Typo masih ada:^
Ayo kita ikuti kisah dua insan yang saling memiliki namun sulit akan memahami perasaan wkwk.
Happy Reading guys❤️
•Play List: Lelah Menanti-Bagas Ran🎼
Jangan jadikan janji sebagai bahan permainan.
Karena disitulah kepercayaan menjadi taruhannya.
-Langit Laksatama
-[Angkasa]-
"Kak Angkasa!"
Lavender berteriak memanggil namanya, namun Angkasa hanya diam tanpa memperdulikan Lavender yang terus berusaha mensejajarkan langkahnya.
"Kak Angkasa tunggu! Ven mau ngasih ses-"
Duk!
"Aduh, Kak Angkasa kenapa mendadak berhenti? Sakit tahu." cicit Lavender sembari mengusapi dahinya akibat benturan yang terjadi dengan tubuh jangkung dan kerasa Angkasa.
Angkasa menoleh ke arah Lavender, lalu mengalihkan tatapannya sambil mendengus. Seharusnya ia tidak berhenti, seharusnya ia tidak mendengarkan panggilan gadis ini. Tapi, semuanya sudah terlambat dan Angkasa harua bersedia menghadapi gadis aneh di depannya.
"Kak Angkasa! Ini, Ven bawain kue! Enak tahu!"
Angkasa berdecak, "Gue gak suka! Dan jangan ganggu gue lagi!" tolak Angkasa mentah-mentah.
Tidak menyerah, Lavender pun terus mengikuti setiap langkah Angkasa dengan berbagai permohonan yang membuat Angkasa kesal dan kesal.
"Mau lo apa sih?!" Angkasa bertanya ketus.
Lavender yang mendengar itu sontak tersenyum, "Bener mau tahu mau Ven apa?"
"Iya! Cepet! Gue gak ada waktu buat ngurusin orang yang gak penting!"
Menyebalkan, namun Ven sudah mulai membiasakan diri mendengar nada dan ucapan yang teramat kejam yang sering Angkasa lontarkan kepadanya.
"Kalau Ven mau Kak Angkasa jadi pacar Ven, Mau?!"
Hampir saja Angkasa tersedak oleh ludahnya sendiri. Gadis ini benar-benar bodoh. Apa dia tidak sadar bahwa selama ini ia selalu menyakiti hatinya? Dan bodohnya mengapa dirinya harus gegabah berucap bahwa gadia ini adalah miliknya. Sial!
"Lo... Gila?!"
"Enggak kok, Ven gak gila. Ven masih waras." jawab Lavender ngawur.
"Gue gak mau jadi pacar lo! Dan sampai kapan pun gak akan pernah mau! Terus soal lo milik gue, gue cuman main-main! Jadi jangan terlalu di ambil hati!" tegas Angkasa membuat Lavender ingin sekali menangis.
Apa semuda itu perasaannya dimainkan? Apa tidak ada sedikit pun ketulusan yang bisa Angkasa berikan kepadanya? Rasanya sangat menyakitkan.
"Gak papa, Ven gak bakal nyerah!" ucap Lavender antusias membuat Angkasa harus lebih sabar dan sabar.
"Mending sekarang lo pergi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa
Teen FictionAngkasa Sadewana. Cowok dengan seribu pesona yang mampu membuat kaum hawa terpana. Sifatnya yang galak serta tak pandang bulu. Membuatnya di takuti. Apa pun yang sudah menjadi miliknya, tidak ada satu pun yang dapat mengambilnya. Lalu, bagaimana jad...
