32

88 13 0
                                        

Ending.
-x-x-x-x-x-x-

"Gue nyesel !!!!! Kenapa gue harus bunuh Dongju!!!"

Cya menjambak rambutnya sendiri di dalam kurungan jeruji besi yang dingin.

"Giwook.."

Cya langsung berjalan sempoyongan mendekati seseorang yang berdiri di luar kurungan jeruji besinya.

"Hwanwoong!! Tolong maafin gue!! Keluarin gue dari sini! Gue mohon.."

"Udah gue lupain. Tapi, lo tetep harus tinggal di penjara buat pertanggung jawabkan semuanya!"

"Hwanwoong!! Gue mohon cabut tuntutannya!! Bebasin gue!! Gue mohon."

"Maaf Cya, gue gak bisa."

Tak lama kemudian, Ravn dan Leedo datang.

"Gue bawa Papa lo ke sini." Ravn.

"Buat bebasin gue?! Papa gue mau ngebabasin gue kan?!"

"Cih! Sebaliknya.. Papa lo bakal tinggal di satu jeruji sama lo!!" Leedo.

Tak lama kemudian, dua polisi menyeret Papa Cya masuk ke jeruji besi tahanan yang sama.

"Papa!!"

"Pergi jauh-jauh lo!! Lo bukan anak gue!!"

"Cya, maaf. Gue harus pergi." Hwanwoong berlalu pergi diikuti Ravn dan Leedo di belakangnya.

"HWANWOONG!! JANGAN PERGI!! BEBASIN GUE DULU!!!"

"HWANWOONG GUE BENCI SAMA LO!!"

"HWANWOONG BEBASIN GUE BEGO!!"

"DIAM!!" Salah satu polisi membentak Cya.

Tiba-tiba Cya tertawa terbahak-bahak sendiri dengan air mata yang mengalir.

Sepertinya, tidak lama lagi Cya akan dipindahkan ke RSJ.

-x-x-x-x-x-x-

Fobia Hwanwoong berangsur sembuh karena pengobatannya dibiayai oleh ayahnya Dongju sebagai ucapan terimakasih karena Hwanwoong berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Dongju.

Hwanwoong datang ke makam Dongju dan meletakkan karangan bunga indah di sana.







"Istirahatlah dengan tenang, Dongju."



























•°Tamat°•


















-x-x-x-x-x-x-

«Oke, target tercapai! Seminggu tamat...:)»




DarkBlue.

Uncover the perpetrator [Oneus & Onewe]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang