21.

1.1K 132 42
                                    


Jimin berjalan dilorong sekolah dengan susu kotak di tangannya. Sesekali bersenandung kecil dan semilir angin yang berhembus di wajahnya.

Hari ini sangat cerah, cuaca juga tidak terlalu panas dan tak mendung pula. Cuaca yang sempurna menurut Jimin, tapi apa hari ini juga sama sempurna nya dengan cuaca?

Jimin menghelas nafas panjang dan melanjutkan perjalanan menuju kelasnya yang lumayan jauh itu.

Drrttt drrttt

Jimin mengambil handphone nya disaku dan melihat pesan yang baru masuk itu.

Jimin mengambil handphone nya disaku dan melihat pesan yang baru masuk itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jimin menyerit bingung kala membaca pesan itu. Itu siapa sih? Kenapa tau nomor Jimin? Gak mungkin banget kalo nomor ini salah kirim, dia bahkan menyebut namanya dengan benar. Jadi ini siapa?

Jimin mengangkat bahunya tak peduli dan memasukan kembali handphone nya di saku.

"Haha iya gak sih? Lo tau gak? Tapi kan menur-"

Bruk

Selalu saja ada insiden menyebalkan menjadi bumbu bumbu dihidup Jimin. Seperti saat ini.

Seseorang seangkatannya yang dia tau bernama Natan anak IPS menabrak lengannya sehingga susu yang dia pegang tercampak ntah kemana.

"Kalo jalan pake mata dong" nyolot Natan ke Jimin yang masih tampak santai.

"Tapi lo yang nabrak gua karna asik ngobrol"

"Enak aja, makanya lo minggir anjing malah nyalahin gua" kata Natan dengan wajah penuh amarah yang sedari tadi dirinya ditahan oleh temannya itu.

"Duh kumaha goblog, lo yang nabrak gua, lo yang ga liat liat jalan, jadi gua yang disalahin. Au ah" kata Jimin menatap Natan dengan sinis dan berjalan pergi.

Namun, anak yang satu ini lumayan keras kepala. Natan menarik seragam Jimin membuat Jimin menjadi tertarik ke hadapan Natan.

"Apaan dih lo narik narik dih" misuh Jimin berusaha melepaskan seragamnya dari tangan biadap Natan.

"Haha gak punya temen ya lo? Jalan sendirian kaya orang dungu"

"Bukan urusan lo anjing"

"Kasar banget bibir tebal lo, duh tu bibir kok bisa tebal gitu sih? Di cipok sama berapa cowo hahahaha"

Jimin mendengar kalimat kejam dari Natan semakin merasa jengkel dan ingin memijak mijak mulut sialan itu.

"Lepasin gua tai" kata Jimin yang masih berontak, semakin lama semakin berdatangan anak anak IPS yang menjadi circle Geng dari Natan ini.

Jimin tau karna dia sering melihat orang orang ini masuk ke ruang BK.

"Panggil dong temennya sini- eh kan ga punya temen haha makan dikantin aja sendiri"

Complicated //CompletedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang