Keadaan sekolah sudah sama seperti semula. Berita tentang Sheza dan Nathan pun sudah mulai memudar dari obrolan para siswa. Entah mengapa Gwen tiba-tiba saja teringat tentang foto dan kertas yang ada di diary ibunya. Gwen membawa foto dan kertas tersebut untuk menanyakan arti dari tulisan yang ada di kertas tersebut pada Fathur.
Ya, ia pikir menanyakan pada Fathur akan lebih baik dibanding bertanya pada Iqbal yang mulutnya tak bisa dijaga. Gwen pun menghampiri Fathur lalu duduk di bangku tepat di depan Fathur.
“Fathur,” panggil Gwen membuat Fathur langsung mengangkat kepalanya menatap Gwen. “Ya?” Tanya Fathur.
Gwen tak langsung menjawab. Ia berpikir terlebih dahulu karena gugup takut salah kata. “Gue mau minta tolong,” ujar Gwen menjelaskan. Fathur mengerutkan dahinya tak mengerti.
“Gue Cuma mau minta tolong ke lo buat baca kok,” ujar Gwen kembali menjelaskan. Gwen pun langsung memberikan kertas yang waktu itu ia temukan pada Fathur dan langsung dibaca oleh Fathur.
“Lo mengerti tulisannya?” Tanya Gwen karena Fathur yang sedari tadi hanya diam saja. “Iya. Tapi buat apa kamu tanya ini?” Tanya Fathur balik.
Gwen berpikir sejenak mencari alasan. “Em... gue temu kertas itu. Gue pikir mungkin itu surat, tapi gue nggak mengerti arti tulisannya apa,” ujar Gwen.
“Mamangnya apa isi suratnya?” Tanya Gwen lagi. “Ini kalimat syahadat,” ujar Fathur. “Syahadat?”
“Iya. Kalau di agama aku syahadat salah satu rukun yang ada. Em... misalnya kalau ada yang mau masuk Islam dia harus bersyahadat dulu, atau kata lainnya bersaksi. Dan yang diucapkannya itu ya kalimat ini,” ujar Fathur berusaha menjelaskan dengan baik dan benar.
Seketika saja Gwen langsung terdiam teringat tulisan dibelakan foto yang ia temui. Apa mamah benar-benar masuk Islam? Tapi apa alasannya? Bukankah mamah orang yang religius, batin Gwen terus bertanya.
“Gwen? Kamu dengar penjelasan aku kan?” Tanya Fathur karena sedari tadi Gwen terdiam. “Eh... iya. Em... makasih ya udah mau bantu aku,” ujar Gwen lalu kembali ke mejanya setelah Fathur mengembalikan kertasnya kembali.
Apa gue tanya alasannya ke orang yang foto sama mamah aja ya? Batin Gwen.
☁️☁️☁️
Setelah lama berpikir akhirnya Gwen memutuskan untuk bertanya pada orang yang berada di foto tersebut. Ia harap orang tersebut akan memberi informasi tentang mendiang ibunya mengingat ayahnya yang tak pernah sekalipun mengajaknya ke makam sang ibu.
Lo pasti bisa, batin Gwen menghela napasnya. Gwen pun mengetuk pintu rumah tersebut. Tak lama muncullah seseorang yang ia cari. Benar dugaannya, memang dialah orang yang ada di foto tersebut.
“Gwen? Kamu cari Fathur?” Tanya Wardah ramah. Gwen pun tersenyum dan menyalami Wardah. “Nggak Tante. Saya ke sini mau ketemu sama Tante,” ujar Gwen menjelaskan tujuannya datang.
“Cari tante?” Tanya Wardah tak percaya. Gwen pun mengangguk.
“Ya sudah, ayo masuk. Nggak enak mengobrol di luar,” ajak Wardah. Lagi-lagi Gwen mengangguk dan masuk ke dalam rumah lalu duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
“Mau minum apa?” Tanya Wardah. “Nggak usah Tante. Saya cuma mau bertanya aja kok,” ujar Gwen menolak. “Jangan begitu. Biar tante ambil minum dulu ya buat kamu. Kayanya kamu belum sempat pulang ke rumah juga,” ujar Wardah lalu meninggalkan Gwen menuju dapur.
Benar apa kata Wardah. Ia memang belum sempat pulang ke rumah karena tak mau membuang waktu yang ada.
“Ini. Maaf ya cuma ada ini aja,” ujar Wardah menghidangkan segelas teh dan beberapa kue yang memang selalu ia simpan jika ada tamu berkunjung. “Makasih Tante,” ujar Gwen jadi tak enak.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Secret [SELESAI]
Teen FictionSetiap orang memiliki kisah hidupnya masing-masing. Begitu pun dengan Gwen dan teman-temannya. Tak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya karena semua itu adalah rahasia yang akan Tuhan perlihatkan saat waktunya tiba.
![A Secret [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/218906305-64-k522092.jpg)