●11: Tetangga baru

1.9K 326 73
                                        

Bel rumah berbunyi, menggema di seluruh penjuru rumah. Samatoki melangkah dengan terburu-buru menuju pintu utama. Tubuhnya kini sudah terbalut kemeja biru tuanya. Hari ini ia ada rencana untuk keluar. [Name] yang tengah menikmati permainan cacing di ponselnya ikut menoleh, mengikuti arah kaki Samatoki bergerak.

Pintu utama dibuka, menampakkan seorang wanita bersurai hitam kecokelatan dengan tubuh sintal yang terbalut sweater putih. Wanita itu menampakkan senyum manisnya saat Samatoki menyapanya.

"Ah, Hiruto. Kau sudah datang, masuk lah!" seru Samatoki sembari menyingkirkan tubunya ke samping.

Wanita itu masuk dengan anggun. Kemudian Samatoki mengajaknya menuju ruang tengah, tempat [Name] yang sedang bersantai.

"[Name]?" Samatoki terlihat kebingungan saat [Name] langung berlari dan bersembunyi di belakangnya saat Samatoki dan Wanita itu datang.

"A-ah, [Name]? Maafkan dia Hiruto."

Gadis itu, Hiruto Sasaki mengangguk kecil, memaklumi perihal sikap [Name]. Samatoki menjelaskan bahwa wanita di depannya ini merupakan tetangga baru mereka. Kebetulan Sasaki ini dulu teman satu SMA sang Yakuza.

Wanita itu berjongkok, menatap ramah [Name] yang bersembunyi dibalik kaki jenjang Samatoki. Mungkin wanita itu tersenyum, tapi maksud lain di tangkap oleh [Name].

"Nah, [Name]. Sekarang Hiruto akan menemanimu saat Papa kerja."

Mungkin Samatoki tidak sadar, tapi [Name] sadar. Senyuman tante di depannya lebih lebar beberapa senti setelah Samatoki menjelaskan maksud kedatangannya.



※Daddy Sugar※

Hiruto Sasaki, tetangga yang baru saja pindah 2 hari yang lalu ke samping apartemen keluarga Samatoki. Marga wanita itu dulu bukan Hiroto, melainkan Kagiri. Dulu ia tinggal di Kyoto, namun setelah cerai sebulan yang lalu wanita itu memilih kembali ke kota kelahirannya, Yokohama. Kebetulan ia pindah ke apartemen yang sama dengan Samatoki.

Mungkin yang terlihat di luar, Sasaki adalah orang yang ramah dan menyenangkan. Bagi [Name] ia terlihat sedikit licik. Menyenangkan memang bagi [Name] tak sendirian di rumah, sang ayah pun tak perlu pulang pergi ke rumah saat makan siang tiba. Tapi perempuan ini terlalu menuntut, seolah ia adalah nyonya Aohitsugi disini.

"[Name]-chan! Astaga, sudah ku bilang jangan menyentuh alat-alat itu!" Sasaki bergegas menarik tangan [Name] menjauh dari benda-benda milik Samatoki.

[Name] mengernyit, sejauh ini ayahnya bahkan tak pernah cerewet ketika ia menyentuh barang-barangnya. Namun, gadis manis itu tetap menurut sebagai anak yang baik. Mendekati jam makan siang Sasaki mulai terlihat kebingungan.

"Kenapa Tante?" tanya [Name] yang cukup jengan melihat Sasaki bergerak gelisah di hadapannya.

Sasaki sekilas mengerutkan alisnya mendengar panggilan sang gadis kecil Aohitsugi di depannya. Wanita itu menoleh, "kira-kira Samatoki pulang jam berapa? Apa dia suka sup ikan?" tanyanya balik.

[Name] mengernyit, heran dengan tingkah laku Sasaki. "Entahlah, terkadang Papa tidak pulang. Jika Papa tidak pulang akan ada Paman Jyuto yang datang membawakan makanan."

Sasaki menghela napas mendengarnya, "yang benar saja? Harusnya ia menitipkan mu. Aku jadi kasihan padamu." ucap Sasaki.

[Name] hanya mengangguk dengan tidak niat merespon semua ucapan wanita di depannya. Perhatian sekali Sasaki dengan Papa, itulah yang berada di pikiran [Name]. Setelah menanyakan itu, Sasaki beranjak menuju dapur, sepertinya menyiapkan makan siang mereka berdua.

Mungkin [Name] harus semakin waspada terhadap Sasaki. Wanita itu bisa saja ingin memanfaatkan sang ayah dengam wajah sok baiknya. [Name] jadi tertawa sendiri melihat pemikirannya, pasti dia jadi korban drama lokal perselingkuhan yang ditontonnya beberapa minggu ini.

Gadis itu kemudian cepat-cepat turun dari sofa dan berlari kecil menuju ruamg makan saat mendengar suara Sasaki berteriak memanggilnya.



※Daddy Sugar※

Sorenya Samatoki pulang. Sasaki menyambutnya dengan senang hati. [Name] segera memeluk erat kaki sang ayah begitu ia memasuki ruang tengah. Dengan senang hati Samatoki menggendong anak kesayangannya itu.

"Bagaimana bersama Hiruto? Menyenangkan?" Samatoki bertanya.

[Name] mengangguk singkat. Sebenarnya merasa dongkol pada wanita karena apapun yang ia lakukan selalu dilarang wanita itu. Padahal ia menemani saja. Lebih baik ia bersama Ichiro dari pada bersama Sasaki.

Pria itu berterima kasih atas bantuan yang diberikan wanita itu kepadanya, kemudian mengantarkan wanita itu ke depan saat ia memutuskan untuk pulang ke apartemennya.

Sekilas, raut wajah Sasaki kecewa saat Samatoki berterima kasih padanya. Samatoki tak menyadarinya, lagi-lagi [Name] lah yang menyadari perubahan singkat raut wajah wanita itu.

Samatoki menutup pintu apartemennya saat Sasaki sudah berjalan kembali ke apartemennya. Kini raut wajah kecewa Sasaki nampak dengan jelas.

"Ku pikir akan mudah mendekati mu lagi Samatoki-kun." gumam wanita itu.

"Ternyata cukup sulit juga."

Tbc ...

Hayoloh, Sasaki mau ngapain itu~?
Btw, yang di mulmed itu visual Sasaki hehe
Jangan lupa vote dan comment~

8/5/2020

♪Aohitsugi Keyara

Daddy Sugar (Samatoki)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang