Samatoki terhuyung ke depan setelah mendapatkan rasa sakit di kepalanya. Seseorang memukulnya dari belakang menggunakan kayu. Rasa pening menjalar bersamaan darah yang menetes ke lantai kontainer. Samatoki berusaha memfokuskan penglihatannya yang mulai mengabur.
"Tidak ku sangka kau datang kesini, nekat juga kau." Suara merendahkan itu terdengar jelas di telinga Samatoki.
[Name] berlari, memeluk ayah angkatnya dengan erat, "kenapa ayah memukul papa?!" teriaknya ketakutan.
Pipi tembamnya kini dialiri air mata. Pria bule itu mendengus melihat wajah anak perempuan di depannya. Senyum miring terukir di wajahnya.
"Hal itu pantas di dapatkan buat penyusup sepertinya [Name] sayang. Papa tidak mau kau diambil lagi oleh pria kotor sepertinya." ujar si pria.
Air mata terus mengalir keluar dari mata indah [Name]. Gadis kecil itu begitu takut terjadi apa-apa dengan Samatoki. Meski sebentar, pria bersurai perak itulah yang telah memberikannya kehangatan layaknya keluarga sebenarnya.
"Jangan menangis sayang, setelah ini kau akan mendapatkan orang tua yang lebih layak-"
"Tidak mau!" [Name] berteriak memotong ucapan pria di depannya.
Wajah pria itu mengeras, terlihat begitu marah dengan sikap [Name] kepadanya. Dengan cepat ia berjalan mendekati [Name], menjambak rambutnya. Gadis kecil itu berteriak kesakitan saat pria itu menarik rambutnya, menyeretnya keluar dari kontainer.
"Aku sudah bersikap lembut dengan mu, tapi anak jalang seperti mu tidak pernah menghargai ku rupanya."
Ditengah rasa sakit yang melanda kepalanya, Samatoki berusaha berdiri untuk mengejar [Name]. Dengan tertatih ia mengikuti kemana pria itu menyeret anak kesayangannya.
"Asalkan kau tau, kau itu bukan anak ku. Ibu mu itu dengan kurang ajarnya berselingkuh dari ku." ucap si pria.
Tarikan di rambut menguat, [Name] bisa merasakan beberapa helai rambut cokelatnya lepas dari kepalanya. Keduanya berhenti di ujung kapal, pria itu memaksanya untuk berdiri menghadap laut.
"Aku sudah muak dengan mu, keberadaan mu disini mengingatkan ku akan pengkhianatan jalang itu. Tak apa, kehilangan beberapa ratus juta tak akan membuatku terlalu bangkrut."
[Name] menatap takut air laut yang ada di bawahnya, ia tak bisa berenang. Kemungkinan ia mati tenggelam sangat tinggi. Pria itu tertawa melihat ekspresi ketakutan yang ditampilkan di paras rupawan [Name].
"Kau takut?" tanyanya mengejek.
[Name] berteriak saat badannya mulai condong ke air. Pria itu tertawa makin keras mendengar teriakan anak kecil di sampingnya. Pria itu melepaskan pegangannya saat sebuah palang besi menghantam punggungnya. Hampir saja [Name] jatuh ke laut jika saja Samatoki terlambat menarik tubuhnya kembali ke geladak kapal.
Samatoki dengan cepat menyembunyikan anaknya ke belakang badannya. Rasa pening di kepala terabaikan, ia harus menjaga [Name] dengan benar kali ini. Pria itu kembali berdiri dengan sempoyongan. Ia terlihat meringis, menahan sakit di punggungnya.
Samatoki tertawa, "sakit? Itu belum seberapa dengan punyaku loh~" ejeknya.
Pria itu menggeram marah. Tapi sedetik kemudian ia terdiam, pandangannya terlihat menerawang penampilan Samatoki. Kemudian ia berseru keras, mengumpati leader MTC itu.
"KAU KAN SELINGKUHAN JALANG ITU?!"
Samatoki terlihat kebingungan dengan penuturan pria di depannya. Sementara [Name] terlihat dengan seksama mendengarkan ucapan melantur itu.
Pria itu memegangi kepalanya, "aku ingat, jalang itu mengaku bahwa anak itu hasil hubungannya dengan pria mabuk di bar. Pria dengan rambut putih dan banyak tindik."
"KAU! KAU PASTI ORANGNYA!" lanjut pria itu.
Samatoki terdiam, manik merahnya beralih memandangi anak kecil yang tengah memeluk erat kakinya. Mungkin kah? Tapi ia tidak pernah mengingat pernah berhubungan dengan wanita di bar.
"Ia bilang itu sebuah kesalahan, TAPI AKU TETAP TIDAK TERIMA!" racau pria itu.
"Kalian harus mati disini."
Samatoki mengelus kepala [Name], "entah dia anak ku atau bukan, aku tidak akan membiarkan dia mati begitu saja."
Pandangan Samatoki kembali terarah ke lawan di depannya. Wajahnya menggelap, "kau yang akan mati disini. Itu sumpah ku!"
[Name] berharap, semoga Jyuto dan Riou cepat sampai membantu ayah angkatnya.
Tbc ...
Hayooo, [Name] anak siapa hayo?
Uhuy~
10/20/2020
♪Aohitsugi Keyara
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy Sugar (Samatoki)
FanfictionAda anak kecil yang datang ke arah Samatoki saat ia tengah berjalan-jalan menikmati festival musim panas. "PAPA!!" Samatoki cengo, "ANAK SIAPA INI ANJIR?!" Warning: typo(s), OOC dll
