4. Polaroid

73.4K 9.4K 2.3K
                                        

Pagi itu hari minggu. Hari yang ditunggu tunggu oleh semua orang.

Ya, karena hari libur. Mereka bisa menghabiskan waktu bersama dengan keluarga.

Tapi tidak dengan Haechan. Lelaki manis itu masih terlelap dalam tidurnya.

Sinar matahari membuatnya silau. Perlahan mata lelaki itu terbuka, dan dia bangun dari tidurnya.

Haechan melirik kasur disebelahnya. Kasur Taeyong itu kosong. Pasti pemilik iny sedang sarapan bersama yang lain di bawah.

Tapi, tunggu dulu. Haechan merasakan sesuatu yang basah di bantalnya. Apa dia menangis, atau berkeringat semalam?

Haechan melirik bantalnya dn betapa kagetnya dia ketika melihat darah sudah menyebar di bantalnya. Haechan refleks menyentuh hidungnya.

Darah.

Haechan segera melompat dan berlari menuju kamar mandi. Dia mencoba untuk membersihkan hidungnya.

Tepat saat Haechan sedang ada dikamar mandi, Taeil masuk ke kamarnya. Taeyong meminta Taeil untuk mengambil ponselnya di nakas.

Taeil berjalan mendekat ke arah nakas Taeyong. Namun ketika berbalik, dia tak sengaja melihat sesuatu di kasur Haechan.

Taeil mengangkat banyak Haechan dan sontak saja. Wajahnya kaget buka main.

"LEE HAECHAN!!!!!!" Peliknya begitu kencang. Sampai sampai sabar teriakan Taeil dapat terdengar Jelas sampai ke ruang makan.

Kegiatan makan mereka terhenti ketika mendengar pekikan Taeil.
"Apa yang terjadi?" Tanya Mark kaget.

"Aku akan memeriksanya, kalian tunggu disini dan lanjutkan makannya..." Ucap Taeyong lalu menyusul Taeil ke atas.

"Hyung, kenapa kau teriak te-" Taeyong terdiam mematubg melihat Taeil sedang memegang bantal Haechan yang berlumuran darah.

Sementara Haechan masih membeku di tempat. Namun dia sadar, darah di hidungnya belum bersih dan masih mengalir. Dia segera membersihkannya dengan cepat.

Taeyong yang mendengar suara air dari dalam kamar mandi lantas langsung menggedor pintu kamar mandi.

"LEE HAECHAN!!! BUKA PINTUNYA!!!!" Peliknya marah.

Haechan segera panik dan membersihkan darahnya cepat.

Sementara yang lain dibawah makin penasaran dengan apa yang terjadi. Kenapa Taeyong ikut ikutan berteriak?

"Yuta Hyung, coba kau periksa apa yang terjadi...." Usul Doyoung. Yuta langsung menganggukkan kepalanya dan naik ke atas menuju kamar Taeyong dan Haechan.

"Ada apa ini? Kenapa-" Sama seperti Taeyong tadi, Yuta membeku melihat Taeil yang masih memegang bantal Haechan yang sudah bekumuran darah. Sementara Taeyong menggedor gedor kamar mandi.

"Haechan, buka pintunya atau ku dobrak!!!!" Ucap Taeyong benar benar marah kali ini.

"Tunggu dulu. Maksudnya..." Yuta tampak tercengang melihat pemandangan didepannya ini. Dia menghampiri Taeil dan melihat bantal Haechan. Sudah penuh dengan darah.

"Bukankah sudah aku bilang? Mungkin ini ada hubungannya dengan yang aku lihat tadi malam...." Bisik Taeil pelan pada Yuta.

Cek lek!

Pintu kamar mandi terbuka. Mengalihkan atensi ketiganya.

Haechan dengan wajah ketakutan tampak keluar dari kamar mandi. Sementara Taeyong sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

From Home || NCT 127 [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang