"Buat.. Kak Wira.." gumam Jaevan saat membaca tag di paperbag Alena.
"Ishh kok lo sembarangan, sih?!" bentak Alena.
Gadis lalu merebut bungkusan paperbag kecil yang ada di pegangan Jaevan. Tadi Alena meninggalkan bungkusan itu di atas meja makan sebentar untuk ke kamar mandi.
"Naksir lo sama si Wira?"
"Bukan urusan lo."
"Kenapa? Baik ya dia?"
Jaevan lalu mendekati Alena dan menyeringai, sedangkan Alena menernyitkan keningnya bingung.
"Asal lo tau, dia baik ke semua orang, bukan lo doang," kata Jaevan sarkas.
Alena menatap sebal Jaevan, dia tidak mempedulikannya dan berniat untuk pergi.
"Jangan pernah kepikiran buat deketin temen gue, termasuk Wira. Gue gak suka," kata Jaevan lagi.
"Ngatur."
Alena lalu mendorong pelan Jae, dan pergi dari sana.
🍃🍃🍃
"Itu temen lo kenapa deh, Ca?" tanya Kirana
"Hah? Apaan?"
Caca lalu mengikuti arah pandang Kirana dan melihat Alena yang berjalan lesu menuju ke mejanya yang ada di sebelah mereka.
"Heh, kura-kura ninja.. Kenapa lo? Sepet banget pagi-pagi," kata Caca sambil menepuk bahu Alena.
"Darah rendah lo?" imbuh Kirana.
Alena melirik mereka sekilas.
"Jangan ngajak ngomong... dan mulai sekarang jangan pernah biarin Alena lewat 11 IPA 2."
Alena lalu menatap ke arah depannya lagi, setelah itu membenturkan kepalanya ke meja. Kirana dan Caca hanya bisa berpandangan.
.
.
.
"Lo kenapa sih, Al?"
"Tumben banget sampe diajak ke kantin aja gak mau."
Aneh sekali, karena jam istirahat untuk ke kantin adalah hal yang tidak pernah Alena lewatkan. Tapi kali ini berbeda, ia hanya diam saja di mejanya.
Sebenarnya Alena sudah seperti ini sejak beberapa hari yang lalu, saat ia bilang tidak akan melewati kelas 11 IPA 2 lagi. Dua sahabatnya tentu bingung karena mereka belum pernah melihat Alena yang lesu begini, tanpa mereka tau sebabnya.
"Woy? Alena?" tanya Caca lagi.
Kirana berdecak sebal, "Ngomong, Al. Kalo kaya gini mana kita tau lo kenapa?"
"Kakak baik yang semi malaikat.. Udah punya cewek, guys," jawab Alena pada akhirnya, dengan ekspresi memelas.
Kirana dan Caca auto menghela nafas panjang. Mereka lalu mendengarkan cerita Alena.
Beberapa hari yang lalu, Alena mampir ke kelas si Kakak Baik yang dimaksudnya, berniat memberikan cookies untuk tanda terimakasih sekaligus pendekatan jika alam merestui. Tapi ternyata alam kurang setuju, tadi sewaktu dia ingin memberikan cookies-nya ternyata ia sedang bersama seseorang yang Alena duga dengan kuat adalah kekasihnya.
"Masa baru masuk udah patah aja ini hati," curhat Alena.
"Yeuuu, mulai. Dangdut bener ini bocah satu!" kata Caca.
"Ya elu sih, baru masuk udah naksir orang!" kata Kirana.
"Baru kali ini tau.. gue berani suka sama orang trus deketin orang itu.. eh.. malah begini.. huhu, gak mau lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Forelsket
FanfictionForelsket (n.) ㅡthe word for when you start to fall in love. a euphoria in a sense; the beginning of love. Tentang lima siswa dan tiga siswi SMA Nusa Bangsa, dan cerita mereka.
