Gwen tersenyum menatap sekitar saat ia turun dari mobil. 1 bulan libur semester yang harusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi setiap orang malah menyedihkan baginya karena harus menghabiskannya di rumah sakit.
Gwen menghela napasnya lalu melangkah masuk ke dalam gedung sekolah. “Gwen!” Panggilan dari arah belakang membuat Gwen membalikkan badannya dan tersenyum saat menyadari siapa yang memanggilnya.
“Risha! Iqbal!” Balas Gwen bersemangat. Risha langsung memeluk Gwen melepaskan semua rasa rindu mereka. “Gue kangen banget sama lo,” ujar Risha. “Gue juga kangen,” balas Gwen dengan keadaan mereka yang masih berpelukan.
Merasa menjadi nyamuk di antara keduanya Iqbal pun mulai angkat suara. “Wahai manusia ingat masih ada gue di sini. Gue bukan kacang yang biasa kalian diamin aja,” ujar Iqbal membuat keduanya melepaskan pelukan mereka.
“Ganggu banget sih, lagi kangen-kangenan juga,” ujar Risha sambil pura-pura kesal. “Iya deh gue mah nyamuk yang ganggu kalian,” balas Iqbal melipat kedua tangannya di depan dada. “Cie marah,” ujar Risha menggoda.
Iqbal tak menghiraukan ucapan Risha, ia masih mendiamkan keduanya. Risha menatap Gwen lalu mengedipkan sebelah matanya yang langsung diangguki oleh Gwen. “Ah!” Gwen memegangi dada sebelah kirinya dengan wajah yang kesakitan.
Spontan Iqbal langsung khawatir dengan keadaan sahabatnya itu. “Gwen, lo baik-baik aja kan?” Tanyanya khawatir. “Sakit,” rintih Gwen. “Di mana?” Tanya Iqbal lagi. “Di tangan lo!” Teriak Gwen dan Risha bersamaan sambil mencubit tangan Iqbal.
“Gila, sakit woy. Berhenti cubiti gue,” ujar Iqbal sambil berusaha menghindar dari cubitan keduanya. Gwen dan Risha pun berhenti mencubiti Iqbal sambil tertawa puas. “Makannya jangan marah-marah lagi. Kalau nggak nanti kita bisa nge lakuin hal yang lebih dari ini. Iya nggak?” Tanya Risha, Gwen pun mengangguk.
“Dasar,” balas Iqbal dengan senyuman. “Kita masuk kelas aja yuk, sebentar lagi bel nih,” ajak Gwen saat menatap jam di pergelangan tangannya. “Ya udah, ayo.”
Mereka pun berjalan bersamaan memasuki sekolah sambil membicarakan hal-hal apa saja yang mereka lakukan selama liburan. “Sumpah di pantai kemarin panas banget, udah banyak pengunjungnya lagi. Mau nggak mau gue cuma bisa nge habisin waktu di hotel aja deh,” keluh Risha pada Gwen dan juga Iqbal.
“Makannya kalau liburan tuh ke gunung, di sana sejuk banget,” ujar Iqbal membanggakan liburannya. “Iya deh, lo kan anak gunung banget, kalau gue kan anak pantai,” ujar Risha. “Oh ya, lo kemarin liburan kemana? Pasti bokap lo ajak ke luar negeri lagi ya?” Tanya Risha pada Gwen.
Gwen hanya tersenyum iri mendengar kisah liburan kedua sahabatnya. “Gue habisin waktu liburan gue di rumah sakit,” ujar Gwen membuat Risha dan Iqbal merasa tak enak. “Maaf, gue nggak tau. Lo kenapa lagi memangnya kemarin?”
“Gue baik-baik aja kok. Cuma pemeriksaan,” ujar Gwen. “Wahai Gwen ku sayang, nggak mungkin ya kalau lo baik-baik aja sampai dirawat selama 1 bulan,” ujar Iqbal kesal karena Gwen selalu berusaha menutupi perkembangan penyakitnya.
“Iya, pasti ada yang lo sembunyikan dari kita,” timpal Risha. Gwen menghela napasnya lalu menatap keduanya serius. “Gue benaran gapapa,” ujar Gwen. “Benar?” Tanya Risha dan Iqbal bersamaan. Gwen mengangguk pasti, “Iya, gue benaran gapapa.”
“Udah ah, ayo ke kelas. Gue kangen meja kesayangan gue,” lanjut Gwen sambil menarik tangan Risha dan Iqbal menuju kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Secret [SELESAI]
Fiksi RemajaSetiap orang memiliki kisah hidupnya masing-masing. Begitu pun dengan Gwen dan teman-temannya. Tak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya karena semua itu adalah rahasia yang akan Tuhan perlihatkan saat waktunya tiba.
![A Secret [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/218906305-64-k522092.jpg)