I loved you

238 35 10
                                        

Alena harus dilarikan ke unit darurat karena tekanan darahnya yang menurun drastis dan perlu diberikan tindakan khusus.

Jaevan, Surya dan Wira menunggu di depan ruangan. Tidak berapa lama Kiran, Caca, Brian dan Dean menyusul. Mereka menunggu dalam diam karena sibuk dengan pikirannya masing-masing sampai satu kalimat dari Surya memecah suara.

"Gue pikir Alena udah punya orang yang bisa jagain dia.. nyatanya.. haha,"

Jaevan tersulut emosinya karena Surya mengatakan kalimat itu sambil menatapnya, dia langsung berdiri dan mencengkram kerah seragam Surya.

"Maksud lo apa, hah?!"

"Gue gak tau apa hubungan lo sama Alena, tapi gue tau lo harusnya jagain dia!!"

"Hahah.. lucu lo ya? Lo khawatir? Lo marah? Emang lo siapanya Alena? Urusin aja cewek baru lo itu!!"

Surya lalu mencengkram balik kerah Jaevan. Brian yang melihat itu langsung berusaha memisahkan mereka berdua. Sedangkan sisanya hanya diam dan melihatnya dengan cemas.

"Apaan sih lo berdua? Gak usah bikin perkara!!"

Brian lalu berusaha menarik tangan Surya yang begitu erat mencengkram Jaevan tapi ia menepisnya dan mengakibatkan tangan Brian tergores jam tangan yang dikenakan Surya.

"Awh.."

Kirana yang melihat itu refleks mendekat dan meluapkan emosinya yang memang masih tidak stabil.

"Kak Brian.. gak apa-apa?!"

Surya melepas tangannya yang ada di kerah Jaevan, begitu pula dengan Jaevan yang memilih memalingkan wajah.

Kirana yang sudah mengecek luka Brian lalu menatap marah ke arah Surya.

"Abang tuh apa-apaan, sih?!"

Fokus mereka langsung beralih kepada Kiran yang memanggil Surya dengan sebutan Abang. Karena pada dasarnya setiap dari mereka emosinya tidak stabil, kini tidak hanya Kiran, tapi juga Caca. Dia bangkit dari duduknya dan tertawa sinis.

"Abang? Hahah.. apa lagi sih ini?! Lo nyimpen sesuatu juga selama ini?" kata Caca sarkas.

"Ca.. please, maksud gue.."

"Lo anggep gue sahabat bukan sih, Ran?"

Kiran yang merasa terpojok dengan kalimat Caca akhirnya menjadi defensif.

"Lo sendiri? Lo sama Dean gimana? Apa yang kalian tau tapi gue sama Alena gak tau?"

Caca terkejut mendengar perkataan Kiran.

"Kenapa kaget? Jadi bener? Apa selama ini lo punya hubungan sama Dean?!"

"Lo apaan sih, Ran?!"

"Please, udah! Kalo lo semua malah bikin runyam pergi aja dari sini! Inget, Alena di dalem lagi berjuang buat hidupnya!" bentak Wira pada mereka semua.

Mereka akhirnya kembali diam dan bergelut lagi dengan pikiran mereka masing-masing, namun kali ini lebih dalam.

.
.
.

Alena membuka matanya perlahan, tanpa melihat sekeliling pun Alena sudah tau dia ada di mana sekarang. Dia lalu memfokuskan pandangannya ke jam dinding yang ada di sudut ruangan, pukul 11.23 malam.

Alena menoleh ke sampingnya dan ada Jaevan yang tertidur sambil duduk dan melipat tangannya. Hati Alena mendadak sakit melihatnya, dia ingat kejadian saat dia setengah sadar. Dia ingat suara-suara orang yang menolongnya, dan itu membuatnya merasa bersalah karena sudah berprasangka buruk dan membuat mereka khawatir seperti ini.

ForelsketTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang