Hari ke 2.
"kak Ravn! Kak Leedo!!" Hwanwoong.
"Apaan?" Leedo.
"Kalian berdua enggak berduka sama sekali?! Dongju baru meninggal, kenapa kalian biasa-biasa aja?" Hwanwoong.
"Terus kita harus gimana? Uring-uringan sambil nangis gitu?" Leedo.
"Udah, langsung ke intinya aja Woong, ada apa lo manggil kita?" Ravn.
"Dongju kan adek bungsu lo Kak Ravn!! Lo gak peduli?" Hwanwoong.
"Dia bunuh diri, dia aja gak sayang sama diri sendiri! Buat apa gue peduli?" Ravn.
"Dongju gak bunuh diri! Dia korban pembunuhan!" Hwanwoong.
"Jelas-jelas dia bunuh diri, lo liat sendiri kan dia gantung diri di rumah kosong itu?!" Leedo.
"Kalo ini pembunuhan, terus apa buktinya?" Ravn.
"Ini!!" Hwanwoong nunjukin chat terakhir dari si 'pelaku' lewat nomor hp Dongju.
[Dongju]
|Ucapkan selamat tinggal untuk Dongju|
|Sang pelindung lo udah gak ada!!|
|Siapa lo?! Di mana Dongju!!|
|Jangan sakitin Dongju!! Atau lo berurusan
Sama gue!!|
|Terlambat!|
|Maksud lo?!|
|Dongju udah mati!!|
"Gue gak peduli!" Ravn.
"Kakak macam apa lo?! Adek lo jadi korban pembunuhan lo diem aja gitu?!" Hwanwoong.
"Udahlah Woong, orang udah mati mau diapain lagi?" Leedo.
Hwanwoong hanya bisa mengepalkan tangannya erat, menahan emosi.
Dari balik dinding, Seoho tersenyum miring menyimak pembicaraan mereka.
DarkBlue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uncover the perpetrator [Oneus & Onewe]
Fanfiction[Tamat] Sejak kecil Hwanwoong bersahabat dengan Dongju. Hwanwoong memiliki Nyctopobhia, (takut pada kegelapan) dan ligyrofobia (takut pada kebisingan) Hwanwoong takut pada kebisingan gemerincing lonceng. Dari kecil, mereka berdua memiliki tempat fav...
![Uncover the perpetrator [Oneus & Onewe]](https://img.wattpad.com/cover/244684658-64-k954866.jpg)