Pagi itu,di pemakaman deven hanya terduduk diam sambil sesekali meremas tanah merah pada gundukan kuburan orang tua nya.
Para pelayat sudah pulang dari setengah jam yang lalu. Hanya ada anneth, mami, dan pak Tejo --supir pribadi mami yang menemani deven.
"Dev, ayo pulang" ajak mami anneth dengan suara lembut.
"Nanti mi,deven masih mau disini" ucap deven.
Mami tau deven masih sangat terpukul karena baru saja ditinggal dua orang yang sangat berarti di hidup nya.
"Yaudah,mami pulang dulu ya,kamu yang tabah ya dev" pamit mami,lalu mencium pucuk kepala deven.
"Anneth mami pulang dulu" pamit mami pada anneth.
"Iya mi,hati hati"
Mami pergi dari pemakaman diikuti oleh pak Tejo.
Anneth masih berdiri memandangi deven yang masih duduk diantara makam orang tua nya.
Pelahan gerimis turun,namun tak ada tanda tanda deven akan beranjak dari sana.
"Dev,hujan,kita pulang ya?" Ucap anneth lembut sambil mengelus punggung deven.
"Kalo Lo mau pulang,pulang aja" jawab deven tanpa menoleh ke arah anneth sedikit pun.
"Gue tetep disini" ucap anneth mantap.
Gerimis itu pelahan berubah menjadi hujan lebat,membuat anneth sedikit menggigil kedinginan,namun ia tak akan pergi jika deven juga tak pergi.
Anneth akhirnya duduk di samping makam papa Deven,agar dirinya bisa melihat wajah deven dari arah samping,ia takut deven jatuh sakit.
Setengah jam mereka terguyur hujan,anneth sudah tak sanggup!
Tubuh nya terlalu lemah jika di guyur hujan terus menerus.
"D...Dev,gu....gue ngga...ku....kuat Dev" ucap anneth gemetaran.
Deven menoleh ke anneth,melihat gadis itu sangat pucat, kulit kulit di jari tangan nya sudah mengkerut,tangan nya juga sibuk mengusap lengan nya pelahan.
Anneth tak sanggup!
Benar benar tak sanggup!
Pelahan pandangan nya kabur dan akhirnya gelap seketika.
Entah,ia tak tau kejadian setelah nya.
****
📍Deven POV
Pikiran nya hanya tertuju pada dua orang yang baru saja di kubur.
Mama,papa.
Kalian tega,meninggal kan anak kalian hingga menjadi sebatang kara!
"Dev,ayo pulang" suara lembut itu terdengar jelas di telinga deven.
"Nanti mi, deven masih mau disini" deven menjawab tanpa melihat mami sedikit pun.
Bukan karena dia tidak tau sopan santun,tapi sekarang merupakan titik terendah nya,dimana dia sudah tidak peduli tentang apapun selain orang tua nya.
Bahkan anneth.
"Dev,hujan,ayo pulang"
"Kalo Lo mau pulang,pulang aja"
"Gue tetep disini" ucap anneth mantap.
Gadis itu masih menemani nya,rela terguyur hujan,hingga tanpa sadar gadis itu sudah berada di samping makam papa nya.
"D...Dev,gu....gue ngga...ku....kuat Dev" ucap anneth gemetaran.
Deven menoleh pada anneth,gadis itu sangat pucat,bibir nya membiru.
Hingga deven kaget saat Anneth tiba tiba pingsan memeluk makam ayah nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH ATAU S2
Teen Fiction"Gue sumpahin Lo jadi bujang seumur hidup!" Umpat Anneth. "Gue sumpahin Lo jadi jodoh gue" balas Deven. "Amit amit" ucap Anneth sambil menggetok-getok kepalanya. "Hahaha dadah mba Kunti" ledek Deven. "Aaarggh dasar koreng monyet!" Umpat Anneth. Baga...
