Caca seketika berhenti membaca buku diktat geografinya saat dia mendengar keributan dari lantai pertama rumahnya. Dia menghela napas, orang itu kembali lagi ke rumahnya dan membuat keributan. Suasana rumah yang tadinya tenang seketika berubah menjadi menegangkan.
Caca lalu keluar dari kamarnya untuk memeriksa kamar adik semata wayangnya. Iya, Caca punya saudara perempuan yang selisih empat tahun dengannya.
''Kak Caca.. Papa...''
''Pakai headphone kamu, setel musik yang kenceng. Lanjutin belajar kamu, semua bakal baik-baik aja, percaya kan sama Kakak?'' Caca memegang bahu Gista untuk menenangkannya sementara adiknya itu hanya mengangguk.
Dahulu Caca memiliki keluarga yang sempurna, adik yang manis dan penurut, Mama yang sangat perhatian serta papa yang begitu sayang padanya dan juga adiknya. Tetapi semuanya itu seakan sirna setelah Papanya tertangkap basah berselingkuh dan memiliki anak dengan selingkuhannya.
Masih lekat di ingatannya ketika Papa dan Mamanya bertengkar hebat untuk pertama kalinya. Saat itu Caca masih kelas tiga bangku sekolah dasar, tapi ia cukup mengerti apa yang terjadi pada kedua orang tuanya. Sejak saat itu Papanya menjadi sering kasar dengan mamanya, walaupun sang Papa tetap sayang pada Caca dan adiknya.
Papa dan Mamanya tidak bercerai sampai saat ini karena alasan ingin menjaga nama baik keluarga, Mama Caca tidak mau kalau anak-anak nya dicap sebagai anak broken home oleh teman-temannya, jadi mereka hanya menyimpan rahasia ini untuk mereka saja. Tapi apa gunanya status sosial yang dipertahankan Mamanya, jika pada kenyataannya keluarga mereka memang sudah hancur.
Hal ini juga yang membuat Caca tumbuh menjadi gadis yang serampangan dan keras. Sejak ia mulai mengerti apa yang terjadi pada keluarganya, Caca memantabkan dirinya untuk tumbuh menjadi gadis yang kuat agar dia bisa melindungi mama dan adiknya.
Namun, walaupun ia sudah bertekat untuk menjadi kuat tapi tidak bisa Caca pungkiri kalau tindakan papanya meninggalkan bekas yang membuat gadis itu trauma. Jujur saja, tubuhnya akan memberikan reaksi ketakutan saat dia mendengar bentakan atau gertakan, oleh karena itu Caca sangat membenci lelaki yang kasar.
Akhirnya dia mulai ikut klun bela diri untuk melawan traumanya itu, bahkan hampir semua jenis bela diri pernah dicoba oleh Caca, sampai pada kelas satu SMP wali kelasnya membimbing Caca untuk menekuni judo sehingga dia bisa menjadi atlet yang cukup banyak menyumbangkan prestasi untuk sekolahnya.
Caca yang dilihat oleh orang-orang selama ini semata-mata hanyalah bentuk pertahanan dirinya. Dia ingin orang-orang mengenalnya sebagai seseorang yang kuat sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa menyakiti dia atau orang-orang terdekatnya. Biarkan hanya dirinya sendiri yang tahu betapa lemahnya dia.
Sebuah bunyi tamparan keras menggema di ruang tamu keluarga Caca.
Tangan lelaki yang dibenci Caca itu berhasil mengenai pipinya hingga meninggalkan bekas merah. Gadis itu memang tiba-tiba memasang badan di depan mamanya saat dia melihat papanya ingin menyakiti mamanya.
''Astaga, Caca! KAMU APA-APAAN SIH, MAS?!'' Mama Caca terkejut melihat anak perempuannya yang menerima tamparan sang suami.
''Caca? M-maafkan Papa nak.. Papa nggaㅡ''
''Apa papa ngga bisa berhenti ganggu kita lagi, Pa?'' Caca berkata dengan nada datar sambil memalingkan muka dari Papanya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forelsket
FanfictionForelsket (n.) ㅡthe word for when you start to fall in love. a euphoria in a sense; the beginning of love. Tentang lima siswa dan tiga siswi SMA Nusa Bangsa, dan cerita mereka.
