Jangan lupa vote+komen and follow ya guys😘
.
.
.
.
.
.
06.30..
Mereka sampai di taman kota yang tak jauh dari mansion Keluarga Andromeda.
Mereka berlari kecil sambil beriringan. Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
"Yaampunn mereka pasangan yang serasi banget ya."
"Iya yang satu cantik yang satu ganteng, aaa jadi pengenn"
" Tapi ko jatohnya kek pembantu sama majikan sih"
"Eh iya ya, lihat deh dari penampilan nya aja jelas beda yang cwo berkelas yang cwe biasa aja hhaa"
Devan yang mendengar kalimat terakhir itu pun langsung menutup kedua telinga Lulu dengan tangan kekarnya.
Lulu pun melirik ke arah Devan yang sedang menutupi telinga dirinya sambil tersenyum.
"Udah jangan dengerin omongan mereka ya" ucap Devan lembut.
Lulu pun hanya mengangguk. Jujur dia sangat takut jika dirinya jalan beriringan bersama Devan,akan membuat nya malu, maka dari itu Lulu jalan lumayan jauh di belakang Devan.
Devan yang menyadari bahwa gadisnya tidak ada di sampingnya pun lantas membalikkan tubuhnya ke belakang.
Devan yang melihat Lulu menunduk sambil berjalan santai pun menunggu nya.
Saking santai nya Lulu tak tahu jika di depannya,ada Devan sampai dia menabrak dada bidang sang kekasih.
"Loh, ko malah berhenti?" Tanya Lulu dengan polosnya.
"Kenapa kamu jalan di belakang sih?, Kamu malu jalan sama aku?" Geram Devan.
Lulu pun menghela nafas panjang.
" Eeh ga gitu,cuma aku takut aja kamu yang malu jalan sama aku," lirih Lulu sambil menunduk dan memainkan jarinya.
Devan menggenggam tangan kecil Lulu.
" Aku ga pernah malu punya kamu, aku nerima kamu apa adanya, emang, dulu aku itu ga pernah jalan sama yang namanya cwe, tapi sekali aku jalan, itu artinya aku benar-benar sayang sama kamu Lu" jelas Devan meyakinkan.
Lulu pun tersenyum kala mendengar penuturan sang kekasih.
"Makasih ya, kamu udah bener-bener sayang sama aku, Makasih," ucap Lulu.
Devan pun membawa Lulu kedalam dekapannya.
"Udah ya, sekarang kita cari sarapan dulu, baru itu pulang deh, ya?"
Lulu hanya mengangguk mengiyakan.
Akhirnya mereka mencari sarapan, dengan Devan yang merangkul Lulu posesif.
5 menit akhirnya mereka putuskan untuk sarapan bubur.
Mereka mampi dan langsung duduk di bangku yang sudah di sediakan.
"Bu, bubur ayam nya 2 ya, yang satu ga pake kacang," pesan Devan.
"Baik, tunggu sebentar." Ucap ibu pendagang bubur.
Tak lama akhirnya pesanan mereka jadi.
"Silahkan,selamat menikmati," ujar si pedagang bubur ramah.
Devan tersenyum sebagai respon nya.
"Nih Lu, abisin ya," ucap Devan lembut
Lulu pun hanya mengangguk.
"Udah ini kita pulang ya," ajak Devan.
"Loh, ko sebentar sih" ucap Lulu dengan nada kecewa.
"Liat noh," Devan menunjuk ke arah segerombolan laki-laki yang sedari tadi melihat Lulu sampai tidak berkedip.
"Pengen rasanya aku colok tu mata pake linggis." Ucap Devan geram.
Lulu yang mendengar nya pun lantas tertawa.
"Kamu ini ada-ada aja, udahlah ga usah di ladenin,"ucap Lulu
"Tapi aku nya ga rela sayangg," ucap Devan dengan manja.
"Udah ahh ih, geli liat kamu kek gini" ucao Lulu yang masib tertawa,
Devan mengerucutkan bibirnya.
"Kamu udh selesai?" Tanya Lulu yang di angguki Devan,
"Yaudah kita pulang sekarang aja, aku ga mau liat singa aku yang satu ini ngamuk"ucap Lulu sambil mengelap sudut bibir devan dengan tisyu.
Devan yang mendapat perlakuan seperti itu pun lantas tersenyum dan segera membayar uang buburnya dan langsung pergi meninggalkan taman kota.
Assalamualaikum wr wb.
Yth. Para readers nya papaw yang papaw sayangii terimakasih atas dukungan kalian, kalian memang terbaikkk😘👍
Gimana²? Udah pantes blom papaw jadi presiden wkwkwk🤣🤣🤣
KAMU SEDANG MEMBACA
Alula [Tahap Revisi✓]
Teen FictionBagaimana jadinya, seorang yang dikenal dengan pangeran es, luluh dengan gadis yang sederhana yang bisa bersekolah di sekolah ternama hanya karena beasiswa? Bahkan dia berubah drastis dari dingin menjadi pecicilan? Apa yang akan terjadi? Ini cerita...
![Alula [Tahap Revisi✓]](https://img.wattpad.com/cover/250861337-64-k353492.jpg)