•Ancaman Oliv

21 5 1
                                        

Sampai di sekolah Clara berjalan di koridor sekolah dengan perasaan yang tak semangat langkah demi langkah ia pijakkan kakiknya di keramik koridor itu

Saat masuk ke kelasnya,semua mata terfokuskan pada nya Clara merasa ada yang sedang mereka fikirkan

Clara hanya diam dan menuju bangku tempat ia duduk

"Ehh..bener gak sih Clara di jebolin om om"

"Ahhh..masa iya,demi uang segitu nya banget"

"Kasian banget tuh papa nya ngeliat anak istirnya jual diri"

"Up!!!" Obrolan mereka di akhiri dengan tawa yang sangat bahagia

Suara itu sampai di telinga Clara,batinnya seperti tertusuk, tak tahan mendengar ucapan itu Clara menangis.mencoba menahan Isak tangisnya di dalam kelas

Ia menundukkan kepalanya dan menyandarkan nya di meja, tak pernah ia berfikir hidupnya akan se sulit ini

Ingin sekali ia mengakhiri hidupnya,dan menyusul papa nya di sana

"Paa..Clara cape,Clara ga kuat pa"ucap Clara, terpotong potong dengan suara pelan,bisa di bilang Clara hanya memiliki satu teman bicara di kelas yaitu Sarah

Namun semenjak kejadian kemarin,Sarah tidak pernah menegur Clara sedikitpun bahkan sekarang ia tidak perduli dengan gadis itu.

Clara lebih memilih pergi ke WC untuk mencuci wajah nya, di kelas sangat sesak pikir nya.

Clara memajukan wajahnya di depan keran air,sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.

"Apa gue gak pantes buat bahagia!!"ucap Sarah, membentak diri sendiri sambil menangis.ucapan siswi itu lagi lagi membuat Clara rapuh.

"Ehh siapa nih nangis disini"ucap seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke dalam WC.

Membuat Clara mengusap air matanya cepat dan berbalik badan ke arah wanita itu.

"O..Oliv?"batin Clara

"Kenapa,Lo kaget liat gue juga sekolah di sini"
Ucap Oliv, menjambak sebagian rambut Clara

"Ahh sakit"rintih Clara sambil memegang rambutnya

"Sakit ini gak sebanding sama sakit gue pas liat Lo sama Davino ngerti!!"Ucap Oliv, menaikkan suaranya satu oktav lebih keras

Yang bisa ia lakukan hanyalah menangis dan menangis,Batinnya tak cukup kuat merasakan semua ini, Clara Merasakan ada yang sakit di dadanya belum lagi pikirannya hanya tertuju pada bunuh diri

Tak ada gunanya ia hidup jika seperti ini,orang tua nya pun tak menyayangi nya,lantas untuk apa ia hidup

"Kenapa Lo diam!! Sadar Lo sekarang kalau Lo itu perusak.ingat yah gue bakal lakuin apa aja buat bikin hidup Lo hancur"ucap Oliv,melepaskan jambakan nya dan pergi dari tempat itu.

Clara kembali menangis sesekali ia menatap wajahnya di pantulan cermin lalu merunduk
Membuat matanya penuh dengan air mata,akhir-akhir ini air mata selalu keluar tanpa memberi aba aba

Saat menuju ke kelas,Clara melewati koridor sekolah dengan tatapan kosong.ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa mengakhiri hidupnya

Terlalu jauh Clara masuk ke dalam lamunannya hingga ia tak sadar telah menabrak seseorang
Clara terkejut ia merasa telah menabrak seseorang memiliki postur tubuh lebih besar dari pada dirinya

Clara menaikkan wajahnya melihat siapa yang telah ia tabrak,dan ternyata itu adalah Davino,Davino yang melihat wajah Clara lembab terkena air mata dan matanya yang bengkak dan merah.menaikkan satu alis nya

"Lo kenapa clar"batin Davino,lagi lagi Davino tak mengungkapkan kata itu kepada Clara

#hayyyy..
Jangan lupa vote nya yahh 💛🥰





SeeYouuuuu >Ω<

Clara_DavinoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang