3

664 61 0
                                        

Seoul, 10: 22 AM KST.

      Park Nareun mencuci pandang menatap ke segala arah, di depannya ada seorang pria yang kini mengarahkan nya menuju unit kamar asrama tempatnya nanti akan beristirahat selama belajar di Seoul.

Ia benar-benar takjub dengan pemandangan modern yang terlihat, bahkan warna cat sekalipun itu dapat membuatnya ber ' oh ' ria dalam hati.

" Kamar wanita di sebelah kiri dan kamar pria pada bagian kanan, walaupun begitu kami yakinkan bahwa privasi di asrama ini sangat terjamin. Akan ada petugas yang menjalankan kontrol sift malam dan beberapa kamera cctv terpasang di setiap sudut ruangan " Orang itu membuka kunci kamar sambil menjelaskan beberapa hal, Nareun hanya memutuskan untuk diam sambil mendengarkan.

" Selain itu, makan siang akan di berikan oleh pihak sekolah. Sedangkan untuk makan pagi juga malam, siswa di haruskan memasak sendiri. Ada dapur di tiap kamar, selain itu bahan makanan akan di sediakan sebulan sekali "

" Aku mengerti "

" Kalau begitu, aku pamit dulu. Ada beberapa hal yang harus aku bicarakan dengan kepala sekolah, jika kau membutuhkan bantuan cukup gunakan telepon di samping pintu masuk. Itu akan tersambung langsung dengan operator sekolah " Pria itu membungkuk hormat lalu pergi.

Nareun mengunci pintu dari dalam, ia membuka koper kecilnya. Tampak sosok makhluk hijau melompat keluar dengan nafas tersengal-sengal.

" Kenapa lama sekali? "

" Aku tak bicara apapun, guru itu hanya menjelaskan mengenai beberapa hal. Apakah punggung mu pegal? "

" Tentu saja, aku sudah meringkuk di dalam tas kecil ini 4 jam lamanya " rengek Goblin itu dengan wajah kesal.

" Ku pikir, Goblin seperti mu tidak memiliki tulang "

" Pengecualian untuk itu Nona, Goblin ataupun Hantu bisa merasakan sakit seperti yang manusia rasakan. Hanya saja, kami ini kekal dan bisa saja mati jika pencipta yang memutuskan nya "

Wanita itu mengangguk paham, ternyata masih banyak hal yang harus ia pelajari mengenai Goblin pelindungnya itu.

" Apa yang kau lakukan? " Tanya Shinbi penasaran, ia menaiki kasur dengan kedua kaki pendek nya. Menatap Nareun yang kini sibuk merajut sesuatu dengan kedua jarum benang di tangannya.

" Ah, ini? Aku berfikir untuk membuatkanmu bantal juga selimut serta syal dari benang wol. Kau tidak mungkin akan tidur di lantai dingin. Bukan? "

" Kau tak perlu lakukan hal itu, aku bisa tidur di tempat apa saja. Lagipula, tanganmu bisa tertusuk jarum "

" Tidak apa, lagipula sudah lama aku tidak punya teman. Aku hanya berusaha membuat pelindungku nyaman berada di sisiku, apa salah? "

Shinbi menggeleng, air matanya menggenang dan tumpah saat Nareun mengelus pucuk kepalanya dengan penuh kelembutan.

" Aku sangat bahagia karena pencipta memilihku untuk melindungi mu "

" Aku juga sangat senang, kalau begitu lebih baik kau makan dulu. Ada beberapa makanan di dalam ransel, bibi Kang yang menyiapkannya "

" Kau tidak makan? "

" Setelah menyelesaikan ini maka aku akan makan, aku janji. Sebentar lagi akan selesai " Nareun menunjukan jari kelingking kecilnya kepada Goblin itu, Shinbi tak bicara apapun dan melompat turun dari ranjang.

Ia mengacak-acak isi ransel demi mencari makanan, Gadis Park itu memang sudah bisa menebak jika sejak tadi Shinbi sudah kelaparan.

" Nareun, kau mau kemana? "

" Aku mau jalan-jalan sebentar, mencoba beradaptasi dengan gedung asrama ini. Nanti aku akan kembali "

" Tunggu! " Ucap Shinbi spontan membuat langkah perempuan itu terhenti.

Goblin itu mengeluarkan sebuah cahaya dengan kedua tangannya, memunculkan sebuah benda dengan ukiran aneh yang tidak Nareun mengerti. Lalu menyerahkannya pada gadis itu.

" Ini adalah gelang pelindung khusus untukmu, dengan gelang itu kau bisa memanggilku. Jadi sejauh apapun jarak mu, aku bisa mengawasimu "

" Ukiran apa ini? "

" Itu adalah ukiran makhluk, kau harus mengumpulkan makhluk-makhluk jahat dengan melumpuhkan mereka maka hantu-hantu itu akan masuk ke gelang yang kau gunakan itu nantinya "

Nareun membelakan matanya, keningnya mengerit bingung dan mencoba merespon semua ucapan Shinbi barusan.

Tunggu? Melumpuhkan makhluk-makhluk jahat?

" Aku mana mungkin bisa melakukan itu Shinbi "

" Kau bisa, karena kau adalah Manusia yang sangat istimewa, Park Nareun "

____

Vote Coment Juseyo O^O

Shinbi's House : [ Haunted Ghost Ball ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang