematika, fisika, dan kimia. Bayangkan saja semua pelajaran menghitung di satu hari yang sama. Rasanya otak benar-benar akan membeku. Sayangnya cuaca di sana panas bukan dingin seperti di kutub selatan.
"Ini baru beberapa minggu kita ketemu hari rabu. Tapi gue selalu capek," keluh Fia.
"Bukan lo doang, Fi. Gue juga sama," komentar Rania. Mereka benar-benar kelimpungan saat belajar eksak di hari yang sama. Buku coret penuh.
"Gue ngerasa kaget aja. Kayak, wow jadi ini the real pelajaran fisika. Kalian taulah kita dulu belajar fisika gimana," ujar Tata.
"Tapi sebenarnya enak kok belajar sama ibu itu, dia kan emang jago banget. Tapi ya resikonya kita harus paham," sanggah Putri. Belajar dengan seseorang yang mengerti segalanya akan lebih memudahkan.
"Tapi otak gue kayak mau mati. Mana ngajarnya kadang masuk kadang engga," ujar Kaila.
"Itu sih mending, Kai. Gue gak masuk sama sekali lagi," timpal Anti dengan mimik wajah menyedihkan.
"Alah, jangan percaya, Woi. Gak masuk otak tapi tiba-tiba dia bisa tuh," cibir Lilis.
"Itu namanya ada keajaiban kalo gue bisa paham," sangkal Anti. Memang benarkan hal seperti itu dinamakan keajaiban. Yah, itung-itung takdir yang tiba-tiba kejadian.
"Tapi tu guru lucu juga deh, apalagi pas dia jalan. Dosa gak sih woi mau ngetawain," ujar Viona. Yang lain hanya tertawa, mereka sepaham dengan pikiran Viona.
"Woi, nenek datang!" teriak Ilham. Sejak tadi dia sedang duduk di luar kelas. Biasa, kalo guru tidak ada memang kebanyakan mereka mengumpul di luar.
"Nenek siapa?" tanya Viona seolah mewakilkan isi pikiran mereka semua.
"Guru fisika lah," ujar Ilham tanpa beban. Enteng sekali mulutnya berucap.
"Jahat banget lo, Ham. Masa dipanggil nenek," canda Zaen.
"Habis udah tua tetap aja ngajar di sekolah, harusnya doi di rumah. Istirahat," ungkap Ilham.

KAMU SEDANG MEMBACA
My (Idiot) Classroom
HumorRuangan persegi yang sering disebut dengan 3A5 selalu memiliki kisah. Tiap tahun akan berganti generasi yang didatangi oleh siswa-siswi. Di sana, di dalamnya terdapat banyak spesies manusia yang selalu terlihat kompak. Bahkan orang-orang yang meliha...