MPF°37✓

2.7K 106 1
                                        

Welcome back to my story'
Sebelum kalian baca cerita ini kalian
harus vote terlebih dahulu baru
kalian baca ceritanya.
Part kali ini harus ekstra sabar dalam membaca karena bikin greget sendiri
Oke jangan banyak cincang langsung aja ke TKP.
Maaf kalau ada typo💢




Happy reading






"Sadarlah bahwa ada orang yang menunggumu dengan sabar karena rasa cintanya yang teramat besar."

~AltariksaAndersonSmith~










"Jangan terkejud dan jangan membuka identitas gua yang asli!" Tegas cewek itu yang mendapat anggukan dari mereka.

Orang itu menghela nafas dalam perlahan membuka masker betapa terkejutnya Ega saat topeng yang menunjukan seseorang yang dia cintai dalam diam.

"Li-lia?" Tanya Ega yang mendapat anggukan dari nata.

Ega langsung memeluknya, menyalurkan rasa rindunya selama ini. Dia masih tidak percaya dengan semuanya, tapi satu sisi dia bahagia bisa kembali dengan Seseorang yang dia cintai.

Yaps orang yang beberapa hari bersama Alta adalah Natalia Putri nathanio, dia memang tidak di nyatakan meninggal karena, dia tidak termasuk korban pesawat jatuh. Dia berterima kasih karena Tuhan masih memberinya nafas di dunia ini.

Flashback on.

Setelah berpamitan dengan Raja, Rio, dan Ega, Lia memutuskan untuk segera menuju pesawatnya, namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang anak kecil yang menangis mencari ibunya. Alhasil dia harus membantu anak kecil mencari ibunya sampai dia lupa kalau dia harus pergi ke pesawat, beberapa menit Lia membantu anak kecil mencari ibunya, sampai akhirnya ketemu dan di saat itu pesawat yang menuju ke Amsterdam hilang kontak dan di nyatakan jatuh. Beberapa korban di temukan dengan keadaan wajah yang hancur, dengan otak yang pandai membuat dia memikirkan sesuatu dan hasilnya cukup membuat beberapa orang menyesal karena telah mengusirnya.

Nata akan membuka semua jika dia benar-benar telah memaafkan semuanya, dan dia akan membalas semua kebaikan Alta dan juga Ega. Dia berjanji kepada dirinya sendiri, dia ketemu Alta saat itu juga tidak sengaja sampai akhirnya mereka dekat dan akrab.

Flashback off.

"Udah acara kangen-kangenan nya?" Sindir Alta.

"Ish, bang Alta ganggu aja, sana pergi." Usir Ega.

"Hmm, jaga rumah Abang mau keluar bentar." Pamitnya lalu pergi.

Disinilah mereka berdua di ruang keluarga yang terlihat besar, namun cuma di isi oleh dua orang yang saling diam satu sama lain.

"Ga"panggil nata yang membuat Ega menoleh kearahnya.

"Sejak kapan lo suka gua?" Tanya Nata yang membuat Ega membulatkan mata sempurna.

"Ke-kenapa tanya gitu?" Gugupnya.

"Tinggal jawab aja sih." esal nata.

"Semenjak awal masuk sekolah menengah pertama." Jelas Ega.

"Kenapa lo pendam sendiri?" Tanya Nata.

Ega mengerutkan dahinya bingung, "apanya?" Tanyanya.

"Ga jadi." Ucap Nata lalu berdiri, namun pergelangannya di cekal oleh Ega.

"Nanti ikut gua keliling Amsterdam." Ujar Ega yang di balas anggukan oleh nata.

Indonesia.

Seorang remaja yang sedang duduk di atas balkon kamar dengan pandangan yang menuju ke atas menatap langit dan bintang, dia mengingatkan tentang seseorang yang selalu membuatnya tersenyum walaupun sekarang orang itu harus pergi jauh darinya.

Ceklekk

"Bang, udah malam kenapa belum tidur?" Tanya wanita paruh baya.

"Iya Bun." Jawabnya yang masih menatap bintang di atas sana.

"Lagi mikirin apa bang? Kok bunda lihat kaya banyak pikiran?" Tanya Fina.

"Angga kepikiran nata Bun, dia ngapain ya di sana." Lirihnya.

Kalau kalian tebak orang itu adalah Angga dan sang bunda jawaban kalian benar.

"Bang, dengerin bunda, Nata bahagia disana jadi Abang ga boleh gitu oke." Jelas Fina lalu memeluk anaknya.

"Maafin Angga Nata, Angga gak ada di saat Lia butuh." Ucapnya dalam hati.

M
A
N
S
I
O
N
N
A
T
H
A
N
I
O

"Dek, Abang lagi Deket sama seseorang tapi Abang takut buat bilang perasaan Abang ini." Lirih Abrar sambil mengusap foto adiknya.

"Abang bingung, antara perjuangin atau engga."

"Seandainya aja kamu ada dek, pasti Abang ga bingung lagi." Jelasnya tiba-tiba pintu kamar terbuka menampilkan laki-laki paruh baya.

Ceklekk

"Lagi mikirin apa bang?" Tanya laki-laki itu.

"Abang lagi Deket sama cewek dad, tapi Abang takut buat bilang perasaan abrar ini." Jelasnya.

"Kenapa harus takut?" Tanya Deni.

"Takut di tolak?" Lanjutnya yang mendapat anggukan.

"Belum di coba kok udah nyerah aja sih bang? Mana Abrar dady yang selalu pantang menyerah buat sesuatu yang ingin di gapai?" Ucap Deni.

Abrar pun memeluk dadynya erat, dia gak mau kehilangan keluarganya untuk kedua kalinya.

"Ya udah Abang tidur udah malam." Ucap Deni sambil mengusap rambut Abrar.

Sebelum Deni turun untuk menemui sang istri dia melirik ke kamar dimana dulu kamar itu selalu banyak tawa yang di buat oleh princes mereka, sekarang semua berubah.
Kevin sering mengurungkan dirinya di kamar, istrinya selalu menangis jika melihat anak kecil, Nanda dan Azka semakin dingin di depan orang lain begitupun Abrar.

Deni berjalan menuju kamar nata, dia membuka pintu kamar tersebut. Kamar dengan nuansa putih biru itu masih sama seperti dulu, buku-buku yang masih berjajar rapi di rak. Dia berjalan menuju meja belajar nata, di sana ada foto keluarga nathanio.

"Dady, sayang banget sama kamu Lia." Lirihnya.

Dia tersenyum ketika mengingat Lia yang merengek meminta tambah uang jajan, merengek meminta es krim, boneka dlll. Tanpa Deni sadari ada seseorang yang tersenyum kecut melihat semua itu.

°
°
°
°
°



Menurut kalian orang itu siapa?
Yuk, buruan spam vote di sini.
Jangan sampai ketinggalan ceritanya.
See you next time
Stay safety and stay at home




Ntsyrhm_

MY POSESIF FAMILY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang