Samatoki menatap tajam dan penuh amarah ke arah Sasaki yang tengah berdiri gelisah di dekatnya. Wajah wanita itu terlihat panik bukan main. Di sebelah wanita itu ada Jyuto yang tengah menghela napas.
"Bisa kau jelaskan ini Sasaki?" Jyuto memainkan flashdisk yang ada di tangannya.
Bukti kuat, bahwa Sasaki telah menculik [Name].
"JAWAB BRENGSEK! JANGAN DIAM DOANG!" Samatoki berteriak murka saat tak mendapat respon baik dari Sasaki.
Riou dengan sigap berdiri di belakang Samatoki, berusah menenangkan pria itu. Sasaki terlihat sangat shock saat mendengar bentakan Samatoki.
Bagaimana bisa terjadi begini? Mari kita balik ke beberapa saat yang lalu.
•
•
※Daddy Sugar※
•
•
Jyuto menghela napas lelah melihat leader timnya tengah berwajah suram. Sudah hampir seminggu semenjak [Name] menghilang. Sosok samatoki yang garang tak berakhlak kini berganti menjadi pemurung dan stres layaknya anggota divisi sebelah.
"Kau sudah mengecek CCTV di daerah apartemen mu?" tanya Jyuto.
Samatoki mengangguk kecil. Jyuto kembali memutar otaknya, memikirkan cara orang itu menculik [Name].
"Apartemen mu ada basementnya?" tanya Jyuto lagi.
Samatoki yang tengah merebahkan kepalanya di atas meja kerjanya mendongak, "bodoh boleh, tolol jangan. Kau tiap berkunjung parkir dimana bego?!"
Jyuto melirik kesal Samatoki, tangannya bergerak mengelus dadanya agar tetap sabar. "Kau sudah mengecek CCTV disana?"
Samatoki terdiam sejenak, ekspresi wajahnya kemudian berubah karena mendapat pencerahan. Pria itu berdiri dan segera berlari keluar ruangannya.
"AYO BANGSAT! SAMPAI KAPAN KAU ADA DISITU?!"
Jyuto menghela napas, "sudah nebeng, ga ada sopan santunnya. Ah, aku harus mengabari Riou terlebih dahulu."
•
•
※Daddy Sugar※
•
•
Samatoki dengan tenang menunggu Jyuto mengotak-atik komputer yang terhubung dengan CCTV basement apartemennya itu. Jyuto berhenti saat video yang diinginkannya itu muncul. Terlihat dengan jelas Sasaki tengah membopong [Name] yang tertidur ke dalam mobilnya.
Amarah Samatoki dengan cepat naik saat melihat itu. Pria itu bergegas pergi meninggalkan Jyuto yang tengah menyalin video itu ke flashdisknya. Pria itu dengan langkah terburu-buru keluar dari ruangan pengawas itu. Aura yang dikeluarkannya membuat orang-orang memilih menyingkir dari Yakuza itu.
Tak terduga di saat yang sama Sasaki tengah berjalan kearah Samatoki. Wanita itu terlihat senang sekali saat melihat Samatoki. Dengan cepat Samatoki mendekati Sasaki kemudian memojokkan wanita itu.
"S-Samatoki ...," Wajah wanita itu merona malu.
Samatoki mendengus, "mau mengakui kejahatan mu Sasaki?"
Wajah bahagia Sasaki berubah kebingungan, "kejahatan? Aku ga-"
"KAU KAN YANG MENCULIK [NAME]?!"
Wajah Sasaki berubah pucat pasi, matanya bergulir ke samping, mengalihkan pandangannya dari mata Samatoki yang menatapnya penuh amarah.
"K-kau tak bisa menuduh ku begitu Samatoki!" bantah Sasaki.
"Tentu saja kami tidak menuduhmu sembarangan," Jyuto datang dari arah Samatoki, "kami tentu saja ada buktinya."
Sasaki terlihat semakin ketakutan. Samatoki melepaskan kurungannya dan membiarkan Jyuto mendekati Sasaki. Polisi kotor itu memperlihatkan flashdisk yang baru ia ambil dari saku jasnya. Tak lama kemudian, Riou yang baru sampai ikut bergabung di samping Samatoki.
"Bisa kau jelaskan ini Sasaki?" Jyuto memainkan flashdisk yang ada di tangannya.
Sasaki menundukkan kepalanya lalu diam mematung, tengah berpikir bagaimana bisa mereka menemukan bukti bahwa ia pelakunya. Padahal ia sudah-
"Kau mungkin sudah mensabotase CCTV di lorong gedung ini. Tapi kau melupakan bahwa basement apartemen ini memiliki CCTV lebih dari satu. Sepertinya kau membuat kesalahan fatal Miss."
Sasaki mendongak, terkejut mendengar penuturan sang polisi kotor. Dirinya merasa tidak terima akan apa yang diucapkan oleh Jyuto, ia yang selalu sempurna dalam melakukan pekerjaannya kini melalaikan hal sepele yang berakibat fatal begini.
"JAWAB BRENGSEK! JANGAN DIAM DOANG!" Samatoki berteriak murka saat tak mendapat respon baik dari Sasaki.
Riou dengan sigap berdiri di belakang Samatoki, berusah menenangkan pria itu. Sasaki terlihat sangat shock saat mendengar bentakan Samatoki. Jyuto lelah melihat kelakuan leadernya, ia menepuk pelan bahu Sasaki.
"Kalau tidak bisa bicara disini, maka satu-satunya tempat kau bisa jujur di kantor polisi. Mari ikut saya Miss Sasaki."
Tbc ...
Yahho!!
Maaf baru up, tugas numpuk. Tangan pegel banget gara-gara disuruh nulis berlembar-lembar T-T
Jadi maaf ya kalau ini cerita jadi slow update!
♪Aohitsugi Keyara
5/10/2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy Sugar (Samatoki)
FanfictionAda anak kecil yang datang ke arah Samatoki saat ia tengah berjalan-jalan menikmati festival musim panas. "PAPA!!" Samatoki cengo, "ANAK SIAPA INI ANJIR?!" Warning: typo(s), OOC dll
