Aku tau, roda kehidupan itu akan terus berputar dengan bantuan seseorang yang siap siaga untuk menggoes nya.
_Alula_
HAPPY READING 🔆
Pagi ini Alula berangkat awal hanya untuk menghindari kakak kelas bunglon nya itu. Cukup semalam dia mengacau ritual malamnya. Apa? Ya drakor lah!. Mengingat Alula tidak bisa tidur tanpa melihat drakor kesayangan nya itu.
Ngomong ngomong soal semalam, Alula yakin hari ini tensi darah nya seketika naik menghadapi kakak kelas bunglon nya itu.
Flassback on...
Pukul 20.00
"Nak Devan. Ibu titip Alula di sini ya, soalnya temen ibu ada di rumah sakit jadi ibu harus ke sana. Gak enak kalo gak langsung ke sana. Gimana? Bisa?" Tanya Maya dengan tatapan berharap.
Devan melirik Alula yang tepat di samping Maya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mulut mengatakan 'TIDAK' tanpa suara.
Melihat Alula yang ketakutan seperti itu, membuat Devan menyeringai dan detik berikutnya ia mengangguk.
"Baik Bu. Devan gak bakal pulang sebelum ibu pulang. Dan soal Alula, ibu gak usah khawatir, dia aman sama Devan." Ucapnya mantap.
Lihat lah miskahh!! Wajah Alula yang merah padam menahan segala umpatan kasar yang di tuju nya kepada Devan. Sungguh kakak kelas nya ini memancing emosinya. Padahal mereka baru kenal bahkan belum mengetahui seluk beluk masing-masing tapi sudah begini. Bagaimana kedepannya? Ntahlah hanya author dan tuhan yang tau wkwk.
"Oh yaampun. Ibu sangat berterimakasih sama kamu nak. Udah mau jagain kesayangan ibu yang bandel ini. Kalo gitu ibu pamit ya takut kemaleman."
Devan mengangguk dan mencium tangan Maya, di susul dengan Alula yang menatap Maya dengan tatapan memelas. Kasian syekali nasib mu nak:v
"Bu....apa Lula gak bisa ikut ibu aja?" Ucapnya penuh harap.
Maya menggeleng. "Gak bisa sayang. Ibu kan mau jenguk temen ibu yang lagi dirawat. Kamu disini aja sama nak Devan. Dia gak mungkin macem-macem sama kamu. Iya kan nak?"
Dengan cepat, Devan menganggukan kepalanya di iringi smirk jail yang membuat Alula semakin yakin jika 5 menit kedepan akan ada sesuatu yang menimpanya.
"Yaudah kalian di rumah hati-hati ya. Ibu pamit dulu. Assalamualaikum"
"Walaikumsalam. Ibu juga hati-hati!!" Teriak Devan.
Melihat Maya yang sudah menaiki ojek, membuat keduanya segera masuk ke dalam.
"Lu!" Alula menoleh dengan tampang polosnya.
"Apa?"
"Gue mau ngomong penting sama Lo"
Alula mengernyitkan dahi nya. Kejailan apa lagi yang akan menimpa dirinya.
"Ngomong apaan kak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alula [Tahap Revisi✓]
JugendliteraturBagaimana jadinya, seorang yang dikenal dengan pangeran es, luluh dengan gadis yang sederhana yang bisa bersekolah di sekolah ternama hanya karena beasiswa? Bahkan dia berubah drastis dari dingin menjadi pecicilan? Apa yang akan terjadi? Ini cerita...
![Alula [Tahap Revisi✓]](https://img.wattpad.com/cover/250861337-64-k353492.jpg)