Allah ga akan menguji semua hambanya di luar batas kemampuan.
~NandaAustinNathanio
Malam pun tiba, dan seorang gadis sedang berada di balkon rumahnya dengan secangkir coklat hangat, karena ponselnya bergetar sendari tadi. Ia pun memutuskan untuk mengecek ponselnya itu Ternyata ia di kejutkan dengan sebuah kiriman dari sahabatnya Frisil.
"ARGHHHHHHHH! Kenapa di saat gue nyaman Lo selalu selingkuh!" Teriak Nata yang membuat ke empat abangnya masuk ke kamarnya.
Ceklekk!
"Dek, kenapa teriak?" Tanya bang Nanda dengan lembut namun, bukannya di jawab melainkan isakan yang di dapatnya.
"Princess kenapa?" Tanya bang Azka.
"Dek Lo kenapa sih?" Tanya Kevin.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Abrar.
Akhirnya nata memberikan ponselnya supaya mereka melihat itu sendiri Ke empat abangnya pun terkejut melihatnya dan membuat mereka mengeraskan rahangnya.
"Udah ga usah di pikir lagi"kata Nanda lembut sambil mengusap punggung nata.
"Tapi kan bang, kenapa di setiap nata udah nyaman sama orang itu. Orang itu selalu selingkuh?" Kata Nata.
Azka yang melihat itu pun segera menarik adik kesayangannya itu ke dalam pelukannya.
"Udah Abang ga mau lihat kamu cengeng kaya gini," kata Abrar sambil jongkok di depan nata.
Jadi tu posisinya nata Azka duduk di pojok king size dan Abrar jongkok di depannya. Nanda bersenderan di almari buku Nata begitu juga Kevin.
Tanpa mereka sadari ternyata Nata sudah terlelap di alam mimpinya. Saat Azka ingin menidurkan nata dengan posisi yang lebih nyaman dia terbangun dengan sigap Azka mengusap keningnya sesekali menciumnya. Kevin pun segera mengambil ponsel nata dan membuka room chatnya mensalin foto tadi ke ponselnya. Setelah selesai Kevin pun segera menuju kamarnya dan mengetik sesuatu di ponsel pintarnya itu. Merasa badannya lelah dia pun memutuskan untuk tidur karena ia harus sekolah besok.
S
K
I
P
P
A
G
I
H
A
R
I
Seorang gadis sudah siap dengan baju sekolahnya, dia pun memutuskan untuk pergi ke bawah. Ternyata di sana sudah ada Abang tercintanya.
"Pagi Abang!" Sapa Nata.
"Pagi juga princess," jawabnya.
"Lagi masak apa nih bang? Tanya Nata lalu duduk di kursinya.
"Lagi buat nasi goreng spesial," katanya sambil memasukan nasinya.
"Mau nata bantuin ga bang?" Tanya Nata.
"Mending princess duduk manis entar kalau princess bantuin Abang, entar bau dapur. Masak cantik-cantik bau dapur," kata bang Nanda, jadi sendari tadi yang bersama Nata itu bang Nanda. Karena ketiga abangnya masih ada di kamarnya.
Datanglah ketiga Abang Nata yang lain.
"MORNING EVERYBODEH KEVIN YANG CETAR DATANG MANA RED CARPETNYA," teriak Kevin yang membuat kedua abangnya tutup telinga.
"Teriak-teriak aja terus sampai mansion nih roboh," sindir Nanda.
"Heheh peace bang becanda," kata Kevin sambil menunjukkan tangan membentuk huruf V.
"'Bicindi Bing', entar juga di lakuin lagi tuh bang," kata Abrar yang ikut duduk di samping Nata.
"Sampai Lo pulsek teriak lagi gua sita semua aset Lo," ancam Azka yang membuat Kevin meneguk Slavina susah payah.
S
K
I
P
M
O
B
I
L
Sekarang nata lagi berada di dalam mobil Abrar, yups Nata dan Abrar sedang di satu mobil yang sama. Hanya ada keheningan di dalam mobil itu sampai Abrar memecahkannya.
"Dek!" panggil Abrar.
Nata pun menoleh mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya 'kenapa?'.
"Abang ga mau lihat kamu sedih kaya gini terus, Abang mau kamu jauhin Angga," kata Abrar yang membuat nata mengerutkan keningnya.
"Abang ga mau adek Abang sedih cuma gara-gara cowok kaya Angga," lanjut Abrar.
"Sebisa mungkin, Nata bakal jauhin Angga buat bang Abrar," kata Nata. Sebenarnya Nata ga mau jauhin Angga tapi apalah dayanya jika ga mau nurutin abangnya.
Mereka pun sampai di halaman sekolah, Abrar pun keluar untuk membukakan pintu buat adik tercintanya.
Banyak sekali cibiran dari beberapa murid lainnya yang melihat betapa tampannya Abrar Banyak pujian yang di tunjukan untuknya.
S
K
I
P
I
S
T
I
R
A
H
A
T
"Na, kantin yuk," ajak Salma nata pun menganggukan kepalanya.
Mereka pun berjalan menuju kantin, betapa terkejutnya Nata melihat adegan romantis di sana. Adegan bagaimana Angga yang bermesraan dengan cewek lain di depan nata. Nata pun merasakan sesak di dada pun menjauh dari temannya tujuannya kali ini adalah ke rooptof.
Frisil, Salma yang melihat itu pun mengejar Nata. Begitu juga dengan Kevin dan Candra yang ikut mengikuti adiknya.
"Lo boleh pacaran dengan adek gua, tapi gua ingatin jangan pernah nyakitin perasaan dia. Gua ga bakalan biarin Lo deketin nata lagi," Bisik Kevin yang membuat Angga diam tak bersuara.
Benar kata Kevin seharusnya dia hargai perasaan Nata dari pada dirinya harus dengan perempuan yang udah ga ada rasa sama sekali dengannya. Dia pun berdiri ikut mengejar nata yang di ikuti Ferdy.
"Gue bakalan ambil punya gue lagi, dengan berbagai cara," sinis Chintya.
Kalau penasaran siapa Chintya ceritanya ada di part 6 Di sana di jelaskan siapa Chintya sebenarnya.
Sedangkan di lain tempat ada seorang gadis yang sedang duduk di sebuah kursi yang ada di taman itu dengan pandangan yang kosong, gadis itu menangis dalam diam Sampai tak sadar jika di sampingnya ada seseorang yang ikut duduk. Sebuah daheman membuat gadis itu membalikan badannya melihat siapa yang duduk di sampingnya.
"Kenapa nangis?" Tanya orang itu.
"Gu-gue engga nyangka kalau Angga ngelakuin itu di depan gue Yo," kata gadis itu.
Jika kalian tebak orang itu nata dan Rio jawaban kalian benar sekali, sebenarnya sendari tadi Rio melihat adegan itu dan ia juga melihat nata yang meninggalkan kantin. Rio yakin tujuan Nata kali ini adalah taman belakang sekolah dan betul sekali Nata sekarang ada di sana. Dia pun membawa Nata ke pelukannya sampai nata merasa tenang, setelah Nata tenang datanglah Frisil, Salma, Kevin, Candra.
Rio yang tau itupun melepaskan pelukananya Supaya tidak ada salah faham diantara mereka. Kevin yang mengetahui Rio bangkit dari duduknya pun menggantikan posisi itu mencoba menenangkan adiknya.
"Udah ga usah nangis, entar kalau bang Abrar tau Abang bisa di marahin sampai lima tahun dek," kata Kevin yang membuat Nata semakin kencang menangis.
"Tau apa?" Tanya Abrar yang pura-pura tidak tau, Kevin yang mendengar suara itu pun meneguk Slavina susah.
"Eh, abang," kata Kevin sambil menggaruk tengkuknya.
Abrar bukannya menjawab melainkan menenangkan adiknya itu.
"Udah dong princess nya Abang, ga usah nangis," tenang Abrar.
Angga pun datang dan berjalan ke Nata, yang di dapat di sana adalah nata yang sedang menangis di dekapan abangnya. Karena Abrar terbawa emosi ia pun berdiri di depan Angga Dan ingin menghajar Angga habis-habisan.
"Puas Lo, udah bikin adik gue nangis kaya gini?" Bentak Abrar. Tangannya mengepal kuat dan ingin melayangkan kepalannya itu namun di cegah oleh Nata Ia pun menurunkan tangannya.
"Udah bang, Nata lagi ga mau lihat Abang berantem," kata Nata lalu membawa abangnya pergi dari situ di ikuti yang lain kecuali Rio.
Rio pun membisikan sesuatu di telinga angga.
Menurut kalian apa ya yang di bisikan Rio?
Kepo ga sama kelanjutannya?
Ya udah ikutin terus ceritanya
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI CERITA INI BILA KALIAN SUKA.
happy reading guys ✨
KAMU SEDANG MEMBACA
MY POSESIF FAMILY [END]
Teen Fiction~posesif family series1~ [Sebelum baca kalian harus follow akun author terlebih dahulu dan vote di sini] (Sebagian part sudah di revisi) (Minta maaf jika masih banyak typo:) selamat membaca para readers) ⚠️⚠️⚠️ "Mas, kalau kamu ada masalah bilang, k...
![MY POSESIF FAMILY [END]](https://img.wattpad.com/cover/228312627-64-k510017.jpg)