Ngga nyangka udah lima puluh chapter. Hari ini aku mau kalian ramein komen di sini ya! Semangat!!!
Siang ini, setelah Jungkook, Jihye, dan Gail makan siang di dalam rumah, mereka lekas memasuki mobil untuk menjemput Gukie sekolah. Tidak lupa Gyeom pun ikut bersama di gendongan Jihye sebab setelah menjemput Gukie, sang suami akan mengantarnya ke kafe sementara Gail dan Gukie ikut bersama Jungkook di kantor.
"Iyel sudah bawa minumnya?
"Sudah, Mommy," jawab anak itu yang duduk sendirian di kursi penumpang tengah.
Jihye menoleh ke belakang. "Cookies juga sudah?" Anak itu lagi-lagi mengangguk. "Bagus. Jagoan Mommy dan daddy harus bisa pipis di dalam toilet, ya? Tidak boleh ditahan-tahan seperti kemarin. Kalau sudah ingin pipis, bilang pada daddy. Oke?"
Gail mengerjap, kemudian mengangguk. "Iyel pakai popok saja," cicitnya—takut jika anak itu akan mengompol di kantor sang ayah.
"Iya itu sudah pakai popok. Tapi nanti kalau popoknya sudah penuh, harus bilang daddy saat ingin pipis," sahut sang ibu kemudian. Gail pun akhirnya hanya bisa pasrah dan mengangguk sebelum memeluk robot Captain America kesukaannya.
Perjalanan menuju sekolah Gukie, Jihye sibuk memberikan air susunya pada Gyeom. Sementara Jungkook bersenandung kecil saat lagu dari radio terdengar.
"Potong rambut, Dad." Jihye sejenak berbicara setelah memandangi wajah sang suami dari samping kanan. Tangan kirinya membenahkan rambut sang suami yang barangkali tidak terkena pomade. "Rambutmu sudah terlalu panjang. Seorang bos harus memberi contoh yang baik pada karyawannya," lanjut wanita Park tersebut.
Jungkook menoleh sesaat sebelum kembali fokus pada jalanan. "Katanya aku seksi saat di atasmu." Jihye refleks menoleh ke belakang dengan tangan menarik telinga sang suami. "Iyel tidak mungkin paham, Mom."
"Tetap saja. Jangan berbicara sembarangan di depan anakmu!"
Pria Jeon itu lekas terkekeh gemas. "Tapi, Mom ... ada mobil baru dan malam ini ada pameran di mal dekat perusahaan. Nanti ke sana, ya?"
Kebiasaan pertama, Jungkook akan memanggil Jihye dengan sebutan 'Mom' saat ada anak-anak di sekelilingnya. Kebiasaan kedua, Jungkook tidak pernah melewatkan apa pun itu jika sudah membahas otomotif. Kecintaannya terhadap otomotif membuat Jungkook gatal ingin mengoleksi mobil dan juga motor. Hanya saja, wanita yang duduk di sebelahnya itu jelas melarangnya karena membeli barang yang belum tentu akan dipakai setiap waktu.
"Mommy, Iyel mau ikut turun!" Gail mendadak berbicara setelah mobil Jungkook berhenti di halaman sekolah Gukie yang cukup luas. "Iyel mau lihat Hyungie belajar."
Jungkook keluar dari mobilnya, kemudian menggendong Gail sebelum memasuki gedung sekolah Gukie untuk menjemput anak sulungnya. Sedangkan Jihye memilih duduk di dalam mobil sambil menyusui Gyeom.
Manakala Jungkook dan Gail pergi, Jihye meraih ponsel Jungkook yang berada di dalam tas miliknya. Sudah lama sekali Jihye tidak membuka-buka ponsel itu, membuatnya penasaran meskipun Jihye sudah pernah meyakinkan diri sendiri untuk tidak macam-macam pada ponsel Jungkook.
Selain dulu sekali pernah memergoki Jungkook selingkuh lewat ponsel, Jihye juga beberapa kali mengetahui Jungkook yang berbohong; seperti diam-diam memesan sepeda, sepatu, dan tas mahal. Tapi Jungkook beralasan bahwa rekan kerjanya lah yang memberikan oleh-oleh untuk Jungkook.
"Sudah kuduga!" Sekali lagi, Jihye menemukan pesan yang berisi bahwa Jungkook tengah memesan kendaraan roda dua Harley Davidson keluaran paling baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUPHORIA
FanfictionPunya suami macam Jeon Jungkook saja sudah membuat Park Jihye geleng kepala manakala mengingat pria jangkung itu merengek minta dipeluk. Lalu, apa jadinya jika si Jeon kecil ikut-ikut merengek dan membuatnya pening tujuh keliling? "Mommy ... Goo men...
