Selamat membaca kisah ini!
Jangan lupa vote dan komen.***
Dinding hitam yang membuat suasana terkesan suram dan menyeramkan. Dipadati dengan lukisan-lukisan penghuni lama yang tertinggal. Perpaduan warna hitam, putih lalu jingga. Seolah melambangkan senja tetapi juga kehancuran semesta.
Lukisan yang bergambar senja dengan warna jingga yang begitu gelap. Persis seperti langit mendung di sore hari. Suram, seram dan menakutkan. Lalu ada lukisan yang menggambarkan kartun gurita. Aneh, apa yang menarik dari hewan tersebut.
Dekorasi kelas yang ditempati 3A5 memang benar seperti tempat paling mengerikan. Kelas lain memiliki warna yang cerah dan menciptakan semangat belajar. Sedangkan 3A5 mengadu kepanasan akibat warna hitam yang mendominasi lalu bertabrakan dengan sinar matahari. Sudah berada di lantai dua, kelas paling ujung, ditambah berwarna hitam yang melawan panas. Hebat sekali aura 3A5.
"Ampun deh, panas banget," keluh Andra sambil mengipasi dirinya dengan buku tulis.
"Yoi, Bro. Gue juga kepanasan, mana kita duduk paling belakang," jelas Wahyu. Pantas saja mereka keliatan aneh jika bersama, ternyata duduknya saja berdua.
"Buka jendela sebelah makanya biar gak panas," saran Rio. Yap, mereka duduk bertiga. Sebagian kelas ini memang duduk bertiga. Entah apa tujuan wali kelas, mereka mendudukkan laki-laki menjadi bertiga dengan sesamanya.
Wali kelas memisahkan antara perempuan dan laki-laki. Kebetulan jumlah laki-laki bisa kelipatan tiga, makanya mereka dibentuk seperti itu. Sama halnya dengan perempuan tapi sebagiannya lagi duduk berdua.
"Goblok apa gimana, jelas-jelas jendela dikunci ini. Udah dibor sama penghuni lama," kesal Wahyu.
"Itu yang di belakang kenapa kipas-kipas," tegur Guru Ppkn. Mereka sedang belajar tentang HAM di hari yang terik ini. Pantas saja panas, sekarang sudah jam 11 siang.
"Panas, Pak. Gak ada angin," jawab Rio. Memang hanya Rio yang berani mengungkapkan segala isi pikirannya. Dia pintar, hanya saja malas. Dulunya dia pernah mendapat rangking di SD maupun SMP.
"Iya, Bapak tau, Nak. Bapak tau kalian kepanasan. Bapak juga pernah diposisi kalian," ujar Guru tersebut.
"Jendelanya gak boleh dibuka, Pak?" tanya Rio.
"Itu sudah dibor sama kakak kelas kalian dulu, Bapak yang menyuruh. Karena dulu kakak kelas kalian itu suka merokok di dalam kelas, parahnya lagi mereka membuang puntung rokok dan sampah-sampah melalui jendela. Makanya seluruh jendela di lantai dua, Bapak perintahkan untuk dibor," papar Pak guru. "Di bawah sana rumah orang, Nak. Kalo itu rumah kalian, memangnya kalian tidak marah jika sampah masuk ke pekarangan rumah. Coba angkat tangan yang tidak marah rumahnya dijadikan tong sampah. Gak ada, 'kan," ucapnya lagi.
"Coba dulu kakak kelas kalian tidak seperti itu, pasti kalian tidak menderita seperti sekarang ini. Jadi mohon kerja samanya ya, Nak, tahan sedikit. Sebentar lagi juga istirahat," tambah Guru tersebut.
Siswa-siswi 3A5 hanya mengangguk tanda mengerti. Mereka ada yang setuju ada yang tidak. Tidak terasa jam pelajaran dengan cepat berlalu. Sang guru seringkali menceritakan masa lalu saat beliau kuliah.
Bagaimana harus menjaga penampilan dan trik-trik dalam mengambil kesempatan. Karena saat kuliah nanti, bukan hanya pintar yang diutamakan, tetapi juga kemampuan dan pengalaman. Makanya saat di perguruan tinggi nanti, harus pandai-pandai.
Saat sang guru telah meninggalkan kelas karena sebentar lagi akan azan zuhur, para lelaki bergerak ke jendela.
"Peduli setan sama aturan. Gak tau apa sekolah kalo muridnya kepanasan semua," keluh Kevin sambil mencari sesuatu.

KAMU SEDANG MEMBACA
My (Idiot) Classroom
HumorRuangan persegi yang sering disebut dengan 3A5 selalu memiliki kisah. Tiap tahun akan berganti generasi yang didatangi oleh siswa-siswi. Di sana, di dalamnya terdapat banyak spesies manusia yang selalu terlihat kompak. Bahkan orang-orang yang meliha...