“Katanya sayang, ko sikapnya gak sesuai dengan omongan?”
HAPPY READING ⏩
15.00 .
Bel sekolah sudah berbunyi 5 menit yang lalu. Tapi Alula tak juga mendapatkan kendaran untuk pulang.
"Ish, ko jam segini gak ada bus ya?" Gumam Alula dengan mata yang melihat kanan kiri.
"Masa iya pada mudik? Lebaran aja masih lama."
16.00 .
Sudah 1 jam Alula menunggu bus yang tak kunjung datang. Dengan nafas berat, Alula terpaksa jalan kaki menuju rumahnya yang lumayan jauh dari halte. Sungguh, hari ini ia sangat lelah mengingat ia jadi buronan kakak kelas bunglon nya itu ditambah lagi soal masalah bungkus Snack. Dan sekarang? Ia harus berjalan kaki Karna bus yang ia tunggu-tunggu tak juga datang. Ohh ayolah hari ini menjadi hari tersial baginya.
16.45 .
Akhirnya Alula sampai didepan rumah kecil sederhana nya. Tanpa melihat sekitar,ia langsung membuka pintu tak lupa melepas sepatunya.
"Assalamualaikum Bu. Alula pulang" ucapnya dengan nada lesu.
"Walaikumsalam, loh tumben pulang telat?" Tanya Maya.
"Ini lagi, kenapa lesu banget? Ada masalah hm?" Lanjutnya.
Hufftt~
"Nggak ko Bu. Alula cuma lagi cape aja, tadi tuh gada bus lewat jadi terpaksa Alula pulang jalan kaki." Ucapnya seraya berjalan gontay ke arah kamarnya.
Belum sampai ke tempat tujuan, mata Alula lebih dulu menangkap sosok yang tak asing tengah berada di sofa dengan wajah yang ditutup oleh tas, dan tangan yang bersedekap dada.
Kek kenal?~ batin Alula.
Karena penasaran, Alula mendekati orang tersebut secara perlahan supaya tak membangunkannya. Dengan langkah kecil,Alula akhirnya sampai di depan orang itu dan melihat nametag yang terpasang di baju kemeja putihnya.
DEVANO ALASKA ANDROMEDA.
Setelah membaca itu, seketika Alula menghela nafasnya berat. Oh ayolah ada apalagi ini?jangan sampai kakak kelasnya ini mengganggu istirahat nya. Ia cukup lelah hari ini untuk meladeni manusia bunglon itu.
Alula kembali meneliti Devan dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Ni orang tidur apa mati?~ batin Alula.
Hufftt~
Menghembuskan nafasnya pelan dan berniat untuk ke kamar lagi. Namun, saat Alula hendak menyampirkan tas ransel kecilnya, tiba-tiba ia terhuyung ke belakang karena ada yang menariknya dengan sangat kencang.
Graph!
Alula kaget dengan posisinya sekarang. Devan menarik nya sampai ia terduduk di pangkuannya. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Devan segera mendekap tubuh mungil Alula dan memejamkan matanya sejenak di pundak nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alula [Tahap Revisi✓]
Teen FictionBagaimana jadinya, seorang yang dikenal dengan pangeran es, luluh dengan gadis yang sederhana yang bisa bersekolah di sekolah ternama hanya karena beasiswa? Bahkan dia berubah drastis dari dingin menjadi pecicilan? Apa yang akan terjadi? Ini cerita...
![Alula [Tahap Revisi✓]](https://img.wattpad.com/cover/250861337-64-k353492.jpg)