Bunyi merdu petikan gitar memenuhi kamar astetik yang di tempati seorang pria.
Seorang pria dengan kaos hitam dan celana pendek abu abu itu duduk di ranjang sambil menatap ke jendela.
"Dimana bisa aku temukan....
Kenyamanan yang dulu kau beri...
Andai kan ku bisa mengulang kembali,masa indah....
Bersama mu...
Aku merindukan mu
Masih merindukan mu
Meski kini tlah jauh
Hati ku tetap untuk mu
Aku rindu perhatian mu
Ketulusan dalam hati mu
Meski jarak memisahkan
Hati ku tetap untuk mu" Potongan lagu itu dulu pernah anneth nyanyikan saat kita berdua berpisah.
Anneth menghubungi nya dengan video call,lalu menatap nya sendu,kemudian menyanyikan lagu itu.
Andai dulu ia menolak untuk ikut mama papa nya ke Philipina,pasti anneth sudah menjadi milik nya.
Mackie,pria yang galau sejak tadi itu kini meraih ponsel nya.
Menatap lekat wajah gadis yang senantiasa menjadi home screen ponsel nya selama mereka berpisah hingga sekarang.
Gadis dengan rambut panjang dan lesung pipi itu selalu saja membuat nya jatuh cinta walau hanya menatap foto nya.
"Anneth, I Miss you" ucap nya kemudian mengecup lembut foto di layar ponsel nya.
🍁🍁🍁
"Deven" panggil anneth.
Yang punya nama hanya melirik sekilas kemudian kembali sibuk bermain dengan ps nya di sofa.
Anneth memutar bola mata nya malas saat Deven tak merespon.
Ia pun menghampiri nya dan duduk di sebelah nya.
"Deven" panggil anneth lagi.
"Hmm..."
"Jawab yang bener kek"
"Hmm..."
Anneth menghela nafas nya panjang.
Memang harus sabar kalo ngomong sama monyet.
*Nada: celengan rindu
"Aku kesal dengan monyet.
yang sering mengacuhkan diriku.
Tapi aku harus sabar.
Karena aku ini putri raja....
Ingin ku BAKAR si monyet ini..."
Deven seketika melotot saat mendengar kata bakar.
"Setelah mati, masukan ke karung.
Lalu ku Larung ke tengah laut.
Terus di caplok hiuu....
Oh senang nya diriku..."
"Dan tunggulah....malaikat maut...
Menjemput mu...membawa mu ke nerakammmppphhhh. . . "
Deven segera membungkam mulut anneth, sebelum kata² nya semakin kejam.
"Ya Tuhan tolong berikan istri ku setitik akhlak" ujar Deven tak habis fikir.
Anneth melepas kasar tangan deven yang membekap nya.
"Bau banget tangan Lo" omel anneth kemudian mengelap mulut nya dengan tangan.
"Kan gue abis makan ikan pindang hahahahaha" ujar Deven tertawa kemudian tangan nya kembali sibuk dengan stik PS.
"Gue kan mau ngomong" ujar Anneth sebal.
"Ngomong apaan?"
"Ntar abis lulus S1,gue...." Anneth memotong pembicaraan nya karena melihat deven menaruh stik ps di meja.
"Lanjut ke Columbia?" Ujar Deven menatap anneth.
Anneth mengangguk ragu.
Deven hanya tersenyum lalu mendekatkan kepala anneth ke dada bidang nya dan mengelus rambut nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH ATAU S2
Teen Fiction"Gue sumpahin Lo jadi bujang seumur hidup!" Umpat Anneth. "Gue sumpahin Lo jadi jodoh gue" balas Deven. "Amit amit" ucap Anneth sambil menggetok-getok kepalanya. "Hahaha dadah mba Kunti" ledek Deven. "Aaarggh dasar koreng monyet!" Umpat Anneth. Baga...
